Kamis, 13/08/2026
Kamis, 13/08/2026
Pelatihan formasi oleh Paskibra PPU yang dilaksanakan di depan kantor bupati PPU, Kamis (13/8/2026). (Dinda/korankaltim.com)
Kamis, 13/08/2026

Pelatihan formasi oleh Paskibra PPU yang dilaksanakan di depan kantor bupati PPU, Kamis (13/8/2026). (Dinda/korankaltim.com)
Penulis: Dinda Ayu Dwi Meylani
KORANKALTIM.COM, PENAJAM - Waktu pemusatan latihan yang terbatas membuat persiapan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Kabupaten Penajam Paser Utara (Paskibraka PPU) harus dimaksimalkan, latihan malam hari pun harus dijalani.
Sejak pagi, siang, hingga malam, para anggota terus berlatih untuk mengejar kesiapan sebelum menjalankan tugas pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus pekan depan.
Pelatih Paskibraka PPU dari Kodim 0913/PPU Pelda Siroto mengatakan, keterbatasan waktu membuat tim pelatih harus langsung memfokuskan latihan pada pembentukan formasi sejak awal. "Karena durasi waktunya cukup pendek, kita paksakan dari awal latihan langsung membentuk formasi," kata Pelda Siroto kepada media Korankaltim, Kamis (13/8/2026).
Para anggota Paskibraka mulai masuk karantina di Hotel Kalimantan Penajam sejak 4 Agustus lalu, namun latihan efektif baru dimulai pada 5 Agustus karena hari pertama diisi agenda pembukaan dan pemeriksaan medis termasuk cek urine. Kondisi tersebut membuat waktu latihan harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Selain latihan pagi dan siang, tim pelatih juga menambah sesi pada malam hari.
"Latihannya full pagi, siang bahkan malam hari, tinggal kondisi dan performa mereka nanti. Kalau mereka punya disiplin dan keinginan kuat untuk lebih baik, insya Allah semua bisa tercapai," tegas Siroto.
Sepekan jelang 17 Agustus, tingkat kesiapan Paskibraka PPU diperkirakan baru berada di kisaran 50 hingga 60 persen. Tantangan terbesar yang masih dikejar adalah menyatukan langkah Paskibraka dengan Pasukan 45 dari unsur kepolisian. Pasukan 45 baru bergabung dalam pemusatan latihan selama dua hari terakhir. Mereka juga baru memegang senjata secara lengkap pada latihan hari itu.
"Penyesuaian antara anak-anak Paskibraka dengan kepolisian di Pasukan 45 ini perlu waktu. Langkah mereka belum berada dalam satu irama. Mudah-mudahan hari ini bisa mencapai 60 sampai 70 persen setelah langkahnya tercapai," paparnya.
Meski belum sepenuhnya seragam, Pelda Siroto memastikan bentuk formasi pengibaran sudah terlihat. Tim pelatih kini tinggal memperhalus gerakan dan menyempurnakan mekanisme buka-tutup formasi.
Tahun ini, Paskibraka PPU diperkuat 40 anggota yang terdiri dari 20 putra dan 20 putri dari berbagai sekolah di Kabupaten PPU. Mereka akan didukung 32 personel Pasukan 45 dari unsur kepolisian. Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, tahun ini tidak disiapkan anggota cadangan. Pembagian tugas juga dibuat lebih sederhana karena keterbatasan waktu latihan dan penyesuaian jumlah personel serta anggaran. "Kalau dulu satu orang bisa berperan banyak, bisa jadi pengibar, pembawa baki, atau masuk di kelompok lain. Kalau kali ini, satu orang hanya memainkan satu peran saja karena keterbatasan waktu," sebut Siroto.
Untuk posisi pembawa baki bendera, kandidat saat ini berasal dari SMA IT 1 Sepaku dan SMK Negeri 6 PPU (Semoi). Penentuan akhir masih dalam tahap pematangan. Seluruh anggota Paskibraka PPU dijadwalkan dikukuhkan pada 15 Agustus malam. Dua hari kemudian, mereka akan menjalankan tugas utama dalam Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus.
Editor : Aspian Nur
Kamis, 13/08/2026
Pelatihan formasi oleh Paskibra PPU yang dilaksanakan di depan kantor bupati PPU, Kamis (13/8/2026). (Dinda/korankaltim.com)
TERPOPULER