Senin, 20/02/2023
Senin, 20/02/2023
Putut Pranomo, di program Korkal Siniar (Dok Koran Kaltim)
Senin, 20/02/2023

Putut Pranomo, di program Korkal Siniar (Dok Koran Kaltim)
Penulis: Rusdianto
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Program Transmigrasi kerap kali mendapat stigma negatif. Salah satunya, adalah usaha Jawanisasi atau penyebaran orang Jawa ke seluruh Indonesia. Selain itu, program ini tak jarang diidentikkan dengan pemerintahan Presiden Soeharto di masa Orde Baru. Tapi, dua pernyataan di atas dibantah oleh Ketua DPD Persaudaraan Anak Transmigran Republik Indonesia (PATRI) Kalimantan Timur (Kaltim) Putut Pranomo.
Dalam sesi di Podcast Korkal Siniar, di Kanal YouTube Koran Kaltim Video. Putut menjelaskan bahwa program ini sudah dicanangkan sejak masa pemerintahan Presiden Sukarno.
"Ini sudah ada sejak Presiden Sukarno. Transmigration. Pak Karno nyebutnya Transmigration," ujar Putut.
Selain itu, Putut juga memastikan bahwa anggapan bahwa program transmigrasi adalah usaha Jawanisasi adalah hal yang keliru. Pasalnya, meskipun peserta transmigrasi kebanyakan dari Pulau Jawa. Namun, tidak semuanya merupakan orang Jawa.
"Salah itu kalau disebut Jawanisasi. Tidak ada. Soalnya kan ada juga yang dari Lampung, dari Betawi, dari Sunda. Banyak. Ini program yang bisa diikuti oleh semua orang," beber Putut.
Ia mengatakan, Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari satu tempat ke wilayah lain, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan.
Editor: Rusdianto
Senin, 20/02/2023
Putut Pranomo, di program Korkal Siniar (Dok Koran Kaltim)
TERPOPULER