Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menargetkan setiap Desa memiliki layanan PAUD yang didukung tenaga pendidik dengan kualifikasi pendidikan sarjana. Ia menilai pemerataan pendidikan tidak cukup hanya dengan memperluas akses sekolah.
“Kami juga harus memastikan ketersediaan fasilitas pendidikan dan tenaga pendidik yang kompeten hingga wilayah pedesaan,” ujarnya, Jumat (30/10/2026).
Pihaknya meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk mempersiapkan pemerataan layanan sekaligus memastikan ketersediaan guru. Jangan sampai ada desa yang belum memiliki layanan pendidikan anak usia dini.
“Kita ingin PAUD hadir secara merata, dengan tenaga pendidik yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan,” tegas Ardiansyah.
Peningkatan kualifikasi akademik harus berdampak langsung terhadap kemampuan guru dalam memberikan pembelajaran kepada anak-anak. Pendidikan anak usia dini memiliki peran strategis karena menjadi fondasi pembentukan karakter, pola pikir dan perkembangan anak sebelum memasuki jenjang pendidikan berikutnya.
“Anak-anak kita harus mendapatkan pembelajaran yang lebih baik dari guru-guru yang semakin berkualitas,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim Mulyono menyampaikan, peningkatan kualitas tenaga pendidik merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan sektor pendidikan daerah.
Selain penguatan kompetensi guru, pemerintah daerah juga terus memperhatikan kemudahan akses pendidikan bagi masyarakat serta ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai.
“Melalui program beasiswa dan kerja sama dengan perguruan tinggi kita memberikan ruang bagi tenaga pendidik untuk meningkatkan kualifikasi akademik tanpa harus meninggalkan tugas pengabdian mereka,” jelasnya.
Dengan demikian, anak-anak di seluruh wilayah Kutim memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak sebagai bekal menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya.
“Agar mampu memperkuat pemerataan layanan PAUD sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menargetkan setiap Desa memiliki layanan PAUD yang didukung tenaga pendidik dengan kualifikasi pendidikan sarjana. Ia menilai pemerataan pendidikan tidak cukup hanya dengan memperluas akses sekolah.
“Kami juga harus memastikan ketersediaan fasilitas pendidikan dan tenaga pendidik yang kompeten hingga wilayah pedesaan,” ujarnya, Jumat (30/10/2026).
Pihaknya meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk mempersiapkan pemerataan layanan sekaligus memastikan ketersediaan guru. Jangan sampai ada desa yang belum memiliki layanan pendidikan anak usia dini.
“Kita ingin PAUD hadir secara merata, dengan tenaga pendidik yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan,” tegas Ardiansyah.
Peningkatan kualifikasi akademik harus berdampak langsung terhadap kemampuan guru dalam memberikan pembelajaran kepada anak-anak. Pendidikan anak usia dini memiliki peran strategis karena menjadi fondasi pembentukan karakter, pola pikir dan perkembangan anak sebelum memasuki jenjang pendidikan berikutnya.
“Anak-anak kita harus mendapatkan pembelajaran yang lebih baik dari guru-guru yang semakin berkualitas,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim Mulyono menyampaikan, peningkatan kualitas tenaga pendidik merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan sektor pendidikan daerah.
Selain penguatan kompetensi guru, pemerintah daerah juga terus memperhatikan kemudahan akses pendidikan bagi masyarakat serta ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai.
“Melalui program beasiswa dan kerja sama dengan perguruan tinggi kita memberikan ruang bagi tenaga pendidik untuk meningkatkan kualifikasi akademik tanpa harus meninggalkan tugas pengabdian mereka,” jelasnya.
Dengan demikian, anak-anak di seluruh wilayah Kutim memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak sebagai bekal menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya.
“Agar mampu memperkuat pemerataan layanan PAUD sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin