Perkembangan ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam mendorong KEK Maloy sebagai satu diantara pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, kunjungan ke KEK menjadi kesempatan untuk melihat langsung perkembangan investasi, kesiapan infrastruktur hingga sistem pengelolaan kawasan. Minat investor yang mulai tumbuh menjadi sinyal positif bagi masa depan KEK Maloy.
"Namun tetap perlu memastikan berbagai aspek pendukung agar rencana investasi dapat direalisasikan," kata Ardiansyah.
Sejumlah calon investor memiliki rencana pengembangan usaha di sektor industri pengolahan dan energi, diantaranya investasi gasifikasi batu bara yang dijajaki perusahaan asal China serta rencana pengembangan produk baterai litium.
Kehadiran rencana investasi tersebut dinilai membuka peluang bagi KEK Maloy untuk berkembang menjadi kawasan industri yang mampu memberikan nilai tambah terhadap sumber daya alam daerah.
"Rencana tersebut masih membutuhkan proses komunikasi, penjajakan dan tindak lanjut sesuai mekanisme serta ketentuan investasi yang berlaku," sebut Ardiansyah.
Meski demikian, ketertarikan investor bisa didorong sampai menjadi investasi nyata agar tidak hanya sebatas rencana, tetapi harus memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat.
"Keberhasilan pengembangan kawasan industri tidak semata-mata diukur dari besarnya modal yang masuk," papar orang nomor satu di Kutai Timur itu.
Investasi harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan, menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan.
Pemkab Kutim terus mendorong agar potensi KEK Maloy dapat dimanfaatkan secara optimal melalui penguatan daya tarik investasi dan pengembangan industri hilir. Selain perkembangan investasi, mekanisme pemanfaatan lahan di kawasan KEK Maloy turut menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut.
Aspek ini dinilai penting untuk memastikan pemanfaatan kawasan berjalan sesuai aturan, memberikan kepastian bagi investor, serta mendukung pengembangan kawasan secara berkelanjutan.
Pemkab Kutim berharap meningkatnya minat investor dapat menjadi awal percepatan pengembangan KEK Maloy. Dengan dukungan infrastruktur, tata kelola, dan kepastian investasi.
"Kawasan tersebut diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi Kutim umumnya Kaltim," pungkas Ardiansyah.
Editor: Aspian Nur
Perkembangan ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam mendorong KEK Maloy sebagai satu diantara pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, kunjungan ke KEK menjadi kesempatan untuk melihat langsung perkembangan investasi, kesiapan infrastruktur hingga sistem pengelolaan kawasan. Minat investor yang mulai tumbuh menjadi sinyal positif bagi masa depan KEK Maloy.
"Namun tetap perlu memastikan berbagai aspek pendukung agar rencana investasi dapat direalisasikan," kata Ardiansyah.
Sejumlah calon investor memiliki rencana pengembangan usaha di sektor industri pengolahan dan energi, diantaranya investasi gasifikasi batu bara yang dijajaki perusahaan asal China serta rencana pengembangan produk baterai litium.
Kehadiran rencana investasi tersebut dinilai membuka peluang bagi KEK Maloy untuk berkembang menjadi kawasan industri yang mampu memberikan nilai tambah terhadap sumber daya alam daerah.
"Rencana tersebut masih membutuhkan proses komunikasi, penjajakan dan tindak lanjut sesuai mekanisme serta ketentuan investasi yang berlaku," sebut Ardiansyah.
Meski demikian, ketertarikan investor bisa didorong sampai menjadi investasi nyata agar tidak hanya sebatas rencana, tetapi harus memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat.
"Keberhasilan pengembangan kawasan industri tidak semata-mata diukur dari besarnya modal yang masuk," papar orang nomor satu di Kutai Timur itu.
Investasi harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan, menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan.
Pemkab Kutim terus mendorong agar potensi KEK Maloy dapat dimanfaatkan secara optimal melalui penguatan daya tarik investasi dan pengembangan industri hilir. Selain perkembangan investasi, mekanisme pemanfaatan lahan di kawasan KEK Maloy turut menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut.
Aspek ini dinilai penting untuk memastikan pemanfaatan kawasan berjalan sesuai aturan, memberikan kepastian bagi investor, serta mendukung pengembangan kawasan secara berkelanjutan.
Pemkab Kutim berharap meningkatnya minat investor dapat menjadi awal percepatan pengembangan KEK Maloy. Dengan dukungan infrastruktur, tata kelola, dan kepastian investasi.
"Kawasan tersebut diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi Kutim umumnya Kaltim," pungkas Ardiansyah.
Editor: Aspian Nur