Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di kawasan batu dinding, Kecamatan Samboja menjadi peringatan bagi seluruh pengelola destinasi wisata di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
1 menit baca4 kali dibaca

Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di kawasan batu dinding, Kecamatan Samboja menjadi peringatan bagi seluruh pengelola destinasi wisata di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Seluruh pengelola objek wisata segera memperkuat langkah pencegahan dan kesiapsiagaan guna menjamin keselamatan wisatawan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan imbauan resmi kepada pengunjung maupun pengelola untuk meningkatkan kewaspadaan pascainsiden tersebut.
"Kami sudah keluarkan imbauan kepada pengunjung supaya lebih berhati- hati lagi," kata Awang.
Ia menjelaskan, Dispar Kukar berfokus pada pemberian imbauan dan mendorong langkah antisipasi di sektor pariwisata. Sementara untuk penanganan teknis pemadaman sepenuhnya berada di bawah kendali instansi yang berwenang, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran.
"Untuk wilayah batu dinding ini masuk dalam area kerja Dinas Pemadam Kebakaran, proses pemadaman menjadi tanggung jawab instansi teknis," ucapnya.
Ia menilai, aspek keselamatan tidak boleh hanya bersifat reaktif setelah terjadinya bencana. Pengelola destinasi dituntut mampu membaca potensi bahaya sejak dini, mengenali kondisi lingkungan, dan meningkatkan kesiapan darurat secara mandiri.
"Mitigasi risiko harus ada dari pengelolaan wisata, bukan sekadar respons musiman saat kemarau tiba saja. Karena bencana tak bisa diprediksi," tegasnya.
Ia meminta para wisatawan untuk selalu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta mengikuti seluruh regulasi yang ditetapkan pengelola.
"Kejadian kemarin menjadi momentum pentingnya sinergi antara pengelola wisata dan instansi terkait untuk menjaga keselamatan pengunjung sekaligus melestarikan kawasan alam Kukar," tutupnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur
Seluruh pengelola objek wisata segera memperkuat langkah pencegahan dan kesiapsiagaan guna menjamin keselamatan wisatawan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan imbauan resmi kepada pengunjung maupun pengelola untuk meningkatkan kewaspadaan pascainsiden tersebut.
"Kami sudah keluarkan imbauan kepada pengunjung supaya lebih berhati- hati lagi," kata Awang.
Ia menjelaskan, Dispar Kukar berfokus pada pemberian imbauan dan mendorong langkah antisipasi di sektor pariwisata. Sementara untuk penanganan teknis pemadaman sepenuhnya berada di bawah kendali instansi yang berwenang, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran.

"Untuk wilayah batu dinding ini masuk dalam area kerja Dinas Pemadam Kebakaran, proses pemadaman menjadi tanggung jawab instansi teknis," ucapnya.
Ia menilai, aspek keselamatan tidak boleh hanya bersifat reaktif setelah terjadinya bencana. Pengelola destinasi dituntut mampu membaca potensi bahaya sejak dini, mengenali kondisi lingkungan, dan meningkatkan kesiapan darurat secara mandiri.
"Mitigasi risiko harus ada dari pengelolaan wisata, bukan sekadar respons musiman saat kemarau tiba saja. Karena bencana tak bisa diprediksi," tegasnya.
Ia meminta para wisatawan untuk selalu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta mengikuti seluruh regulasi yang ditetapkan pengelola.

"Kejadian kemarin menjadi momentum pentingnya sinergi antara pengelola wisata dan instansi terkait untuk menjaga keselamatan pengunjung sekaligus melestarikan kawasan alam Kukar," tutupnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur












Pusat gempa berada di 20 km Timur Laut Kota Sorong
30 Okt 2026, 13:03:45 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG
