Anggota DPR RI perwakilan Kalimantan Timur ini melakukan sosialisasi empat pilar di Sangatta Kutai Timur, 11 Agustus 2020 lalu.
"Sejarah telah mengajarkan bagaimana filosofi bangsa ini dibuat. Banyak kontribusi ulama saat itu yang mewariskan pemikiran kebangsaan yang selalu relevan sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara," bebernya.
Menurutnya, aksi para pelaku perjuangan ditakuti penjajah. Misalnya Pangeran Diponegoro, Mohammad Hatta dan lainnya
"Jas merah dan jas hijau, jangan melupakan sejarah dan jangan melupakan jasa ulama," ujar KH. Aus Hidayat Nur.
Dirinya menekankan agar bangsa indonesia mempelajari, mengamalkan dan setia dengan empat pilar.
Empat pilar itu adalah Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD RI tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Ketetapan MPR RI tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.
"Lagu-lagu bernuansa kebangsaan juga sarat makna. Mari kita nyanyikan agar bisa menyerap energi kepahlawanan dan meneladani para pejuang bangsa," serunya.
Di akhir kegiatan sosialisasi empat pilar itu ditutup dengan menyanyikan lagu syukur dan hari kemerdekaan 17 Agustus karya H. Mutahar, seorang ulama penggubah lagu.(Adv)
Penulis: Zulhamri
Editor: Aspian