Di Indonesia dalam memperingati hari lahir Rasulullah kerap dilaksanakan mauludan di setiap masjid, musala, maupun tempat-tempat lainnya.
Kali ini masyarakat sekitar lingkungan DPRD Kaltim yang merayakan maulid Nabi Muhammad SAW di halaman Masjid Al-Maghfirah, Jalan Teuku Umar, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Sabtu (14/10/2023) malam.
Ketua RT 36 Kelurahan Lok Bahu, Andri Herpanda mengatakan setiap peringatan hari besar Islam (PHBI) sejatinya rutin dilakukan di lingkungannya. Baik itu Maulid Nabi, Isra Mikraj, tahun baru hijriah, hingga peringati malam nuzulul Qur’an. “Itu rutin kami lakukan setiap tahunnya,” ungkap Andri.
Dari peringatan Mauludan ini diharapkan seluruh masyarakat dapat mengambil hikmah dari sifat Rasulullah, mengingat saat ini sedang masa politik yang rentan akan konflik antar sesama. “Kita ingin masyarakat tetap menjaga kesatuan dan persatuan,” terangnya.
Ia mengapresiasi Polda Kaltim karena sangat mendukung kegiatan ini, tentu semata-mata demi menjaga kondusifitas khususnya di lingkungan kantor DPRD Kaltim.
“Saya sangat bermohon semoga kita di tahun politik ini, meskipun berbeda partai, pilihan politik, agama, dan suku tetap menjunjung tinggi persatuan karena NKRI itu harga mati,” tegasnya.
“Saya juga berharap di momen pemilu ini masyarakat tetap kondusif, rukun dan tidak terpisah-pisah,” harapnya.
Ketua RT 1 Kelurahan Lok Bahu Yusuf Bahtimi menyebutkan sebagai umat muslim sudah semestinya meneladani sifat Rasulullah. Karenanya pembelajaran mengenai keagamaan, seperti sejarah Rasul, mengaji, hingga peribadahan sudah seyogianya harus diterapkan.
“Generasi sekarang kan sudah tergerus gadget, makanya sangat perlu untuk kembali mengaji dan beribadah,” ucapnya.
Ia pun berpesan kepada seluruh orang tua di wilayahnya untuk dapat mendidik anaknya dengan baik agar tidak terjerumus ke hal negatif dari berkembangnya dunia digital ini. “Harus bisa filter mana yang baik dan buruk terhadap perkembangan anak kita,” tukasnya. (*)