Kamis, 13/08/2026

Polres Mahulu Pantau Titik Panas Gunakan Data Satelit

Kamis, 13/08/2026

‎Wakil Bupati Mahakam Ulu Suhuk bersama jajaran TNI-Polri, BPBD, dan unsur terkait saat mengikuti apel kesiapsiagaan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Mahulu. (Julika/Korankaltim.com).

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Polres Mahulu Pantau Titik Panas Gunakan Data Satelit

Kamis, 13/08/2026

logo

‎Wakil Bupati Mahakam Ulu Suhuk bersama jajaran TNI-Polri, BPBD, dan unsur terkait saat mengikuti apel kesiapsiagaan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Mahulu. (Julika/Korankaltim.com).

‎Penulis: Julika Hengin

‎KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Polres Mahakam Ulu (Mahulu) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memasuki musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir. Pemantauan titik panas dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi munculnya kebakaran di wilayah hukum Polres Mahulu.

‎Wakapolres Mahulu Kompol Djoko Purwanto mengatakan, pemantauan karhutla menjadi agenda rutin yang dilakukan setiap tahun, terutama memasuki periode Agustus hingga Desember yang bertepatan dengan musim kemarau. “Ini mungkin menjadi agenda rutin kami setiap tahun karena sejak Agustus ini sampai Desember musim-musim kemarau  dan mulai ada titik-titik api,” ujar Djoko kepada media di Mako Polres Mahulu, Kamis (13/8/2026). 

‎Dalam melakukan pemantauan, jajaran kepolisian memanfaatkan aplikasi Lembuswana yang dikembangkan Polda Kalimantan Timur. Aplikasi tersebut dapat diakses oleh anggota Polri maupun masyarakat umum untuk memantau informasi titik panas berdasarkan pemetaan satelit.

Pemantauan dilakukan setiap malam menggunakan data satelit untuk memetakan titik-titik panas. Informasi tersebut kemudian dapat menjadi dasar bagi jajaran kepolisian untuk melakukan pengecekan di lapangan apabila ditemukan indikasi kebakaran. 
‎“Nanti setiap malam ada satelit yang memetakan titik-titik api, memetakan titik-titik panas. Kemudian paginya akan dibagikan di aplikasi itu, titik-titik apinya mana saja yang kira-kira ada di wilayah hukum masing-masing,” sebut  Djoko lagi.

Kalau ditemukan titik panas di wilayah yang jauh dari pusat Kabupaten Mahulu, kepolisian akan mengerahkan personel terdekat untuk melakukan pengecekan. Misalnya, apabila titik api terdeteksi di wilayah Kecamatan Long Apari, personel kepolisian yang berada paling dekat dengan lokasi akan diarahkan untuk mendatangi titik tersebut.

‎Petugas kemudian melakukan pengecekan kondisi di lapangan. Jika titik tersebut merupakan karhutla, personel akan melakukan upaya pemadaman, mendokumentasikan penanganan dan melaporkannya kembali melalui aplikasi. ‎“Misalnya di wilayah hukum Mahulu, di Kecamatan Long Apari yang agak jauh, nanti yang dihubungi adalah Polri yang terdekat di situ. Anggota polisi yang terdekat mendatangi TKP karhutla, memadamkan, didokumentasikan, kemudian dilaporkan di aplikasi,” paparnya.

‎Hingga dua hari terakhir, Djoko menyebut belum terdapat titik panas yang terdeteksi di wilayah Mahulu. Kondisi tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan meskipun kemarau masih berlangsung. “Alhamdulillah dua hari ini di Mahulu nihil. Mudah-mudahan berkurang terus,” harap Djoko.

Kemarau di Mahulu perlu mendapat perhatian karena hujan disebut tidak turun selama sekitar tiga pekan terakhir. Kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, terutama apabila masyarakat melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan menggunakan api. ‎Karena itu, kepolisian terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar meningkatkan kesadaran dalam mencegah kebakaran lahan. Masyarakat yang hendak membuka ladang diimbau menyiapkan langkah pencegahan terlebih dahulu.

Editor: Aspian Nur

Polres Mahulu Pantau Titik Panas Gunakan Data Satelit

Kamis, 13/08/2026

‎Wakil Bupati Mahakam Ulu Suhuk bersama jajaran TNI-Polri, BPBD, dan unsur terkait saat mengikuti apel kesiapsiagaan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Mahulu. (Julika/Korankaltim.com).

Share

Berita Terkait