Jumat, 31/07/2026

Serap Aspirasi Warga Empat Kampung, Ketua DPRD Mahulu Sebut Infrastruktur dan Pendidikan jadi Prioritas

Jumat, 31/07/2026

Devung Paran foto bersama aparatur kampung dan masyarakat usai melaksanakan kegiatan Reses II Masa Sidang II Tahun 2026 di Kantor Kampung Tiong Bu'u, Kecamatan Long Apari, untuk menyerap aspirasi dan usulan pembangunan dari warga. (Julika/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Serap Aspirasi Warga Empat Kampung, Ketua DPRD Mahulu Sebut Infrastruktur dan Pendidikan jadi Prioritas

Jumat, 31/07/2026

logo

Devung Paran foto bersama aparatur kampung dan masyarakat usai melaksanakan kegiatan Reses II Masa Sidang II Tahun 2026 di Kantor Kampung Tiong Bu'u, Kecamatan Long Apari, untuk menyerap aspirasi dan usulan pembangunan dari warga. (Julika/Korankaltim.com)

 ‎Penulis: Julika Hengin ‎

‎KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Ketua DPRD Mahakam Ulu (Mahulu) Devung Paran menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat melaksanakan reses masa sidang II di empat kampung yakni Long Apari, Noha Tivab, Long Kerio dan Tiong Buu. ‎‎

Reses yang difokuskan untuk penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan itu menghasilkan sejumlah usulan prioritas mulai dari penyediaan air bersih, pengadaan alat berat, pembangunan infrastruktur jalan hingga pembangunan gedung pendidikan. 

Masyarakat di Long Apari dan Noha Tivab yang merupakan dua kampung paling hulu di Mahulu memahami kondisi keuangan daerah sehingga hanya menyampaikan kebutuhan yang benar-benar mendesak. ‎‎

"Karena reses ini lebih fokus untuk anggaran perubahan, pemerintah kampung juga memahami kondisi keuangan daerah sehingga usulan yang disampaikan tidak terlalu banyak dan lebih kepada kebutuhan yang menjadi prioritas," kata Devung kepada Korankaltim.com Jumat (31/7/2026). ‎Masyarakat di kedua kampung tersebut mengusulkan dua kebutuhan utama yakni penyediaan air bersih dan pengadaan ekskavator. 

Pemerintah kampung selama ini belum mampu menganggarkan pembelian alat berat melalui APB Kampung. ‎‎Padahal ekskavator sangat dibutuhkan untuk membuka akses jalan menuju sekolah, permukiman, hingga lahan pertanian masyarakat. Selama ini, warga masih bergantung pada jalur sungai yang dinilai memiliki risiko cukup tinggi. ‎‎

"Mereka memiliki banyak pekerjaan membuka akses jalan. Karena kondisi sungai juga cukup berisiko, masyarakat berharap tersedia jalan darat yang memadai. Untuk itu mereka mengusulkan pengadaan ekskavator melalui aspirasi DPRD," paparnya. 

‎‎Selain itu masyarakat juga meminta percepatan pembangunan ruas jalan menuju wilayah Long Apari dan Noha Tivab agar keterisolasian dua kampung tersebut dapat dikurangi. ‎‎Sementara di Kampung Long Kerio warga mengusulkan pengadaan sarana dan prasarana sebagai persiapan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Isau Onam, kegiatan budaya tahunan masyarakat Suku Aoheng. ‎‎Adapun di Kampung Tiong Buu aspirasi warga lebih banyak berkaitan dengan sektor pendidikan. 

Devung mengungkapkan gedung TK PAUD yang melayani anak-anak dari lima kampung mengalami kebakaran pada tahun lalu. Akibatnya, sekitar 49 anak usia dini hingga kini harus mengikuti proses belajar di Lamin Adat karena belum memiliki gedung sekolah. ‎Pihak sekolah telah dua kali mengajukan proposal pembangunan gedung kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mahulu setelah dilakukan peninjauan lapangan. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut maupun kepastian realisasi pembangunan. 

"‎‎Karena itu warga kembali menyampaikan aspirasi kepada DPRD agar kami memperjuangkan pembangunan gedung TK PAUD tersebut sehingga anak-anak bisa kembali belajar di tempat yang layak," ujar Devung. ‎‎

Selain pembangunan gedung baru, masyarakat juga mengusulkan agar status TK PAUD tersebut dapat dinegerikan guna meningkatkan pelayanan pendidikan anak usia dini di wilayah tersebut. Seluruh aspirasi hasil reses akan dibahas bersama pemerintah daerah sebagai bahan penyusunan program pembangunan sesuai skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah. Ia berharap kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman Mahulu, dapat dipenuhi secara bertahap melalui perencanaan anggaran pemerintah daerah. ‎ 

Editor: Aspian Nur 

Serap Aspirasi Warga Empat Kampung, Ketua DPRD Mahulu Sebut Infrastruktur dan Pendidikan jadi Prioritas

Jumat, 31/07/2026

Devung Paran foto bersama aparatur kampung dan masyarakat usai melaksanakan kegiatan Reses II Masa Sidang II Tahun 2026 di Kantor Kampung Tiong Bu'u, Kecamatan Long Apari, untuk menyerap aspirasi dan usulan pembangunan dari warga. (Julika/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait