Penulis: Dinda Ayu Dwi Meylani
KORANKALTIM.CON, PENAJAM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah mencapai 243 kejadian dengan luas lahan terbakar sekitar 592 hektare.
1 menit baca4 kali dibaca

Penulis: Dinda Ayu Dwi Meylani
KORANKALTIM.CON, PENAJAM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah mencapai 243 kejadian dengan luas lahan terbakar sekitar 592 hektare.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Nurlaila, mengatakan ratusan kejadian tersebut tersebar di empat kecamatan. Kecamatan Penajam menjadi wilayah dengan jumlah kejadian dan luas lahan terbakar paling tinggi.
“Untuk karhutla, sampai kemarin sudah tercatat 243 kejadian dengan luasan 592 hektare di empat kecamatan,” ujar Nurlaila, Senin (12/10/2026).
Ia merincikan, Kecamatan Penajam mencatat 123 kejadian dengan luas lahan terbakar mencapai 359 hektare. Sementara itu, Kecamatan Babulu berada di urutan berikutnya dengan 58 kejadian. Meski jumlah kejadiannya lebih sedikit dibandingkan Penajam, luas lahan terbakar di Babulu tercatat lebih besar dibandingkan Sepaku.
Adapun, kondisi medan menjadi tantangan bagi petugas. Sejumlah titik kebakaran bahkan mengalami kejadian berulang dan membutuhkan penanganan hingga seminggu, salah satunya di kawasan hutan kota, belakang Kantor Bupati PPU.
Menurutnya, pemadaman yang sudah ditangani ditemukan pada lahan gambut yang luas dan sulit dijangkau sumber air. Api yang membakar bagian dalam gambut membutuhkan teknik pemadaman khusus agar tidak kembali menyala setelah api di permukaan berhasil dikendalikan.
“Gambut itu luas, dan air tidak bisa menjangkau bagian dalam atau titik-titik yang berada jauh di dalam. Teknik penanganannya cukup rumit dan perlu waktu untuk memadamkannya. Jadi, sampai sekarang masih ada yang dalam penanganan,” jelas Nurlaila.
Sehingga, petugas harus melakukan penyemprotan air secara intensif untuk memastikan api di bagian dalam gambut benar-benar padam. Kondisi tersebut membuat penanganan di beberapa lokasi tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.
Editor: Erwin
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Nurlaila, mengatakan ratusan kejadian tersebut tersebar di empat kecamatan. Kecamatan Penajam menjadi wilayah dengan jumlah kejadian dan luas lahan terbakar paling tinggi.
“Untuk karhutla, sampai kemarin sudah tercatat 243 kejadian dengan luasan 592 hektare di empat kecamatan,” ujar Nurlaila, Senin (12/10/2026).
Ia merincikan, Kecamatan Penajam mencatat 123 kejadian dengan luas lahan terbakar mencapai 359 hektare. Sementara itu, Kecamatan Babulu berada di urutan berikutnya dengan 58 kejadian. Meski jumlah kejadiannya lebih sedikit dibandingkan Penajam, luas lahan terbakar di Babulu tercatat lebih besar dibandingkan Sepaku.
Adapun, kondisi medan menjadi tantangan bagi petugas. Sejumlah titik kebakaran bahkan mengalami kejadian berulang dan membutuhkan penanganan hingga seminggu, salah satunya di kawasan hutan kota, belakang Kantor Bupati PPU.

Menurutnya, pemadaman yang sudah ditangani ditemukan pada lahan gambut yang luas dan sulit dijangkau sumber air. Api yang membakar bagian dalam gambut membutuhkan teknik pemadaman khusus agar tidak kembali menyala setelah api di permukaan berhasil dikendalikan.
“Gambut itu luas, dan air tidak bisa menjangkau bagian dalam atau titik-titik yang berada jauh di dalam. Teknik penanganannya cukup rumit dan perlu waktu untuk memadamkannya. Jadi, sampai sekarang masih ada yang dalam penanganan,” jelas Nurlaila.
Sehingga, petugas harus melakukan penyemprotan air secara intensif untuk memastikan api di bagian dalam gambut benar-benar padam. Kondisi tersebut membuat penanganan di beberapa lokasi tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.
Editor: Erwin








Pusat gempa berada di laut 44 km selatan Kab. Blitar
12 Okt 2026, 12:28:13 WIB • Kedalaman 101 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG