Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian PPU Ristu Pramula menjelaskan, vaksinasi diperuntukkan bagi hewan yang berpotensi menularkan rabies terutama anjing, kera dan kucing.
“Tahun ini kami mendapatkan 1.000 dosis vaksin rabies dan semuanya sudah terealisasi. Sejak Agustus sudah 100 persen tapi hewan peliharaan yang perlu divaksin masih cukup banyak,” kata Ristu kepada Korankaltim.com Rabu (4/11/2026).
Penyuntikan vaksin rabies dilakukan dengan sistem jemput bola. Petugas mendatangi rumah warga yang memiliki hewan peliharaan untuk memberikan vaksinasi. Selain itu, pemilik hewan juga dapat mendatangi tempat pelayanan vaksinasi di Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam.
“Pelaksanaannya tetap jemput bola ke masyarakat. Kalau ada hewan yang belum terjangkau, pemilik bisa datang meminta vaksinasi, tetapi sekarang stok vaksinnya memang sudah habis,” jelasnya.
Permintaan vaksinasi dari masyarakat cukup tinggi, khususnya di Kecamatan Penajam. Kondisi tersebut menjadi bahan pertimbangan untuk mengusulkan penambahan kebutuhan vaksin pada tahun anggaran berikutnya.
“Masih banyak warga yang meminta vaksinasi, tetapi dosisnya sudah habis. Kami sebenarnya mengusulkan sekitar 3.000 dosis untuk tahun berikutnya, tentu realisasinya bergantung pada anggaran provinsi,” ungkap Ristu.
Masyarakat yang memiliki hewan peliharaan perlu mengikuti vaksinasi rabies sebagai langkah pencegahan penyakit yang dapat menular dari hewan kepada manusia. Pemerintah kabupaten berharap tambahan dosis vaksin pada tahun mendatang dapat menjangkau lebih banyak hewan, sehingga pelayanan vaksinasi di lapangan dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara lebih luas dan berkelanjutan.
Editor: Aspian Nur
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian PPU Ristu Pramula menjelaskan, vaksinasi diperuntukkan bagi hewan yang berpotensi menularkan rabies terutama anjing, kera dan kucing.
“Tahun ini kami mendapatkan 1.000 dosis vaksin rabies dan semuanya sudah terealisasi. Sejak Agustus sudah 100 persen tapi hewan peliharaan yang perlu divaksin masih cukup banyak,” kata Ristu kepada Korankaltim.com Rabu (4/11/2026).
Penyuntikan vaksin rabies dilakukan dengan sistem jemput bola. Petugas mendatangi rumah warga yang memiliki hewan peliharaan untuk memberikan vaksinasi. Selain itu, pemilik hewan juga dapat mendatangi tempat pelayanan vaksinasi di Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam.
“Pelaksanaannya tetap jemput bola ke masyarakat. Kalau ada hewan yang belum terjangkau, pemilik bisa datang meminta vaksinasi, tetapi sekarang stok vaksinnya memang sudah habis,” jelasnya.
Permintaan vaksinasi dari masyarakat cukup tinggi, khususnya di Kecamatan Penajam. Kondisi tersebut menjadi bahan pertimbangan untuk mengusulkan penambahan kebutuhan vaksin pada tahun anggaran berikutnya.
“Masih banyak warga yang meminta vaksinasi, tetapi dosisnya sudah habis. Kami sebenarnya mengusulkan sekitar 3.000 dosis untuk tahun berikutnya, tentu realisasinya bergantung pada anggaran provinsi,” ungkap Ristu.
Masyarakat yang memiliki hewan peliharaan perlu mengikuti vaksinasi rabies sebagai langkah pencegahan penyakit yang dapat menular dari hewan kepada manusia. Pemerintah kabupaten berharap tambahan dosis vaksin pada tahun mendatang dapat menjangkau lebih banyak hewan, sehingga pelayanan vaksinasi di lapangan dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara lebih luas dan berkelanjutan.
Editor: Aspian Nur