Dijelaskan, hingga kemarin, sementara ini belum ada saksi yang dimintai keterangan secara resmi di Polsekta Samarinda Utara, karena para korban masih mengurusi rumah mereka yang terbakar. “Pemeriksaan saksi belum. Nanti akan dilakukan pemanggilan,” sebutnya.
Sebelumnya diberitakan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 13.30 Wita. Kobaran api yang cepat berkobar, mengakibatkan warga panik. Bahkan, guru di SDN 012 Sungai Pinang yang berada di sekitar lokasi kejadian, memilih memulangkan 200 muridnya lebih cepat. Tujuannya, agar murid tidak panik melihat kobaran api.
“Tidak memungkinkan untuk belajar. Sebab saat kebakaran langsung ramai warga dan banyak pemadam. Jadi murid dipulangkan lewat pintu belakang, supaya mereka tidak panik,” kata Kepala SD Negeri 012 Sungai Pinang, Utami. (dor)
Dijelaskan, hingga kemarin, sementara ini belum ada saksi yang dimintai keterangan secara resmi di Polsekta Samarinda Utara, karena para korban masih mengurusi rumah mereka yang terbakar. “Pemeriksaan saksi belum. Nanti akan dilakukan pemanggilan,” sebutnya.
Sebelumnya diberitakan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 13.30 Wita. Kobaran api yang cepat berkobar, mengakibatkan warga panik. Bahkan, guru di SDN 012 Sungai Pinang yang berada di sekitar lokasi kejadian, memilih memulangkan 200 muridnya lebih cepat. Tujuannya, agar murid tidak panik melihat kobaran api.
“Tidak memungkinkan untuk belajar. Sebab saat kebakaran langsung ramai warga dan banyak pemadam. Jadi murid dipulangkan lewat pintu belakang, supaya mereka tidak panik,” kata Kepala SD Negeri 012 Sungai Pinang, Utami. (dor)