Senin, 24/03/2025
Senin, 24/03/2025
Anggota DPD RI, Aji Mirni Mawarni (Surya/KK)
Senin, 24/03/2025

Anggota DPD RI, Aji Mirni Mawarni (Surya/KK)
Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan Kalimantan Timur, Aji Mirni Mawarni, menyuarakan isu pendidikan di Kaltim yang harus segera ditangani, diantaranya terkait ketersediaan sekolah yang tidak merata di daerah daerah pelosok.
Menurutnya, sampai saat ini untuk keberadaan sekolah setingkat SMA atau SMK saja masih hanya berada di pusat kecamatan. "Sedangkan antara desa ke kecamatan di Kaltim memiliki jarak yang cukup jauh, mulai dari 10 hingga 12 km, sehingga hal tersebut tentunya menyusahkan para pelajar di daerah yang ingin mengenyam pendidikan," ujar Aji Mirni kepada Korankaltim.com Senin (24/3/2025) hari ini.
Saat ini pemerintah pusat tengah membahas sekolah rakyat yang dinilai bisa menjadi solusi sebab ditargetkan sekolah ini akan memiliki asrama. "Sehingga para siswa yang tinggal di daerah yang jauh dari kecamatan bisa tinggal di asrama serta mampu mengenyam pendidikan bahkan hingga 12 tahun, dan ini tentunya tanggung jawab pemerintah daerah," paparnya.
Sekolah rakyat sendiri merupakan program kerja yang digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto yang bertujuan untuk menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin.
Menurut Aji Mirni program ini sesuai dengan program yang digagas oleh Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud yakni Gratispol. "Pastinya jika program ini direalisasikan benar-benar, maka akan memberikan positif buat bagi orang-orang yang tidak mampu," sebutnya.
Sekolah Rakyat dipaparkan Kementerian Sosial (Kemensos) selaku lembaga yang menaungi program ini dalam rapat kerja di awal bulan lalu. "Kemensos ini baru dapat intruksi untuk (menjalankan) Sekolah Rakyat, dan nantinya akan dilaksanakan ditingkat SMA, SMP, hingga SD," tutup Aji.
Editor: Aspian Nur
Senin, 24/03/2025
Anggota DPD RI, Aji Mirni Mawarni (Surya/KK)
TERPOPULER