Kepala DLH PPU Kuncoro mengatakan, angka tersebut terpantau melalui alat pemantau kualitas udara yang berada di belakang Kantor Bupati PPU. Penurunan kualitas udara terutama terlihat pada pagi hari.
"Tadi terbaca sudah 102, artinya sudah titik di mana kualitas udara sudah tidak sehat, terutama sangat pagi hari," ujar Kuncoro, Senin (12/10/2026).
Kondisi tersebut berbeda dibandingkan pemantauan sebelumnya ketika kualitas udara PPU masih berada pada kategori sedang. Hasil terbaru menunjukkan adanya penurunan sehingga masyarakat perlu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Kualitas udara dibagi dalam beberapa kategori berdasarkan angka hasil pemantauan. Nilai 0 hingga 100 masuk kategori hijau atau sedang, sedangkan angka di atas 100 hingga 200 menunjukkan kondisi tidak sehat.
"Kalau sudah di atas 100 sampai 200 itu masuk kategori tidak sehat. Kemudian di atas 200 sampai 300 kategori merah, dan di atas 300 sudah masuk kategori hitam," jelas Kuncoro.
Kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah lain sudah lebih buruk. Beberapa daerah di Kalimantan Tengah termasuk Barito Utara dilaporkan mencatatkan kualitas udara dalam kategori hitam.
"Kalau di PPU sebelumnya masih sedang, sekarang dari hasil pemantauan sudah menunjukkan angka 102," ungkapnya.
Kuncoro menduga penurunan kualitas udara di PPU dipengaruhi kondisi cuaca dalam sepekan terakhir. Pada siang hari, matahari tidak tampak sehingga asap atau polusi diduga tertumpuk di udara.
"Kondisi cuaca selama sepekan terakhir ini, siang hari matahari tidak tampak. Diduga asap atau polusi tertumpuk di udara," paparnya.
Menghadapi kondisi tersebut, DLH PPU mengimbau masyarakat untuk mengurangi risiko paparan polusi, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
"Kami mengimbau masyarakat agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan mengurangi kegiatan di luar ruangan," ujar Kuncoro.
Selain menyampaikan imbauan kepada masyarakat, DLH PPU juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan berkaitan dengan kemungkinan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Editor: Aspian Nur
Kepala DLH PPU Kuncoro mengatakan, angka tersebut terpantau melalui alat pemantau kualitas udara yang berada di belakang Kantor Bupati PPU. Penurunan kualitas udara terutama terlihat pada pagi hari.
"Tadi terbaca sudah 102, artinya sudah titik di mana kualitas udara sudah tidak sehat, terutama sangat pagi hari," ujar Kuncoro, Senin (12/10/2026).
Kondisi tersebut berbeda dibandingkan pemantauan sebelumnya ketika kualitas udara PPU masih berada pada kategori sedang. Hasil terbaru menunjukkan adanya penurunan sehingga masyarakat perlu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Kualitas udara dibagi dalam beberapa kategori berdasarkan angka hasil pemantauan. Nilai 0 hingga 100 masuk kategori hijau atau sedang, sedangkan angka di atas 100 hingga 200 menunjukkan kondisi tidak sehat.
"Kalau sudah di atas 100 sampai 200 itu masuk kategori tidak sehat. Kemudian di atas 200 sampai 300 kategori merah, dan di atas 300 sudah masuk kategori hitam," jelas Kuncoro.
Kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah lain sudah lebih buruk. Beberapa daerah di Kalimantan Tengah termasuk Barito Utara dilaporkan mencatatkan kualitas udara dalam kategori hitam.
"Kalau di PPU sebelumnya masih sedang, sekarang dari hasil pemantauan sudah menunjukkan angka 102," ungkapnya.
Kuncoro menduga penurunan kualitas udara di PPU dipengaruhi kondisi cuaca dalam sepekan terakhir. Pada siang hari, matahari tidak tampak sehingga asap atau polusi diduga tertumpuk di udara.
"Kondisi cuaca selama sepekan terakhir ini, siang hari matahari tidak tampak. Diduga asap atau polusi tertumpuk di udara," paparnya.
Menghadapi kondisi tersebut, DLH PPU mengimbau masyarakat untuk mengurangi risiko paparan polusi, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
"Kami mengimbau masyarakat agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan mengurangi kegiatan di luar ruangan," ujar Kuncoro.
Selain menyampaikan imbauan kepada masyarakat, DLH PPU juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan berkaitan dengan kemungkinan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ).