Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Pemprov Kaltim terus berupaya mendorong agar aktivitas ekspor komoditas dari Benua Etam dapat langsung menuju negara tujuan tanpa harus melalui pelabuhan di Surabaya maupun Jakarta.
Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Pemprov Kaltim terus berupaya mendorong agar aktivitas ekspor komoditas dari Benua Etam dapat langsung menuju negara tujuan tanpa harus melalui pelabuhan di Surabaya maupun Jakarta.
Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi yang selama ini belum sepenuhnya dinikmati Kaltim sebagai daerah penghasil berbagai komoditas unggulan.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyampaikan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam audiensi bersama Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BBKHIT) Kaltim sekaligus perkenalan kepala balai yang baru. Menurutnya, selama ini sejumlah barang ekspor asal Kaltim masih harus singgah terlebih dahulu di luar daerah sebelum dikirim ke negara tujuan.
Kondisi tersebut diharapkan Seno, dapat diubah sehingga proses pengiriman barang bisa dilakukan langsung dari Kaltim. Dengan begitu, aktivitas ekonomi dan nilai tambah dari perdagangan internasional dapat lebih banyak dinikmati daerah.
“Ke depannya, kami ingin agar ekspor tersebut bisa langsung dilakukan dari Kalimantan Timur ke negara tujuan, tanpa harus singgah terlebih dahulu di Surabaya maupun Jakarta,” ujar Seno Aji, Kamis (5/11/2026).
Guna merealisasikan rencana tersebut, ungkapnya, Pemprov Kaltim akan melibatkan sejumlah instansi terkait, termasuk Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Kaltim. Seno juga meminta Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih, agar berkoordinasi dengan Balai Karantina serta sejumlah pengelola pelabuhan di Kaltim.
“Koordinasi itu diarahkan untuk membentuk kantor bersama yang dapat menjadi pusat pelayanan berbagai kebutuhan administrasi ekspor,” ucapnya.
Di dalam kantor ini nantinya kata Seno, akan melibatkan sejumlah instansi, seperti Bea Cukai, Balai Karantina, dan Dinas Perindustrian.
Selain itu melalui sistem pelayanan terpadu tersebut, pelaku usaha diharapkan Seno bisa mengurus berbagai dokumen ekspor, termasuk Certificate of Origin (COO) atau Surat Keterangan Asal, langsung di Kaltim. Dirinya menilai, keberadaan fasilitas ini pastinya akan mempermudah proses ekspor sekaligus memangkas tahapan birokrasi yang selama ini harus dilalui pelaku usaha.
“Kita juga ingin sinergi antar lembaga dapat memperkuat kesiapan daerah dalam mendukung perdagangan internasional. Sehingga Kaltim tidak hanya menjadi daerah penghasil komoditas, tetapi juga mampu memperoleh manfaat ekonomi lebih besar dari aktivitas ekspor,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi yang selama ini belum sepenuhnya dinikmati Kaltim sebagai daerah penghasil berbagai komoditas unggulan.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyampaikan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam audiensi bersama Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BBKHIT) Kaltim sekaligus perkenalan kepala balai yang baru. Menurutnya, selama ini sejumlah barang ekspor asal Kaltim masih harus singgah terlebih dahulu di luar daerah sebelum dikirim ke negara tujuan.
Kondisi tersebut diharapkan Seno, dapat diubah sehingga proses pengiriman barang bisa dilakukan langsung dari Kaltim. Dengan begitu, aktivitas ekonomi dan nilai tambah dari perdagangan internasional dapat lebih banyak dinikmati daerah.
“Ke depannya, kami ingin agar ekspor tersebut bisa langsung dilakukan dari Kalimantan Timur ke negara tujuan, tanpa harus singgah terlebih dahulu di Surabaya maupun Jakarta,” ujar Seno Aji, Kamis (5/11/2026).

Guna merealisasikan rencana tersebut, ungkapnya, Pemprov Kaltim akan melibatkan sejumlah instansi terkait, termasuk Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Kaltim. Seno juga meminta Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih, agar berkoordinasi dengan Balai Karantina serta sejumlah pengelola pelabuhan di Kaltim.
“Koordinasi itu diarahkan untuk membentuk kantor bersama yang dapat menjadi pusat pelayanan berbagai kebutuhan administrasi ekspor,” ucapnya.
Di dalam kantor ini nantinya kata Seno, akan melibatkan sejumlah instansi, seperti Bea Cukai, Balai Karantina, dan Dinas Perindustrian.
Selain itu melalui sistem pelayanan terpadu tersebut, pelaku usaha diharapkan Seno bisa mengurus berbagai dokumen ekspor, termasuk Certificate of Origin (COO) atau Surat Keterangan Asal, langsung di Kaltim. Dirinya menilai, keberadaan fasilitas ini pastinya akan mempermudah proses ekspor sekaligus memangkas tahapan birokrasi yang selama ini harus dilalui pelaku usaha.
“Kita juga ingin sinergi antar lembaga dapat memperkuat kesiapan daerah dalam mendukung perdagangan internasional. Sehingga Kaltim tidak hanya menjadi daerah penghasil komoditas, tetapi juga mampu memperoleh manfaat ekonomi lebih besar dari aktivitas ekspor,” pungkasnya.
Editor: Erwin






1.226 kali dibaca


Pusat gempa berada di darat 40 km timur laut Sigi
04 Nov 2026, 14:56:34 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG