Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Luasnya area kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Tatako Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, membuat upaya pemadaman dari darat semakin berat.
Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Luasnya area kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Tatako Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, membuat upaya pemadaman dari darat semakin berat.
Dengan kobaran api yang diperkirakan telah menjangkau 50 hektare dan sempat mendekati rumah warga hingga sekitar lima meter, BPBD Samarinda kini berharap pemerintah pusat segera memberikan dukungan pemadaman melalui udara.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda Suwarso mengatakan, bantuan udara sangat dibutuhkan untuk mempercepat penanganan kebakaran yang hingga Sabtu (31/10/2026) masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Pengerahan personel dan armada pemadam dari darat telah dilakukan secara maksimal. Namun, luasnya wilayah terbakar, kondisi medan yang sulit dijangkau, serta keterbatasan sumber air membuat upaya tersebut belum cukup untuk mengendalikan seluruh titik api.
"Teman-teman sudah bekerja maksimal tetapi dengan kondisi wilayah yang begitu luas, vegetasi kering dan sumber air yang jauh, kami memang membutuhkan bantuan pemadaman dari udara," ujar Suwarso
Kebakaran sebelumnya telah ditangani sejak siang hingga sekitar pukul 03.00 WITA dini hari. Setelah sempat dinyatakan aman, laporan kebakaran kembali diterima sekitar pukul 08.00 WITA pagi.
"Api kembali membesar dan menjalar ke area lahan di sekitarnya. Kami menerima laporan kebakaran sekitar pukul 08.00 WITA setelah sebelumnya lokasi sempat dinyatakan aman," kata Suwarso.
Kebakaran pada kejadian sebelumnya diperkirakan menghanguskan sekitar 18 hektare lahan. Sementara kebakaran yang kembali meluas pada Sabtu diperkirakan mencapai 50 hektare.
"Untuk kebakaran kemarin itu sekitar 18 hektare. Kemudian untuk kebakaran hari ini diperkirakan sekitar 50 hektare dan sampai sekarang masih belum bisa dipadamkan sepenuhnya," jelasnya.
Kondisi vegetasi yang didominasi semak belukar, pepohonan kering, dan rerumputan turut mempercepat penjalaran api. Di sisi lain, jauhnya sumber air mengharuskan kendaraan pemadam bolak-balik melakukan pengisian sebelum kembali ke lokasi kebakaran.
"Api sempat mendekati rumah warga dengan jarak sekitar lima meter. Selain itu, beberapa petugas juga mengalami sesak napas akibat kepulan asap pekat saat melakukan pemadaman dan harus mendapatkan penanganan," ucapnya.
Melihat kondisi tersebut, Suwarso berharap informasi mengenai perkembangan karhutla di Samarinda dapat diteruskan kepada pemerintah pusat di Jakarta agar bantuan pemadaman melalui udara segera direalisasikan.
"Kami berharap media bisa membantu menyampaikan kondisi ini ke pemerintah pusat, supaya ada perhatian dan bantuan yang lebih besar, terutama untuk pemadaman melalui udara," tutup Suwarso.
Editor: Aspian Nur
Dengan kobaran api yang diperkirakan telah menjangkau 50 hektare dan sempat mendekati rumah warga hingga sekitar lima meter, BPBD Samarinda kini berharap pemerintah pusat segera memberikan dukungan pemadaman melalui udara.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda Suwarso mengatakan, bantuan udara sangat dibutuhkan untuk mempercepat penanganan kebakaran yang hingga Sabtu (31/10/2026) masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Pengerahan personel dan armada pemadam dari darat telah dilakukan secara maksimal. Namun, luasnya wilayah terbakar, kondisi medan yang sulit dijangkau, serta keterbatasan sumber air membuat upaya tersebut belum cukup untuk mengendalikan seluruh titik api.
"Teman-teman sudah bekerja maksimal tetapi dengan kondisi wilayah yang begitu luas, vegetasi kering dan sumber air yang jauh, kami memang membutuhkan bantuan pemadaman dari udara," ujar Suwarso

Kebakaran sebelumnya telah ditangani sejak siang hingga sekitar pukul 03.00 WITA dini hari. Setelah sempat dinyatakan aman, laporan kebakaran kembali diterima sekitar pukul 08.00 WITA pagi.
"Api kembali membesar dan menjalar ke area lahan di sekitarnya. Kami menerima laporan kebakaran sekitar pukul 08.00 WITA setelah sebelumnya lokasi sempat dinyatakan aman," kata Suwarso.
Kebakaran pada kejadian sebelumnya diperkirakan menghanguskan sekitar 18 hektare lahan. Sementara kebakaran yang kembali meluas pada Sabtu diperkirakan mencapai 50 hektare.
"Untuk kebakaran kemarin itu sekitar 18 hektare. Kemudian untuk kebakaran hari ini diperkirakan sekitar 50 hektare dan sampai sekarang masih belum bisa dipadamkan sepenuhnya," jelasnya.

Kondisi vegetasi yang didominasi semak belukar, pepohonan kering, dan rerumputan turut mempercepat penjalaran api. Di sisi lain, jauhnya sumber air mengharuskan kendaraan pemadam bolak-balik melakukan pengisian sebelum kembali ke lokasi kebakaran.
"Api sempat mendekati rumah warga dengan jarak sekitar lima meter. Selain itu, beberapa petugas juga mengalami sesak napas akibat kepulan asap pekat saat melakukan pemadaman dan harus mendapatkan penanganan," ucapnya.
Melihat kondisi tersebut, Suwarso berharap informasi mengenai perkembangan karhutla di Samarinda dapat diteruskan kepada pemerintah pusat di Jakarta agar bantuan pemadaman melalui udara segera direalisasikan.
"Kami berharap media bisa membantu menyampaikan kondisi ini ke pemerintah pusat, supaya ada perhatian dan bantuan yang lebih besar, terutama untuk pemadaman melalui udara," tutup Suwarso.

Editor: Aspian Nur










Pusat gempa berada di laut 97 km barat Kodi, Sumba Barat Daya
31 Okt 2026, 12:39:20 WIB • Kedalaman 28 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG