Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah PPU Nicko Herlambang memaparkan, selama ini cadangan air yang ada belum tertampung secara optimal dan hanya mengalir begitu saja. Jika mengacu pada skema bendung yang direncanakan sebelumnya, biaya yang dibutuhkan tergolong sangat besar. Oleh karena itu, optimalisasi Embung Lawe-Lawe menjadi opsi rasional di tengah keterbatasan anggaran.
"Menggunakan skema bendung itu biayanya cukup besar. Dengan keterbatasan anggaran, kita coba maksimalkan embung yang sudah ada," kata Nicko kepada Korankaltim.com Selasa (3/11/2026).
Karena itu Perumda perlu menyiapkan alternatif lain untuk menjaga pasokan selama proses penyiapan cadangan air berlangsung.
"Ada opsi yang juga kita diskusikan, yakni embung dari wilayah Buluminung. Itu sudah ada existing air yang bisa digunakan. Tentu dalam prosesnya memenuhi treatment sehingga layak secara lingkungan hidup dan aman digunakan," paparnya.
Selain itu waktu pengerjaan juga jadi pertimbangan karena pemerintah tidak mungkin membiarkan masyarakat menunggu hingga tiga sampai empat bulan hanya untuk progres pengerjaan proyek. "Pertimbangannya ini bukan hanya masalah biaya, tetapi adalah waktu," tutup Nicko.
Editor: Aspian Nur
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah PPU Nicko Herlambang memaparkan, selama ini cadangan air yang ada belum tertampung secara optimal dan hanya mengalir begitu saja. Jika mengacu pada skema bendung yang direncanakan sebelumnya, biaya yang dibutuhkan tergolong sangat besar. Oleh karena itu, optimalisasi Embung Lawe-Lawe menjadi opsi rasional di tengah keterbatasan anggaran.
"Menggunakan skema bendung itu biayanya cukup besar. Dengan keterbatasan anggaran, kita coba maksimalkan embung yang sudah ada," kata Nicko kepada Korankaltim.com Selasa (3/11/2026).
Karena itu Perumda perlu menyiapkan alternatif lain untuk menjaga pasokan selama proses penyiapan cadangan air berlangsung.
"Ada opsi yang juga kita diskusikan, yakni embung dari wilayah Buluminung. Itu sudah ada existing air yang bisa digunakan. Tentu dalam prosesnya memenuhi treatment sehingga layak secara lingkungan hidup dan aman digunakan," paparnya.
Selain itu waktu pengerjaan juga jadi pertimbangan karena pemerintah tidak mungkin membiarkan masyarakat menunggu hingga tiga sampai empat bulan hanya untuk progres pengerjaan proyek. "Pertimbangannya ini bukan hanya masalah biaya, tetapi adalah waktu," tutup Nicko.
Editor: Aspian Nur