Bantuan tersebut disalurkan langsung di RT 33 Kelurahan Melayu serta RT 26 dan RT 61 Kelurahan Loa Ipuh Kamis (29/10/2026) kemarin oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Abdurrahman AR bersama Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno.
Penyaluran bantuan ini menurut Suparno merupakan bentuk kepedulian BAZNAS Kaltim dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan pascakebakaran. Bantuan paket sanitasi ini juga diberikan setelah pihaknya memperoleh informasi bahwa bantuan bahan pangan, seperti beras dan sembako, telah banyak disalurkan oleh berbagai pihak.
"Karena itu kami memilih memberikan bantuan berupa kebutuhan kebersihan pribadi dan rumah tangga agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara lebih menyeluruh," ujar Suparno dalam keterangan tertulis yang diterima Korankaltim.com Sabtu (31/10/2026).
Penyaluran bantuan difokuskan di dua Lokasi yakni Kelurahan Melayu dan Kelurahan Loa Ipuh. Adapun total bantuan yang disalurkan mencapai Rp22.989.500 Juta untuk 112 KK, diluar bantuan sembako yang sebelumnya telah diterima masyarakat.
"Setiap paket sanitasi berisi handuk besar, sabun mandi cair, sampo, pasta gigi, sikat gigi, sabun cuci cair atau bubuk, serta pewangi pakaian," jelas Suparno.
Berbagai kebutuhan tersebut diharapkan dapat membantu warga menjaga kebersihan diri dan lingkungan selama menata kembali kehidupan setelah musibah kebakaran. Selain itu juga diharapkan penyaluran bantuan kemanusiaan dapat terus didukung melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk Pemprov Kaltim sehingga upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan berkelanjutan.
"Mudah-mudahan sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, PKK, dan BAZNAS selalu terjalin untuk membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kaltim," ucap Suparno.
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kaltim juga melihat langsung kondisi warga di lokasi kebakaran. Kunjungan ini sekaligus menjadi upaya memperkuat koordinasi dengan pihak terkait agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat ditangani secara bertahap.
Berdasarkan data yang dihimpun, kebakaran di RT 33 Kelurahan Melayu berdampak terhadap 75 KK atau sebanyak 277 jiwa. Sebanyak 35 rumah dilaporkan terdampak dalam peristiwa tersebut.
Sementara itu, kebakaran di RT 26 dan RT 61 Kelurahan Loa Ipuh mengakibatkan 11 rumah terbakar dan empat rumah lainnya terdampak. Peristiwa tersebut berdampak terhadap 19 KK dan menyebabkan tiga orang meninggal dunia. (*)
Editor: Aspian Nur
Bantuan tersebut disalurkan langsung di RT 33 Kelurahan Melayu serta RT 26 dan RT 61 Kelurahan Loa Ipuh Kamis (29/10/2026) kemarin oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Abdurrahman AR bersama Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno.
Penyaluran bantuan ini menurut Suparno merupakan bentuk kepedulian BAZNAS Kaltim dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan pascakebakaran. Bantuan paket sanitasi ini juga diberikan setelah pihaknya memperoleh informasi bahwa bantuan bahan pangan, seperti beras dan sembako, telah banyak disalurkan oleh berbagai pihak.
"Karena itu kami memilih memberikan bantuan berupa kebutuhan kebersihan pribadi dan rumah tangga agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara lebih menyeluruh," ujar Suparno dalam keterangan tertulis yang diterima Korankaltim.com Sabtu (31/10/2026).
Penyaluran bantuan difokuskan di dua Lokasi yakni Kelurahan Melayu dan Kelurahan Loa Ipuh. Adapun total bantuan yang disalurkan mencapai Rp22.989.500 Juta untuk 112 KK, diluar bantuan sembako yang sebelumnya telah diterima masyarakat.
"Setiap paket sanitasi berisi handuk besar, sabun mandi cair, sampo, pasta gigi, sikat gigi, sabun cuci cair atau bubuk, serta pewangi pakaian," jelas Suparno.
Berbagai kebutuhan tersebut diharapkan dapat membantu warga menjaga kebersihan diri dan lingkungan selama menata kembali kehidupan setelah musibah kebakaran. Selain itu juga diharapkan penyaluran bantuan kemanusiaan dapat terus didukung melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk Pemprov Kaltim sehingga upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan berkelanjutan.
"Mudah-mudahan sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, PKK, dan BAZNAS selalu terjalin untuk membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kaltim," ucap Suparno.
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kaltim juga melihat langsung kondisi warga di lokasi kebakaran. Kunjungan ini sekaligus menjadi upaya memperkuat koordinasi dengan pihak terkait agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat ditangani secara bertahap.
Berdasarkan data yang dihimpun, kebakaran di RT 33 Kelurahan Melayu berdampak terhadap 75 KK atau sebanyak 277 jiwa. Sebanyak 35 rumah dilaporkan terdampak dalam peristiwa tersebut.
Sementara itu, kebakaran di RT 26 dan RT 61 Kelurahan Loa Ipuh mengakibatkan 11 rumah terbakar dan empat rumah lainnya terdampak. Peristiwa tersebut berdampak terhadap 19 KK dan menyebabkan tiga orang meninggal dunia. (*)
Editor: Aspian Nur