Bupati Paser Fahmi Fadli menegaskan hal itu, yang mana quality control dilakukan melalui proses pemeriksaan, pengujian dan pemantauan produk atau layanan untuk memastikan kualitasnya sesuai dengan standar, sehingga aman untuk di konsumsi.
"Konsumsi harus dilaksanakan dengan quality cobtrol yang ketat sehingga setiap makanan memenuhi standar kelayakan untuk di konsumsi," ujar Fahmi Selasa (3/11/2026).
Dengan peserta yang akan datang sebanyak 14 ribu orang lebih perlu dilakukan perencanaan matang agar dalam pendistribusian Konsumsi tidak terjadi keterlambatan.
"Perlu direncanakan dengan sangat baik pendistribusian konsumsi atlet dan ofisial sehingga konsumsi yang diberikan tidak terjadi keterlambatan," tegasnya.
Seluruh tim yang menangani konsumsi diminta ketat dalam melaksanakan pelayanan, jangan hanya karena mengejar kuantitas besar namun melupakan kualitas konsumsi yang diberikan.
"Kami harap seluruhnya bisa tetap menjaga kualitas yang sangat baik, Semoga dengan ketelitian dan semangat bersama bisa mewujudkan kesuksesan Porprov ke VIII Kalimantan Timur di Kabupaten Paser," harapnya
Ketua Bidang Konsumsi diwakili Kepala Bidang Ardani menambahkan, dalam pendistribusian konsumsi selama Porprov ada dua opsi yaitu
sistem droping atau dikirim ke satu titik untuk dilakukan kontrol kemudian diditribusikan kesetiap venue atau tempat pertandingan.
"Opsi ini bisa dilakukan, namun memerlukan banyak personel dan pembiayaan, serta perlu mempersiapkan transportasi tambahan," ujar Ardani.
Sementara opsi kedua yaitu tim transportasi secara langsung menjemput makanan di lokasi dapur kemudian membawa makanan ke masing-masing atlet dan ofisial yang bertanding di lapangan. Untuk konsumsi kontingen Paser diletakkan di kantor Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata sementara untuk panitia berada di gedung Koni Kabupaten Paser.
"Tim transportasi langsung menjemput makanan, kemudian Konsumsi untuk kontingen Paser diantar langsung ke kantor Dispora. Sedangkan untuk panitia diantar ke gedung KONI," ujar Ardani.
Editor: Aspian Nur
Bupati Paser Fahmi Fadli menegaskan hal itu, yang mana quality control dilakukan melalui proses pemeriksaan, pengujian dan pemantauan produk atau layanan untuk memastikan kualitasnya sesuai dengan standar, sehingga aman untuk di konsumsi.
"Konsumsi harus dilaksanakan dengan quality cobtrol yang ketat sehingga setiap makanan memenuhi standar kelayakan untuk di konsumsi," ujar Fahmi Selasa (3/11/2026).
Dengan peserta yang akan datang sebanyak 14 ribu orang lebih perlu dilakukan perencanaan matang agar dalam pendistribusian Konsumsi tidak terjadi keterlambatan.
"Perlu direncanakan dengan sangat baik pendistribusian konsumsi atlet dan ofisial sehingga konsumsi yang diberikan tidak terjadi keterlambatan," tegasnya.
Seluruh tim yang menangani konsumsi diminta ketat dalam melaksanakan pelayanan, jangan hanya karena mengejar kuantitas besar namun melupakan kualitas konsumsi yang diberikan.
"Kami harap seluruhnya bisa tetap menjaga kualitas yang sangat baik, Semoga dengan ketelitian dan semangat bersama bisa mewujudkan kesuksesan Porprov ke VIII Kalimantan Timur di Kabupaten Paser," harapnya
Ketua Bidang Konsumsi diwakili Kepala Bidang Ardani menambahkan, dalam pendistribusian konsumsi selama Porprov ada dua opsi yaitu
sistem droping atau dikirim ke satu titik untuk dilakukan kontrol kemudian diditribusikan kesetiap venue atau tempat pertandingan.
"Opsi ini bisa dilakukan, namun memerlukan banyak personel dan pembiayaan, serta perlu mempersiapkan transportasi tambahan," ujar Ardani.
Sementara opsi kedua yaitu tim transportasi secara langsung menjemput makanan di lokasi dapur kemudian membawa makanan ke masing-masing atlet dan ofisial yang bertanding di lapangan. Untuk konsumsi kontingen Paser diletakkan di kantor Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata sementara untuk panitia berada di gedung Koni Kabupaten Paser.
"Tim transportasi langsung menjemput makanan, kemudian Konsumsi untuk kontingen Paser diantar langsung ke kantor Dispora. Sedangkan untuk panitia diantar ke gedung KONI," ujar Ardani.
Editor: Aspian Nur