Peluncuran bertajuk Grand Launching Aksi Perubahan Sakti Plus tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kantor Diskominfo Kubar, Kamis (15/10/2026). Sistem ini dikembangkan untuk mengatasi pengelolaan data yang sebelumnya masih tersebar di berbagai dokumen dan sistem, sehingga proses pemantauan serta evaluasi kinerja dapat dilakukan lebih efektif.
Kepala Diskominfo Kubar Yuli Permata Mora mengatakan, Sakti Plus diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan melalui penyajian data yang lebih cepat, akurat, transparan dan akuntabel.
"Harapan kami Sakti Plus dapat menyajikan data secara riil dan terintegrasi, sehingga setiap transaksi dapat diperbarui dalam sistem secara langsung,” kata Yuli
Keberhasilan inovasi tidak hanya ditentukan oleh tersedianya aplikasi atau dasbor, tetapi juga oleh penerapannya dalam pekerjaan sehari-hari. Karena itu, ia meminta seluruh bidang berkomitmen memperbarui data dan menggunakan sistem secara konsisten agar manfaatnya dapat dirasakan dalam pengelolaan kinerja organisasi.
Sekretaris Diskominfo Kubar Andre Fernanda menjelaskan Sakti Plus dikembangkan melalui penambahan fitur pada situs web Diskominfo untuk memudahkan pengendalian dan pemantauan kinerja organisasi.
“Sakti Plus dirancang untuk mengintegrasikan informasi target dan realisasi kinerja setiap bidang, perkembangan pelaksanaan kegiatan, kelengkapan data dukung, hingga penyusunan laporan kinerja. Dengan sistem ini, pemantauan dapat dilakukan lebih terstruktur dan memudahkan kita melihat perkembangan capaian masing-masing bidang,” kata Andre.
Melalui sistem tersebut, pimpinan dapat melihat perkembangan capaian organisasi, sedangkan setiap bidang memiliki acuan untuk memantau pelaksanaan kegiatan dan kesesuaiannya dengan target yang telah ditetapkan. Ketersediaan informasi yang terintegrasi juga diharapkan membantu mengidentifikasi kegiatan yang belum mencapai target maupun kelengkapan dokumen yang masih perlu ditindaklanjuti.
Hanya saja pemanfaatan Sakti Plus tetap membutuhkan kedisiplinan seluruh aparatur sipil negara (ASN), terutama dalam memasukkan dan memperbarui data. Informasi yang akurat menjadi bagian penting agar evaluasi dapat dilakukan berdasarkan kondisi pelaksanaan kegiatan yang sebenarnya.
Editor: Aspian Nur
Peluncuran bertajuk Grand Launching Aksi Perubahan Sakti Plus tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kantor Diskominfo Kubar, Kamis (15/10/2026). Sistem ini dikembangkan untuk mengatasi pengelolaan data yang sebelumnya masih tersebar di berbagai dokumen dan sistem, sehingga proses pemantauan serta evaluasi kinerja dapat dilakukan lebih efektif.
Kepala Diskominfo Kubar Yuli Permata Mora mengatakan, Sakti Plus diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan melalui penyajian data yang lebih cepat, akurat, transparan dan akuntabel.
"Harapan kami Sakti Plus dapat menyajikan data secara riil dan terintegrasi, sehingga setiap transaksi dapat diperbarui dalam sistem secara langsung,” kata Yuli
Keberhasilan inovasi tidak hanya ditentukan oleh tersedianya aplikasi atau dasbor, tetapi juga oleh penerapannya dalam pekerjaan sehari-hari. Karena itu, ia meminta seluruh bidang berkomitmen memperbarui data dan menggunakan sistem secara konsisten agar manfaatnya dapat dirasakan dalam pengelolaan kinerja organisasi.
Sekretaris Diskominfo Kubar Andre Fernanda menjelaskan Sakti Plus dikembangkan melalui penambahan fitur pada situs web Diskominfo untuk memudahkan pengendalian dan pemantauan kinerja organisasi.
“Sakti Plus dirancang untuk mengintegrasikan informasi target dan realisasi kinerja setiap bidang, perkembangan pelaksanaan kegiatan, kelengkapan data dukung, hingga penyusunan laporan kinerja. Dengan sistem ini, pemantauan dapat dilakukan lebih terstruktur dan memudahkan kita melihat perkembangan capaian masing-masing bidang,” kata Andre.
Melalui sistem tersebut, pimpinan dapat melihat perkembangan capaian organisasi, sedangkan setiap bidang memiliki acuan untuk memantau pelaksanaan kegiatan dan kesesuaiannya dengan target yang telah ditetapkan. Ketersediaan informasi yang terintegrasi juga diharapkan membantu mengidentifikasi kegiatan yang belum mencapai target maupun kelengkapan dokumen yang masih perlu ditindaklanjuti.
Hanya saja pemanfaatan Sakti Plus tetap membutuhkan kedisiplinan seluruh aparatur sipil negara (ASN), terutama dalam memasukkan dan memperbarui data. Informasi yang akurat menjadi bagian penting agar evaluasi dapat dilakukan berdasarkan kondisi pelaksanaan kegiatan yang sebenarnya.