Penulis: Dinda Ayu Dwi Meylani
KORANKALTIM.COM, PENAJAM - Kondisi udara di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengalami penurunan. Hasil pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU menunjukkan indeks kualitas udara mencapai angka 102.
1 menit baca2 kali dibaca

Penulis: Dinda Ayu Dwi Meylani
KORANKALTIM.COM, PENAJAM - Kondisi udara di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengalami penurunan. Hasil pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU menunjukkan indeks kualitas udara mencapai angka 102.
Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU mengeluarkan surat edaran terkait perlindungan kesehatan dan keselamatan anak didik serta penyesuaian pembelajaran akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sekretaris Disdikpora PPU Durajat menyebutkan, kebijakan ini diambil berdasarkan kondisi riil di lapangan. Mulai Jumat (16/10/2026) besok, pembelajaran jarak jauh (PJJ) akan dilaksanakan secara serentak. Namun sebagian taman kanak-kanak (TK) dan pendidikan anak usia dini (PAUD) telah lebih dahulu menerapkan PJJ.
“Sudah ada sebagian TK/PAUD yang melaksanakan. Karena surat edaran baru semalam keluar, jadi mulai besok serentak PJJ. Kami tidak bisa memastikan sampai kapan pelaksanaan itu berakhir,” kata Durajat kepada Korankaltim.com Kamis (15/10/2026).
Meski PJJ dilaksanakan, para guru tetap diminta datang ke sekolah dan beraktivitas seperti biasa. Ia mengatakan, guru wajib hadir ke sekolah untuk menyiapkan perangkat serta melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring.
“Anak-anak nantinya tetap menggunakan baju seragam di rumah sampai selesai pembelajaran,” papar Durajat.
Berbeda dengan wilayah lainnya, Kecamatan Babulu dan Sepaku dilaporkan hampir tidak mengalami hujan. Karena itu sebagian sekolah di wilayah tersebut telah melaksanakan PJJ sejak hari ini. Namun beberapa sekolah di Kecamatan Sepaku, tepatnya di Gugus Tiga dan Empat, masih melaksanakan pembelajaran setengah hari karena kondisi udara dinilai masih cukup aman.
Editor: Aspian Nur
Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU mengeluarkan surat edaran terkait perlindungan kesehatan dan keselamatan anak didik serta penyesuaian pembelajaran akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sekretaris Disdikpora PPU Durajat menyebutkan, kebijakan ini diambil berdasarkan kondisi riil di lapangan. Mulai Jumat (16/10/2026) besok, pembelajaran jarak jauh (PJJ) akan dilaksanakan secara serentak. Namun sebagian taman kanak-kanak (TK) dan pendidikan anak usia dini (PAUD) telah lebih dahulu menerapkan PJJ.
“Sudah ada sebagian TK/PAUD yang melaksanakan. Karena surat edaran baru semalam keluar, jadi mulai besok serentak PJJ. Kami tidak bisa memastikan sampai kapan pelaksanaan itu berakhir,” kata Durajat kepada Korankaltim.com Kamis (15/10/2026).
Meski PJJ dilaksanakan, para guru tetap diminta datang ke sekolah dan beraktivitas seperti biasa. Ia mengatakan, guru wajib hadir ke sekolah untuk menyiapkan perangkat serta melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring.

“Anak-anak nantinya tetap menggunakan baju seragam di rumah sampai selesai pembelajaran,” papar Durajat.
Berbeda dengan wilayah lainnya, Kecamatan Babulu dan Sepaku dilaporkan hampir tidak mengalami hujan. Karena itu sebagian sekolah di wilayah tersebut telah melaksanakan PJJ sejak hari ini. Namun beberapa sekolah di Kecamatan Sepaku, tepatnya di Gugus Tiga dan Empat, masih melaksanakan pembelajaran setengah hari karena kondisi udara dinilai masih cukup aman.
Editor: Aspian Nur




Pusat gempa berada di laut 53 km utara Ruteng, Manggarai
14 Okt 2026, 17:30:57 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG