Di tengah upaya warga menjinakkan kobaran api, seorang anak berusia enam tahun masih terjebak di dalam kamar. Nahas, nyawanya tidak tertolong setelah berhasil dievakuasi.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 07.40 Wita. Api diduga pertama kali muncul dari salah satu kamar di lantai bawah bangunan. Kepulan asap tebal yang keluar dari pintu bangunan menjadi tanda awal kebakaran diketahui warga sekitar.
Saat kejadian, ibu korban sempat menyelamatkan dua anaknya yang lain ke luar bangunan. Namun, ia kemudian menyadari masih ada satu anaknya yang tertidur di dalam kamar lantai bawah. Teriakan histeris sang ibu membuat warga bergegas memberikan pertolongan.
Salah seorang saksi mata Hayul Koyum mengatakan, warga sempat kesulitan masuk karena pintu belakang bangunan dalam kondisi terkunci. Warga akhirnya mendobrak pintu untuk menjangkau korban.
“Posisi pintu belakang saat itu terkunci, jadi langsung kami dobrak. Begitu berhasil masuk, api di dalam kamar sudah menyala dan mulai menyebar. Kami mau langsung masuk menyelamatkan anaknya, tetapi tidak bisa karena api menutup pintu kamar,” ujar Hayul.
Warga kemudian berupaya memadamkan api secara gotong royong agar akses menuju kamar dapat terbuka. Setelah kobaran mulai terkendali, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tengkurap dan tertutup selimut.
“Begitu bisa masuk, kami temukan anaknya tertutup selimut posisi tengkurap dan sudah tidak bergerak sama sekali. Korban langsung kami evakuasi ke luar untuk diberikan pertolongan pertama berupa CPR dan napas buatan,” ungkapnya.
Korban selanjutnya dilarikan ke fasilitas kesehatan di Jalan Merdeka. Tim medis sempat memberikan oksigen dan melakukan penanganan darurat. Namun, seluruh upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban.
Sementara itu, Unit Reskrim Polsek Sungai Pinang melakukan penyelidikan dengan mendatangi lokasi kejadian dan RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda.
Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang, Iptu Dedi Lantang, membenarkan adanya korban jiwa dalam kebakaran tersebut.
“Benar, sekitar pukul 07.40 Wita tadi pagi terjadi peristiwa kebakaran di Jalan Sepakat RT 17, Kelurahan Sungai Pinang Dalam. Akibat musibah ini, seorang anak ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di lokasi kejadian,” terang Dedi.
Ia mengatakan, korban ditemukan di salah satu kamar lantai bawah. Polisi masih mendalami sumber api sekaligus penyebab pasti kematian korban.
“Sumber titik api awal diduga berasal dari kamar lantai bawah yang dihuni oleh korban. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti munculnya api serta penyebab kematian korban,” tegasnya.
Hingga kini, bangunan bangsalan tersebut telah dipasangi garis polisi. Polisi juga masih mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan pemeriksaan di lokasi untuk mengungkap penyebab kebakaran.
Editor: Erwin
Di tengah upaya warga menjinakkan kobaran api, seorang anak berusia enam tahun masih terjebak di dalam kamar. Nahas, nyawanya tidak tertolong setelah berhasil dievakuasi.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 07.40 Wita. Api diduga pertama kali muncul dari salah satu kamar di lantai bawah bangunan. Kepulan asap tebal yang keluar dari pintu bangunan menjadi tanda awal kebakaran diketahui warga sekitar.
Saat kejadian, ibu korban sempat menyelamatkan dua anaknya yang lain ke luar bangunan. Namun, ia kemudian menyadari masih ada satu anaknya yang tertidur di dalam kamar lantai bawah. Teriakan histeris sang ibu membuat warga bergegas memberikan pertolongan.
Salah seorang saksi mata Hayul Koyum mengatakan, warga sempat kesulitan masuk karena pintu belakang bangunan dalam kondisi terkunci. Warga akhirnya mendobrak pintu untuk menjangkau korban.
“Posisi pintu belakang saat itu terkunci, jadi langsung kami dobrak. Begitu berhasil masuk, api di dalam kamar sudah menyala dan mulai menyebar. Kami mau langsung masuk menyelamatkan anaknya, tetapi tidak bisa karena api menutup pintu kamar,” ujar Hayul.
Warga kemudian berupaya memadamkan api secara gotong royong agar akses menuju kamar dapat terbuka. Setelah kobaran mulai terkendali, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tengkurap dan tertutup selimut.
“Begitu bisa masuk, kami temukan anaknya tertutup selimut posisi tengkurap dan sudah tidak bergerak sama sekali. Korban langsung kami evakuasi ke luar untuk diberikan pertolongan pertama berupa CPR dan napas buatan,” ungkapnya.
Korban selanjutnya dilarikan ke fasilitas kesehatan di Jalan Merdeka. Tim medis sempat memberikan oksigen dan melakukan penanganan darurat. Namun, seluruh upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban.
Sementara itu, Unit Reskrim Polsek Sungai Pinang melakukan penyelidikan dengan mendatangi lokasi kejadian dan RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda.
Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang, Iptu Dedi Lantang, membenarkan adanya korban jiwa dalam kebakaran tersebut.
“Benar, sekitar pukul 07.40 Wita tadi pagi terjadi peristiwa kebakaran di Jalan Sepakat RT 17, Kelurahan Sungai Pinang Dalam. Akibat musibah ini, seorang anak ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di lokasi kejadian,” terang Dedi.
Ia mengatakan, korban ditemukan di salah satu kamar lantai bawah. Polisi masih mendalami sumber api sekaligus penyebab pasti kematian korban.