Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi, mengatakan, intensitas hujan mulai meningkat di beberapa wilayah di Kukar. Berdasarkan pantauan cuaca, puncak musim hujan diperkirakan baru akan aktif pada Desember, setelah melewati fase penguatan curah hujan di minggu ketiga pada November 2026.
"Untuk proses penyusunan SE imbauan saat ini sedang berjalan dan diselaraskan dengan instruksi Pemerintah Provinsi Kaltim. Kami targetkan edaran ini rampung dan terbit dalam dua hingga tiga hari ke depan," kata Sandi kepada Korankaltim.com, Jumat (30/10/2026).
Ia menilai masa peralihan cuaca kali ini membawa risiko hidrometeorologi yang cukup tinggi. Retakan-retakan tanah yang terbentuk akibat kemarau panjang sebelumnya dinilai rawan memicu tanah longsor saat diguyur hujan deras.
"Selain longsor, potensi banjir dan pohon tumbang akibat angin kencang juga jadi ancaman yang harus kita waspadai," ucapnya.
Upaya mengantisipasi potensi bencana ke depan, BPBD Kukar mendesak seluruh elemen masyarakat, aparatur pemerintah, hingga sektor swasta untuk segera melakukan aksi pencegahan kolektif tanpa menunggu intensitas hujan meninggi.
"Aksi gotong royong membersihkan gorong-gorong, sungai, dan sistem drainase pemukiman harus dimulai dari sekarang sebelum terlambat," tegasnya.
BPBD mengimbau, pihak terkait seperti dinas teknis, pengurus RT hingga masyarakat untuk saling membahu dalam memperhatikan lingkungan sekitar, seperti memangkas dahan serta pohon-pohon besar yang rentan tumbang saat diterjang angin kencang. (Adv)
Editor: Erwin
Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi, mengatakan, intensitas hujan mulai meningkat di beberapa wilayah di Kukar. Berdasarkan pantauan cuaca, puncak musim hujan diperkirakan baru akan aktif pada Desember, setelah melewati fase penguatan curah hujan di minggu ketiga pada November 2026.
"Untuk proses penyusunan SE imbauan saat ini sedang berjalan dan diselaraskan dengan instruksi Pemerintah Provinsi Kaltim. Kami targetkan edaran ini rampung dan terbit dalam dua hingga tiga hari ke depan," kata Sandi kepada Korankaltim.com, Jumat (30/10/2026).
Ia menilai masa peralihan cuaca kali ini membawa risiko hidrometeorologi yang cukup tinggi. Retakan-retakan tanah yang terbentuk akibat kemarau panjang sebelumnya dinilai rawan memicu tanah longsor saat diguyur hujan deras.
"Selain longsor, potensi banjir dan pohon tumbang akibat angin kencang juga jadi ancaman yang harus kita waspadai," ucapnya.
Upaya mengantisipasi potensi bencana ke depan, BPBD Kukar mendesak seluruh elemen masyarakat, aparatur pemerintah, hingga sektor swasta untuk segera melakukan aksi pencegahan kolektif tanpa menunggu intensitas hujan meninggi.
"Aksi gotong royong membersihkan gorong-gorong, sungai, dan sistem drainase pemukiman harus dimulai dari sekarang sebelum terlambat," tegasnya.
BPBD mengimbau, pihak terkait seperti dinas teknis, pengurus RT hingga masyarakat untuk saling membahu dalam memperhatikan lingkungan sekitar, seperti memangkas dahan serta pohon-pohon besar yang rentan tumbang saat diterjang angin kencang. (Adv)
Editor: Erwin