"Yang kerja bakti ini full dari anggota Bapera Sungai Pinang, total sekitar 35 orang," kata Slamet kepada korankaltim.com. Bakti sosial ini ialah program perdana dari Bapera. Slamet mengaku memiliki slogan dan prinsip yang teguh untuk dipegang yakni hari ini pelantikan, esok perjuangan.
"Makanya kami lakukan kerja-kerja ini sebagai bentuk perjuangan," tegasnya. Tidak hanya melakukan kerja pembangunan, namun Bapera juga membuka donasi secara umum, bagi yang ingin meyumbangkan sedikit hartanya untuk dapat bersama-sama membangun tempat ibadah ini.

Apalagi musala tersebut setiap harinya terdapat murid yang melakukan pengajian rutin dengan total berkisar 120 orang. Menurutnya, tempat ibadah merupakan fasilitas yang digunakan secara umum, serta pemanfaatannya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat banyak. "Sebab itu seluruh anggota Bapera di Sungai Pinang ini secara bergantian melakukan kerja bakti mulai hari ini sampai selesai nanti," ujar Slamet.
Sekretaris DPC Sungai Pinang, Royhid Perdana Putra menambahkan kegiatan sosial ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar. Tidak hanya dalam hal pembangunan melainkan agar dapat memberikan efek kenyamansn terhadap para jamaah yang ingin beribadah. "Kalau saat ini kurang ramai, semoga setelah jadi nanti bisa ramai. Insya Allah kalau hari ini masih musala berharap ke depan bisa jadi masjid," tuturnya.
Kegiatan sosial yang akan dilakukan tidak hanya pada pembangunan masjid ini saja, melainkan juga akan ada agenda-agenda selanjutnya yang dilaksanakan. Namun, tetap dalam koridor yang bersifat sosial. "Setiap kegiatan sosial kita siap jadi garda terdepan untuk membantu masyarakat," jelas Royhid.
Ketua Pengurus Musala Mambaul Ulum, Ahmad Samidin mengaku bersyukur dengan inisiatif dari Bapera Sungai Pinang dengan melakukan bakti sosial ini. Samidin berharap Bapera nantinya bermanfaat kepada masyarakat, khususnya di Samarinda maupun di Indonesia "Semoga juga bisa menjadi penyambung lidah dari masyarakat," tutur Ahmad Samidin yang juga merupakan kader Bapera Sungai Pinang.
Seyogianya di Samarinda menurutnya masih banyak musala yang perlu dibenahi. Selain itu juga masih minimnya lokasi untuk kuburan muslimin, kalau pun ada kondisinya sangat memprihatinkan dengan lokasi yang kurang representatif. "Diharapkan pemerintah dapat turun tangan terkait hal ini," tutup Samidin. (adv)
Penulis : Faishal Ays
Editor: Aspian Nur