Dua lokasi menjadi pertimbangan, yakni Samarinda dan Kabupaten Paser. Langkah tersebut disiapkan agar para pemain mendapatkan kesempatan menghadapi lawan dengan tingkat persaingan lebih tinggi sekaligus mengukur kesiapan tim sebelum memasuki pertandingan resmi.
Ketua Askab PSSI Kubar sekaligus Manajer Tim Teddy Rakhmat mengatakan, rencana pemindahan TC masih dalam pembahasan internal. Keputusan tersebut juga akan mempertimbangkan kesiapan anggaran operasional.
Kalau pendanaan dapat direalisasikan lebih cepat, tim berpeluang segera menjalani pemusatan latihan di luar Kubar setelah 5 November.
"Internal kami di PSSI merencanakan ada perpindahan TC. Kami masih menggodok apakah pindah ke Samarinda atau langsung ke Paser setelah tanggal 5 November. Tentu juga melihat pendanaan," kata Teddy kepada Korankaltim.com, Senin (2/11/2026).
Pemindahan lokasi latihan bukan sekadar untuk mengubah suasana latihan, melainkan membuka kesempatan bagi tim mendapatkan lawan uji coba dari luar daerah.
Selama menjalani persiapan, skuat asuhan Fauzi Lamarauna atau Coach Zicko lebih banyak berhadapan dengan tim lokal. Kondisi tersebut dinilai belum cukup untuk mengukur kemampuan pemain ketika menghadapi lawan dengan kualitas permainan berbeda.
Teddy menilai aspek mental bertanding menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian. Sebab, kesiapan pemain tidak hanya ditentukan kemampuan teknik, tetapi juga kemampuan menghadapi tekanan dan persaingan di lapangan.
"Terus terang, dikatakan optimis kami selalu optimis. Tapi seperti yang pelatih bilang, jangan besar kepala karena lawan tanding kami sejauh ini masih di dalam Kubar," ujarnya.
Rencana tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi setelah tim menjalani rangkaian persiapan, termasuk uji coba terakhir menghadapi PS Garuda Satelit di Stadion Swalas Gunaq, Barong Tongkok, Sabtu (31/10/2026) lalu yang mana tim Kubar berhasil meraih kemenangan 9-0.
Namun hasil tersebut tidak serta merta menjadi tolok ukur kesiapan menghadapi Porprov. Tim masih membutuhkan pertandingan dengan tingkat persaingan lebih tinggi agar kekuatan dan mental pemain dapat terukur secara lebih objektif.
Pelatih Kepala PSSI Kubar, Fauzi Lamarauna, sependapat bahwa kesempatan menjalani uji tanding di luar daerah penting bagi perkembangan tim. Ia meminta para pemain tidak terlena dengan hasil positif selama pertandingan persahabatan di daerah sendiri.
Dari sisi komposisi pemain, pelatih Fauzi Lamarauna menyebut perbedaan kemampuan antara pemain inti dan cadangan saat ini tidak terlalu jauh. Kondisi tersebut memberikan keleluasaan bagi tim pelatih dalam menentukan komposisi skuad sesuai kebutuhan pertandingan.
"Perbedaannya tidak terlalu jauh, paling beda sedikit saja, jadi kami tim pelatih tidak pusing. Harapan saya yang paling utama jangan sampai ada pemain yang sakit supaya semuanya bisa tampil all out," kata Fauzi.
Editor: Aspian Nur
Dua lokasi menjadi pertimbangan, yakni Samarinda dan Kabupaten Paser. Langkah tersebut disiapkan agar para pemain mendapatkan kesempatan menghadapi lawan dengan tingkat persaingan lebih tinggi sekaligus mengukur kesiapan tim sebelum memasuki pertandingan resmi.
Ketua Askab PSSI Kubar sekaligus Manajer Tim Teddy Rakhmat mengatakan, rencana pemindahan TC masih dalam pembahasan internal. Keputusan tersebut juga akan mempertimbangkan kesiapan anggaran operasional.
Kalau pendanaan dapat direalisasikan lebih cepat, tim berpeluang segera menjalani pemusatan latihan di luar Kubar setelah 5 November.
"Internal kami di PSSI merencanakan ada perpindahan TC. Kami masih menggodok apakah pindah ke Samarinda atau langsung ke Paser setelah tanggal 5 November. Tentu juga melihat pendanaan," kata Teddy kepada Korankaltim.com, Senin (2/11/2026).
Pemindahan lokasi latihan bukan sekadar untuk mengubah suasana latihan, melainkan membuka kesempatan bagi tim mendapatkan lawan uji coba dari luar daerah.
Selama menjalani persiapan, skuat asuhan Fauzi Lamarauna atau Coach Zicko lebih banyak berhadapan dengan tim lokal. Kondisi tersebut dinilai belum cukup untuk mengukur kemampuan pemain ketika menghadapi lawan dengan kualitas permainan berbeda.
Teddy menilai aspek mental bertanding menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian. Sebab, kesiapan pemain tidak hanya ditentukan kemampuan teknik, tetapi juga kemampuan menghadapi tekanan dan persaingan di lapangan.
"Terus terang, dikatakan optimis kami selalu optimis. Tapi seperti yang pelatih bilang, jangan besar kepala karena lawan tanding kami sejauh ini masih di dalam Kubar," ujarnya.
Rencana tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi setelah tim menjalani rangkaian persiapan, termasuk uji coba terakhir menghadapi PS Garuda Satelit di Stadion Swalas Gunaq, Barong Tongkok, Sabtu (31/10/2026) lalu yang mana tim Kubar berhasil meraih kemenangan 9-0.
Namun hasil tersebut tidak serta merta menjadi tolok ukur kesiapan menghadapi Porprov. Tim masih membutuhkan pertandingan dengan tingkat persaingan lebih tinggi agar kekuatan dan mental pemain dapat terukur secara lebih objektif.
Pelatih Kepala PSSI Kubar, Fauzi Lamarauna, sependapat bahwa kesempatan menjalani uji tanding di luar daerah penting bagi perkembangan tim. Ia meminta para pemain tidak terlena dengan hasil positif selama pertandingan persahabatan di daerah sendiri.
Dari sisi komposisi pemain, pelatih Fauzi Lamarauna menyebut perbedaan kemampuan antara pemain inti dan cadangan saat ini tidak terlalu jauh. Kondisi tersebut memberikan keleluasaan bagi tim pelatih dalam menentukan komposisi skuad sesuai kebutuhan pertandingan.