Kepala Diskan Berau, Abdul Majid melalui Kepala Bidang Budi Daya, Budiono mengatakan pihaknya tengah mematangkan persiapan agar seluruh materi pameran dapat memberikan gambaran mengenai keterkaitan berbagai bidang perikanan.
“Harapan kami, masyarakat bisa mengetahui secara utuh gambaran perikanan yang terintegrasi, mulai dari hulu, tengah, hingga hilir,” ujar Budiono.
Untuk menarik perhatian pengunjung, Diskan Berau berencana menghadirkan akuarium berisi ikan hidup dari komoditas air tawar, air payau, hingga air laut. Pengunjung juga dapat melihat peta kawasan sentra budi daya dan penangkapan ikan, infografis capaian kinerja, serta leaflet berisi informasi teknis perikanan.
Dari sisi pengolahan, sejumlah produk unggulan turut dipersiapkan, di antaranya ikan kaleng khas Tanjung Batu, surimi, daging ikan siap saji, pentol bakso dan tempe ikan.
Diskan Berau juga menggandeng Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas promosi produk hasil pendampingan masyarakat.
Produk dari Kampung Suaran, Tabalar, dan Pegat Batumbuk akan meramaikan pameran melalui beragam olahan, seperti keripik kepala udang dan stik ikan bandeng.
Selain itu, terasi dari empat kecamatan sentra, yakni Biatan, Tabalar, Batu Putih, dan Derawan, akan diperkenalkan dalam berbagai bentuk, mulai dari padat, cair, hingga siap saji.
Ragam produk tersebut diharapkan menunjukkan bahwa hasil perikanan Berau memiliki peluang pengembangan yang lebih luas melalui inovasi pengolahan dan peningkatan nilai tambah.
Salah satu yang menjadi perhatian ialah rencana menampilkan pupuk organik padat dan cair berbahan sisa hasil perikanan. Inovasi ini diarahkan untuk mengurangi limbah sekaligus memanfaatkan hasil sampingan agar memiliki nilai ekonomi. (ri/sd)
Kepala Diskan Berau, Abdul Majid melalui Kepala Bidang Budi Daya, Budiono mengatakan pihaknya tengah mematangkan persiapan agar seluruh materi pameran dapat memberikan gambaran mengenai keterkaitan berbagai bidang perikanan.
“Harapan kami, masyarakat bisa mengetahui secara utuh gambaran perikanan yang terintegrasi, mulai dari hulu, tengah, hingga hilir,” ujar Budiono.
Untuk menarik perhatian pengunjung, Diskan Berau berencana menghadirkan akuarium berisi ikan hidup dari komoditas air tawar, air payau, hingga air laut. Pengunjung juga dapat melihat peta kawasan sentra budi daya dan penangkapan ikan, infografis capaian kinerja, serta leaflet berisi informasi teknis perikanan.
Dari sisi pengolahan, sejumlah produk unggulan turut dipersiapkan, di antaranya ikan kaleng khas Tanjung Batu, surimi, daging ikan siap saji, pentol bakso dan tempe ikan.
Diskan Berau juga menggandeng Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas promosi produk hasil pendampingan masyarakat.
Produk dari Kampung Suaran, Tabalar, dan Pegat Batumbuk akan meramaikan pameran melalui beragam olahan, seperti keripik kepala udang dan stik ikan bandeng.
Selain itu, terasi dari empat kecamatan sentra, yakni Biatan, Tabalar, Batu Putih, dan Derawan, akan diperkenalkan dalam berbagai bentuk, mulai dari padat, cair, hingga siap saji.
Ragam produk tersebut diharapkan menunjukkan bahwa hasil perikanan Berau memiliki peluang pengembangan yang lebih luas melalui inovasi pengolahan dan peningkatan nilai tambah.
Salah satu yang menjadi perhatian ialah rencana menampilkan pupuk organik padat dan cair berbahan sisa hasil perikanan. Inovasi ini diarahkan untuk mengurangi limbah sekaligus memanfaatkan hasil sampingan agar memiliki nilai ekonomi. (ri/sd)