Penulis: Dinda Ayu Dwi Meylani
KORANKALTIM.COM, PENAJAM – Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan meningkatkan kapasitas produksi air di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kecamatan Waru hingga 60 liter per detik.
1 menit baca3 kali dibaca

Penulis: Dinda Ayu Dwi Meylani
KORANKALTIM.COM, PENAJAM – Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan meningkatkan kapasitas produksi air di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kecamatan Waru hingga 60 liter per detik.
“Pak Bupati PPU baru saja menyampaikan permohonan ke kementerian, alhamdulillah mendapat bantuan sebesar Rp9 miliar tahun depan untuk peningkatan kapasitas produksi di Waru,” jelas Direktur AMDT PPU, Abdul Rasyid, Minggu (1/11/2026).
Ia menjelaskan, awalnya mengusulkan WTP 30 liter/detik untuk dimanfaatkan di Bendungan Waru. Namun, dirinya berharap dapat ditingkatkan menjadi 50 hingga 60 liter/ detik.
“Saat ini kita memanfaatkan Embung Waru. Kalau Bendungan Waru yang kita pakai bisa sampai 100 liter/detik,” katanya.
Disisi lain, Rasyid mengaku tengah menghadapi menyusutnya air yang cukup tinggi serta cakupan distribusi di WTP saat ini masih terbatas sampai wilayah Petung.
Untuk memperlancar sistem distribusi air, Perumda AMDT juga merencanakan pembangunan pompa booster pada tahun 2027 mendatang. Pembangunan booster ini dirancang khusus untuk menampung hasil produksi dari Waru menuju reservoir Lawe-Lawe sebelum akhirnya dialirkan kembali ke Penajam.
Hal ini diperlukan untuk antisipasi apabila aliran air baku dari Embung maupun Bendung di Lawe-Lawe kelak mengalami kendala dan tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Kita tidak perlu membangun booster di Penajam, karena di Kantor Perumda sudah memiliki pompa booster cuma belum maksimal karena yang disalurkan sedikit,” tutupnya.
Editor: Erwin
“Pak Bupati PPU baru saja menyampaikan permohonan ke kementerian, alhamdulillah mendapat bantuan sebesar Rp9 miliar tahun depan untuk peningkatan kapasitas produksi di Waru,” jelas Direktur AMDT PPU, Abdul Rasyid, Minggu (1/11/2026).
Ia menjelaskan, awalnya mengusulkan WTP 30 liter/detik untuk dimanfaatkan di Bendungan Waru. Namun, dirinya berharap dapat ditingkatkan menjadi 50 hingga 60 liter/ detik.
“Saat ini kita memanfaatkan Embung Waru. Kalau Bendungan Waru yang kita pakai bisa sampai 100 liter/detik,” katanya.
Disisi lain, Rasyid mengaku tengah menghadapi menyusutnya air yang cukup tinggi serta cakupan distribusi di WTP saat ini masih terbatas sampai wilayah Petung.

Untuk memperlancar sistem distribusi air, Perumda AMDT juga merencanakan pembangunan pompa booster pada tahun 2027 mendatang. Pembangunan booster ini dirancang khusus untuk menampung hasil produksi dari Waru menuju reservoir Lawe-Lawe sebelum akhirnya dialirkan kembali ke Penajam.
Hal ini diperlukan untuk antisipasi apabila aliran air baku dari Embung maupun Bendung di Lawe-Lawe kelak mengalami kendala dan tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Kita tidak perlu membangun booster di Penajam, karena di Kantor Perumda sudah memiliki pompa booster cuma belum maksimal karena yang disalurkan sedikit,” tutupnya.
Editor: Erwin








Pusat gempa berada di darat 24 km Barat Daya Kab. Pidie Jaya-Aceh
01 Nov 2026, 12:38:59 WIB • Kedalaman 6 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG