Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus mematangkan strategi transformasi ekonomi daerah guna mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam (SDA) yang tidak terbarukan.
1 menit baca3 kali dibaca

Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus mematangkan strategi transformasi ekonomi daerah guna mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam (SDA) yang tidak terbarukan.
Salah satunya melalui penguatan kolaborasi antardesa dan rencana pengalokasian anggaran fantastis senilai Rp100 Miliar untuk setiap kawasan pedesaan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono menjelaskan, pengembangan kawasan pedasaan ini didesain untuk memperkuat hubungan antardesa yang memiliki potensi serupa maupun yang saling melengkapi.
"Sinergi ini sangat krusial supaya potensi di satu desa bisa menjadi daya dukung bagi desa lainnya, nantinya akan tercipta ekosistem ekonomi yang memberikan nilai tambah nyata bagi warga," kata Sunggono.
Kata dia, jika ada desa yang memiliki potensi pertanian besar namun belum didukung fasilitas pengolahan hasil panen, maka pemerintah akan mengintervensi dengan membangun fasilitas pendukung yang dapat dimanfaatkan oleh desa tersebut dan wilayah di sekitarnya.
"Desa yang punya potensi sama akan kita kolaborasikan supaya saling mendukung,” ujarnya.
Sunggono menegaskan, langkah ini berkaitan erat dengan visi besar transformasi ekonomi Kukar. Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat sektor-sektor yang dapat diperbarui agar masyarakat memiliki penopang ekonomi yang kuat di masa depan.
"Tujuannya itu saat sumber daya alam yang tidak bisa diperbarui habis, kita sudah punya sumber pendapatan baru, sumber penghasilan baru untuk masyarakat," tegasnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur
Salah satunya melalui penguatan kolaborasi antardesa dan rencana pengalokasian anggaran fantastis senilai Rp100 Miliar untuk setiap kawasan pedesaan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono menjelaskan, pengembangan kawasan pedasaan ini didesain untuk memperkuat hubungan antardesa yang memiliki potensi serupa maupun yang saling melengkapi.
"Sinergi ini sangat krusial supaya potensi di satu desa bisa menjadi daya dukung bagi desa lainnya, nantinya akan tercipta ekosistem ekonomi yang memberikan nilai tambah nyata bagi warga," kata Sunggono.
Kata dia, jika ada desa yang memiliki potensi pertanian besar namun belum didukung fasilitas pengolahan hasil panen, maka pemerintah akan mengintervensi dengan membangun fasilitas pendukung yang dapat dimanfaatkan oleh desa tersebut dan wilayah di sekitarnya.

"Desa yang punya potensi sama akan kita kolaborasikan supaya saling mendukung,” ujarnya.
Sunggono menegaskan, langkah ini berkaitan erat dengan visi besar transformasi ekonomi Kukar. Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat sektor-sektor yang dapat diperbarui agar masyarakat memiliki penopang ekonomi yang kuat di masa depan.
"Tujuannya itu saat sumber daya alam yang tidak bisa diperbarui habis, kita sudah punya sumber pendapatan baru, sumber penghasilan baru untuk masyarakat," tegasnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur













Pusat gempa berada di 20 km Timur Laut Kota Sorong
30 Okt 2026, 13:03:45 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG
