Ketua DPW PKB Kaltim, Syafruddin, menyebut almarhum sebagai salah satu tokoh yang ikut berjuang membesarkan partai hingga mampu menempatkan kadernya dalam jajaran pimpinan DPRD. Bagi Syafruddin, capaian tersebut merupakan hasil perjalanan panjang yang turut melibatkan dedikasi Jahidin.
“Beliau ini pejuang PKB. Kami sama-sama berjuang menghadirkan kursi dari nol kursi sampai sekarang kita sudah berada di pimpinan DPRD. Itu salah satu kinerja dan karya beliau,” ujar Syafruddin saat melayat ke rumah duka di Jalan Elang, Samarinda, Kamis (15/10/2026).
Menurutnya, kepergian Jahidin menjadi kehilangan bagi keluarga besar partai. Almarhum tidak hanya menjalankan tugas sebagai wakil rakyat, tetapi juga memiliki peran dalam perjalanan politik PKB di Benua Etam.
Jahidin merupakan anggota DPRD Kaltim dari daerah pemilihan Samarinda yang telah dipercaya masyarakat selama tiga periode berturut-turut. Pada Pemilu 2024, ia kembali memperoleh kursi legislatif setelah meraih 8.360 suara sah.
Dalam periode 2024-2029, Jahidin bertugas di Komisi III DPRD Kaltim, Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), serta menjadi penasihat Fraksi PKB. Kiprahnya di lembaga legislatif berjalan beriringan dengan aktivitasnya dalam kepengurusan partai sebagai Ketua DPC PKB Samarinda.
Syafruddin mengaku memiliki kedekatan dengan almarhum selama menjalani perjuangan politik bersama. Ia menyampaikan duka mendalam sekaligus mendoakan agar seluruh amal ibadah Jahidin diterima Allah SWT dan segala kekhilafannya diampuni.
“Kami mendoakan semoga segala amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT dan segala kesalahannya diampuni,” tuturnya.
Jahidin meninggal dunia pada Kamis (15/10/2026), dalam usia 67 tahun. Sebelum kondisi kesehatannya menurun, ia sempat memberikan kesaksian sebagai saksi ahli di Pengadilan Negeri Samarinda. Setelah persidangan, ia dibawa ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie untuk mendapatkan penanganan medis.
Di tengah suasana duka, Syafruddin menegaskan bahwa pengurus PKB belum membahas persoalan pergantian posisi yang ditinggalkan almarhum. Saat ini, perhatian partai masih tertuju pada keluarga dan proses pemakaman.
“Kami belum sampai ke sana. Kami masih berduka. Biarkan kami bersama keluarga mengantarkan beliau ke tempat peristirahatan terakhirnya,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Ketua DPW PKB Kaltim, Syafruddin, menyebut almarhum sebagai salah satu tokoh yang ikut berjuang membesarkan partai hingga mampu menempatkan kadernya dalam jajaran pimpinan DPRD. Bagi Syafruddin, capaian tersebut merupakan hasil perjalanan panjang yang turut melibatkan dedikasi Jahidin.
“Beliau ini pejuang PKB. Kami sama-sama berjuang menghadirkan kursi dari nol kursi sampai sekarang kita sudah berada di pimpinan DPRD. Itu salah satu kinerja dan karya beliau,” ujar Syafruddin saat melayat ke rumah duka di Jalan Elang, Samarinda, Kamis (15/10/2026).
Menurutnya, kepergian Jahidin menjadi kehilangan bagi keluarga besar partai. Almarhum tidak hanya menjalankan tugas sebagai wakil rakyat, tetapi juga memiliki peran dalam perjalanan politik PKB di Benua Etam.
Jahidin merupakan anggota DPRD Kaltim dari daerah pemilihan Samarinda yang telah dipercaya masyarakat selama tiga periode berturut-turut. Pada Pemilu 2024, ia kembali memperoleh kursi legislatif setelah meraih 8.360 suara sah.
Dalam periode 2024-2029, Jahidin bertugas di Komisi III DPRD Kaltim, Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), serta menjadi penasihat Fraksi PKB. Kiprahnya di lembaga legislatif berjalan beriringan dengan aktivitasnya dalam kepengurusan partai sebagai Ketua DPC PKB Samarinda.
Syafruddin mengaku memiliki kedekatan dengan almarhum selama menjalani perjuangan politik bersama. Ia menyampaikan duka mendalam sekaligus mendoakan agar seluruh amal ibadah Jahidin diterima Allah SWT dan segala kekhilafannya diampuni.
“Kami mendoakan semoga segala amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT dan segala kesalahannya diampuni,” tuturnya.
Jahidin meninggal dunia pada Kamis (15/10/2026), dalam usia 67 tahun. Sebelum kondisi kesehatannya menurun, ia sempat memberikan kesaksian sebagai saksi ahli di Pengadilan Negeri Samarinda. Setelah persidangan, ia dibawa ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie untuk mendapatkan penanganan medis.
Di tengah suasana duka, Syafruddin menegaskan bahwa pengurus PKB belum membahas persoalan pergantian posisi yang ditinggalkan almarhum. Saat ini, perhatian partai masih tertuju pada keluarga dan proses pemakaman.
“Kami belum sampai ke sana. Kami masih berduka. Biarkan kami bersama keluarga mengantarkan beliau ke tempat peristirahatan terakhirnya,” pungkasnya.
Editor: Erwin