Mengantisipasi kondisi tersebut, Bandara Kalimarau mulai menyiapkan langkah pelayanan dan pengamanan selama periode angkutan akhir tahun. Salah satunya melalui pembentukan posko terpadu yang melibatkan sejumlah pemangku kepentingan di Kabupaten Berau.
Kepala Bandara Kalimarau Patah Atabri mengatakan, posko tersebut nantinya menjadi pusat koordinasi dalam memantau aktivitas penerbangan sekaligus mengantisipasi berbagai kemungkinan kendala selama masa libur Nataru.
“Posko Nataru nanti akan diadakan di Bandara Kalimarau bersama stakeholder terkait di Kabupaten Berau. Untuk pelaksanaan posko masih menunggu arahan dari pimpinan,” kata Patah.
Sejumlah rute masih menjadi pilihan utama masyarakat yang bepergian dari dan menuju Berau. Rute Jakarta, Surabaya, Makassar dan Balikpapan tercatat sebagai tujuan favorit penumpang.
Meski demikian hingga saat ini belum terdapat pengajuan penambahan frekuensi penerbangan dari maskapai yang beroperasi di Bandara Kalimarau. Dengan demikian, kesiapan pelayanan akan tetap disesuaikan dengan jadwal dan kapasitas penerbangan yang tersedia.
Hal ini sejalan dengan pernyataan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga memperketat persiapan keselamatan angkutan Nataru 2026/2027. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar mengejar kelancaran arus perjalanan.
Kemenhub menyiapkan enam fokus keselamatan, mulai dari pemeriksaan kelaikan armada, kesiapan awak transportasi, pengendalian risiko, penanganan kepadatan, hingga kesiapan menghadapi keadaan darurat.
Menhub juga meminta setiap operator menyusun rencana operasi secara matang serta memastikan seluruh temuan pemeriksaan keselamatan ditindaklanjuti. Evaluasi harian selama masa angkutan juga diperlukan agar penanganan dapat menyesuaikan kondisi di lapangan.
Sebagai bagian dari pengawasan nasional, Posko Terpadu Angkutan Nataru 2026/2027 dijadwalkan beroperasi selama 20 hari, mulai 18 Desember 2026 hingga 6 Januari 2027.
Keberadaan posko tersebut diharapkan memperkuat koordinasi lintas instansi dalam memantau pergerakan penumpang dan mengantisipasi gangguan transportasi.
Dudy menegaskan keberhasilan penyelenggaraan angkutan akhir tahun tidak hanya dilihat dari kelancaran perjalanan, tetapi juga dari jaminan keselamatan dan kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.
“Keberhasilan Nataru kita ukur dari keselamatan masyarakat dan mutu pelayanan yang masyarakat rasakan sejak berangkat hingga kembali ke rumah,” ucap Patah.
Editor: Aspian Nur
Mengantisipasi kondisi tersebut, Bandara Kalimarau mulai menyiapkan langkah pelayanan dan pengamanan selama periode angkutan akhir tahun. Salah satunya melalui pembentukan posko terpadu yang melibatkan sejumlah pemangku kepentingan di Kabupaten Berau.
Kepala Bandara Kalimarau Patah Atabri mengatakan, posko tersebut nantinya menjadi pusat koordinasi dalam memantau aktivitas penerbangan sekaligus mengantisipasi berbagai kemungkinan kendala selama masa libur Nataru.
“Posko Nataru nanti akan diadakan di Bandara Kalimarau bersama stakeholder terkait di Kabupaten Berau. Untuk pelaksanaan posko masih menunggu arahan dari pimpinan,” kata Patah.
Sejumlah rute masih menjadi pilihan utama masyarakat yang bepergian dari dan menuju Berau. Rute Jakarta, Surabaya, Makassar dan Balikpapan tercatat sebagai tujuan favorit penumpang.
Meski demikian hingga saat ini belum terdapat pengajuan penambahan frekuensi penerbangan dari maskapai yang beroperasi di Bandara Kalimarau. Dengan demikian, kesiapan pelayanan akan tetap disesuaikan dengan jadwal dan kapasitas penerbangan yang tersedia.
Hal ini sejalan dengan pernyataan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga memperketat persiapan keselamatan angkutan Nataru 2026/2027. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar mengejar kelancaran arus perjalanan.
Kemenhub menyiapkan enam fokus keselamatan, mulai dari pemeriksaan kelaikan armada, kesiapan awak transportasi, pengendalian risiko, penanganan kepadatan, hingga kesiapan menghadapi keadaan darurat.
Menhub juga meminta setiap operator menyusun rencana operasi secara matang serta memastikan seluruh temuan pemeriksaan keselamatan ditindaklanjuti. Evaluasi harian selama masa angkutan juga diperlukan agar penanganan dapat menyesuaikan kondisi di lapangan.
Sebagai bagian dari pengawasan nasional, Posko Terpadu Angkutan Nataru 2026/2027 dijadwalkan beroperasi selama 20 hari, mulai 18 Desember 2026 hingga 6 Januari 2027.
Keberadaan posko tersebut diharapkan memperkuat koordinasi lintas instansi dalam memantau pergerakan penumpang dan mengantisipasi gangguan transportasi.
Dudy menegaskan keberhasilan penyelenggaraan angkutan akhir tahun tidak hanya dilihat dari kelancaran perjalanan, tetapi juga dari jaminan keselamatan dan kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.
“Keberhasilan Nataru kita ukur dari keselamatan masyarakat dan mutu pelayanan yang masyarakat rasakan sejak berangkat hingga kembali ke rumah,” ucap Patah.