Uasi pengukuhan, Sunggono berpesan kepengurusan baru mampu meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan anggota secara signifikan. Salah satu rencana strategis yang disiapkan yakni membentuk unit Dewan Pengurus KORPRI di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan tingkat cabang. Langkah ini diambil agar pelayanan kepada anggota menjadi lebih merata, dekat, dan responsif.
"Penguatan struktur organisasi ini diharapkan berjalan beriringan dengan pembinaan olahraga. KORPRI Kukar tidak hanya diproyeksikan sebagai wadah perjuangan kesejahteraan pegawai, tetapi juga ruang untuk membangun gaya hidup sehat, kami juga ingin mendongkrak prestasi Aparatur Sipil Negara (ASN) di bidang olahraga," kata Sunggono.
Saat ini, Kabupaten Kukar terus berupaya meningkatkan prestasi olahraga ASN setelah berhasil menduduki peringkat ketiga dalam capaian olahraga KORPRI tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Ia menyebut, pembinaan atlet di lingkungan pemerintahan kini menjadi perhatian serius BaporKORPRI Kukar. Tidak hanya mengejar target kompetisi, pembinaan juga diarahkan untuk mendorong ASN dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) agar lebih aktif berolahraga.
Sementara, Ketua BaporKORPRI Kukar, Aji Ali Husni, menegaskan, pihaknya ingin memperkuat pembinaan agar capaian yang telah ditaih dapat ditingkatkan pada kompetisi berikutnya. Salah satu langkah konkret yang didorong adalah penyediaan fasilitas olahraga di masing-masing OPD. Sarana yang disiapkan tidak harus mewah, melainkan dapat dimulai dari fasilitas sederhana yang memungkinkan pegawai berolahraga secara rutin.
"Kami mendorong setiap OPD dapat menyediakan sarana olahraga walaupun sederhana," ujar Aji Ali Husni.
Sejauh ini, sejumlah cabang olahraga seperti tenis meja, pickleball, dan bulu tangkis menunjukkan perkembangan yang cukup baik di lingkungan perkantoran Kukar. Cabang-cabang ini berpotensi besar untuk memperluas partisipasi pegawai sekaligus menjaring atlet-atlet potensial yang dapat mewakili daerah.
Selain mempertahankan cabang yang sudah eksis, BaporKORPRI Kukar juga mulai mengkaji peluang pembinaan olahraga bela diri seperti karate dan pencak silat.
"Olahraga bersepeda juga menjadi perhatian khusus karena trennya yang terus berkembang di kalangan ASN dan PPPK," ungkapnya.
Ia menegaskan, pembinaan olahraga ini tidak semata-mata berorientasi pada perolehan medali di ajang KORPRI tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional, aktivitas fisik rutin dinilai sangat penting untuk menjaga kebugaran pegawai agar tetap sehat, prima, dan produktif dalam menjalankan tugas pelayanan publik sehari-hari. (Adv)
Editor: Aspian Nur
Uasi pengukuhan, Sunggono berpesan kepengurusan baru mampu meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan anggota secara signifikan. Salah satu rencana strategis yang disiapkan yakni membentuk unit Dewan Pengurus KORPRI di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan tingkat cabang. Langkah ini diambil agar pelayanan kepada anggota menjadi lebih merata, dekat, dan responsif.
"Penguatan struktur organisasi ini diharapkan berjalan beriringan dengan pembinaan olahraga. KORPRI Kukar tidak hanya diproyeksikan sebagai wadah perjuangan kesejahteraan pegawai, tetapi juga ruang untuk membangun gaya hidup sehat, kami juga ingin mendongkrak prestasi Aparatur Sipil Negara (ASN) di bidang olahraga," kata Sunggono.
Saat ini, Kabupaten Kukar terus berupaya meningkatkan prestasi olahraga ASN setelah berhasil menduduki peringkat ketiga dalam capaian olahraga KORPRI tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Ia menyebut, pembinaan atlet di lingkungan pemerintahan kini menjadi perhatian serius BaporKORPRI Kukar. Tidak hanya mengejar target kompetisi, pembinaan juga diarahkan untuk mendorong ASN dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) agar lebih aktif berolahraga.
Sementara, Ketua BaporKORPRI Kukar, Aji Ali Husni, menegaskan, pihaknya ingin memperkuat pembinaan agar capaian yang telah ditaih dapat ditingkatkan pada kompetisi berikutnya. Salah satu langkah konkret yang didorong adalah penyediaan fasilitas olahraga di masing-masing OPD. Sarana yang disiapkan tidak harus mewah, melainkan dapat dimulai dari fasilitas sederhana yang memungkinkan pegawai berolahraga secara rutin.
"Kami mendorong setiap OPD dapat menyediakan sarana olahraga walaupun sederhana," ujar Aji Ali Husni.
Sejauh ini, sejumlah cabang olahraga seperti tenis meja, pickleball, dan bulu tangkis menunjukkan perkembangan yang cukup baik di lingkungan perkantoran Kukar. Cabang-cabang ini berpotensi besar untuk memperluas partisipasi pegawai sekaligus menjaring atlet-atlet potensial yang dapat mewakili daerah.
Selain mempertahankan cabang yang sudah eksis, BaporKORPRI Kukar juga mulai mengkaji peluang pembinaan olahraga bela diri seperti karate dan pencak silat.
"Olahraga bersepeda juga menjadi perhatian khusus karena trennya yang terus berkembang di kalangan ASN dan PPPK," ungkapnya.
Ia menegaskan, pembinaan olahraga ini tidak semata-mata berorientasi pada perolehan medali di ajang KORPRI tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional, aktivitas fisik rutin dinilai sangat penting untuk menjaga kebugaran pegawai agar tetap sehat, prima, dan produktif dalam menjalankan tugas pelayanan publik sehari-hari. (Adv)
Editor: Aspian Nur