Peninjauan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi fenomena super El Nino yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terjadi pada 2027.
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid, mengatakan kondisi kekeringan berpotensi semakin membebani masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih.
Ia mengungkapkan, selama musim kemarau, warga kategori R2 biasanya mengeluarkan biaya sekitar Rp150 ribu per bulan. Namun, saat ini biaya tersebut bisa habis hanya dalam dua hari untuk membeli air dari tandon.
“Masyarakat kita saat ini sedang resah karena biaya yang dikeluarkan untuk layanan dasar air bersih itu berkali-kali lipat,” katanya, Senin (2/10/2026).
Rasyid mengingatkan bahwa pada 2027, Kabupaten PPU diprediksi mengalami kemarau jauh lebih parah. Kondisi ini diperparah dengan kenaikan suhu permukaan air laut di Asia Pasifik yang diprediksi melonjak hingga 93–98 persen pada periode Maret 2027.
Untuk mengantisipasi kesulitan air pada tahun depan, pihaknya berencana membangun penampungan air di Embung Lawe-lawe yang saat ini tengah diperluas dan diperdalam.
“Kita hanya ingin pelayanan ke masyarakat terus berjalan. Jangan sampai nanti instalasi kita habis airnya, tutup seperti di Kelurahan Sotek dan Kecamatan Babulu yang sudah tidak optimal mengalirkan air ke masyarakat,” tandasnya.
Editor: Erwin
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi fenomena super El Nino yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terjadi pada 2027.
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid, mengatakan kondisi kekeringan berpotensi semakin membebani masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih.
Ia mengungkapkan, selama musim kemarau, warga kategori R2 biasanya mengeluarkan biaya sekitar Rp150 ribu per bulan. Namun, saat ini biaya tersebut bisa habis hanya dalam dua hari untuk membeli air dari tandon.
“Masyarakat kita saat ini sedang resah karena biaya yang dikeluarkan untuk layanan dasar air bersih itu berkali-kali lipat,” katanya, Senin (2/10/2026).
Rasyid mengingatkan bahwa pada 2027, Kabupaten PPU diprediksi mengalami kemarau jauh lebih parah. Kondisi ini diperparah dengan kenaikan suhu permukaan air laut di Asia Pasifik yang diprediksi melonjak hingga 93–98 persen pada periode Maret 2027.
Untuk mengantisipasi kesulitan air pada tahun depan, pihaknya berencana membangun penampungan air di Embung Lawe-lawe yang saat ini tengah diperluas dan diperdalam.
“Kita hanya ingin pelayanan ke masyarakat terus berjalan. Jangan sampai nanti instalasi kita habis airnya, tutup seperti di Kelurahan Sotek dan Kecamatan Babulu yang sudah tidak optimal mengalirkan air ke masyarakat,” tandasnya.
Editor: Erwin