Diketahui, Kaltim diproyeksikan akan memiliki sebanyak 1.037 gerai KDKMP yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. Namun, hingga saat ini sejak diluncurkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, pada 21 Juli 2025 lalu, belum ada satu pun dari gerai tersebut yang beroperasi.
Kepala DPPKUKM Kaltim Heni Purwaningsih mengatakan, ratusan gerai ini masih berada dalam tahap pemenuhan sarana dan prasarana sebelum dapat menjalankan kegiatan usaha. Dari total 1.037 koperasi yang telah terbentuk secara kelembagaan di Kaltim, sebanyak 197 gerai telah selesai menjalani verifikasi dan validasi dengan kondisi pembangunan mencapai 100 persen.
"Sebanyak 197 gerai sudah selesai diverifikasi dan divalidasi. Saat ini masih dalam tahap melengkapi sarana dan prasarana untuk gerai tersebut," ujar Heni.
Untuk operasional gerai kini masih menunggu distribusi produk atau barang yang nantinya akan dipasok oleh Agrinas. Sedangkan penempatan manajer koperasi untuk gerai-gerai disebutnya kini telah dilakukan.
"Walaupun memang setelah penyelesaian bangunan fisik ini belum secara otomatis membuat gerai bisa langsung melayani masyarakat. Karena ketersediaan barang dan kesiapan fasilitas pendukung masih menjadi bagian yang harus dipenuhi," ujar Heni lagi.
Ratusan gerai yang telah rampung ini tersebar di sembilan kabupaten/kota di Kaltim. Sementara untuk Kabupaten Mahakam Ulu kini proses pembangunan gerainya masih berjalan.
"Untuk Di Mahakam Ulu, saat ini terdapat dua gerai yang masih dalam proses pembangunan. Sedangkan pembentukan kelembagaan koperasi beserta kepengurusannya telah dilakukan sejak awal," katanya.
Diluar pembangunan gerai melalui program tersebut, Heni mengungkapkan terdapat 70 Koperasi Merah Putih yang telah merintis usaha secara mandiri sejak awal pembentukan. Usaha ini kata dia dijalankan melalui inisiatif masing-masing koperasi, dan terpisah dari pembangunan gerai yang dikoordinasikan Agrinas.
"Karena itu kami akan melihat peluang kolaborasi antara usaha mandiri yang telah berjalan dengan kegiatan bisnis gerai yang dikoordinasikan Agrinas," tutupnya.
Editor: Aspian Nur
Diketahui, Kaltim diproyeksikan akan memiliki sebanyak 1.037 gerai KDKMP yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. Namun, hingga saat ini sejak diluncurkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, pada 21 Juli 2025 lalu, belum ada satu pun dari gerai tersebut yang beroperasi.
Kepala DPPKUKM Kaltim Heni Purwaningsih mengatakan, ratusan gerai ini masih berada dalam tahap pemenuhan sarana dan prasarana sebelum dapat menjalankan kegiatan usaha. Dari total 1.037 koperasi yang telah terbentuk secara kelembagaan di Kaltim, sebanyak 197 gerai telah selesai menjalani verifikasi dan validasi dengan kondisi pembangunan mencapai 100 persen.
"Sebanyak 197 gerai sudah selesai diverifikasi dan divalidasi. Saat ini masih dalam tahap melengkapi sarana dan prasarana untuk gerai tersebut," ujar Heni.
Untuk operasional gerai kini masih menunggu distribusi produk atau barang yang nantinya akan dipasok oleh Agrinas. Sedangkan penempatan manajer koperasi untuk gerai-gerai disebutnya kini telah dilakukan.
"Walaupun memang setelah penyelesaian bangunan fisik ini belum secara otomatis membuat gerai bisa langsung melayani masyarakat. Karena ketersediaan barang dan kesiapan fasilitas pendukung masih menjadi bagian yang harus dipenuhi," ujar Heni lagi.
Ratusan gerai yang telah rampung ini tersebar di sembilan kabupaten/kota di Kaltim. Sementara untuk Kabupaten Mahakam Ulu kini proses pembangunan gerainya masih berjalan.
"Untuk Di Mahakam Ulu, saat ini terdapat dua gerai yang masih dalam proses pembangunan. Sedangkan pembentukan kelembagaan koperasi beserta kepengurusannya telah dilakukan sejak awal," katanya.
Diluar pembangunan gerai melalui program tersebut, Heni mengungkapkan terdapat 70 Koperasi Merah Putih yang telah merintis usaha secara mandiri sejak awal pembentukan. Usaha ini kata dia dijalankan melalui inisiatif masing-masing koperasi, dan terpisah dari pembangunan gerai yang dikoordinasikan Agrinas.
"Karena itu kami akan melihat peluang kolaborasi antara usaha mandiri yang telah berjalan dengan kegiatan bisnis gerai yang dikoordinasikan Agrinas," tutupnya.
Editor: Aspian Nur