Wakil Bupati Mahulu Suhuk yang mewakili Bupati Mahulu Angela Idang Belawan mengatakan, kemampuan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari penguasaan tugas dan kewenangan, tetapi juga dari kecakapan dalam mengembangkan potensi pegawai.
Hal tersebut disampaikannya saat membacakan sambutan Bupati Mahulu pada pembukaan Pelatihan Coaching Skill for Leaders Tahun 2026 di Ballroom Lantai Tiga Kantor Bupati, Senin (12/10/2026).
Keterampilan coaching penting dimiliki pemimpin birokrasi untuk membantu pegawai mengenali potensi diri, menganalisis persoalan, menemukan solusi, serta membangun kemandirian dan tanggung jawab dalam bekerja.
“Melalui pendekatan ini, pemimpin membantu pegawai mengenali potensi diri, menganalisis persoalan, menemukan solusi, serta membangun kemandirian dan tanggung jawab dalam bekerja,” kata Suhuk.
Kepemimpinan yang efektif harus mampu menyeimbangkan pembinaan dengan ketegasan. Target kerja perlu ditetapkan secara jelas, pelaksanaan tugas dijalankan dengan disiplin, dan setiap hasil pekerjaan harus dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan pola kepemimpinan tersebut, peningkatan kemampuan individu diharapkan dapat memperkuat kinerja tim dan meningkatkan efektivitas organisasi dalam menjalankan kebijakan pembangunan daerah.
Selain keterampilan kepemimpinan, aparatur sipil negara (ASN) juga dituntut terus beradaptasi dengan perubahan pola kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, dan pemanfaatan teknologi informasi.
Penguasaan teknologi perlu diterapkan untuk mendukung pekerjaan, meningkatkan efisiensi, mempercepat pelayanan, serta menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih tepat.
Karena itu pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman materi maupun perolehan sertifikat, tetapi menghasilkan perubahan nyata dalam praktik kepemimpinan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mahulu.
Peserta pelatihan terdiri atas unsur asisten, staf ahli bupati, kepala dinas dan badan, sekretaris perangkat daerah, kepala bagian, serta kepala bidang di lingkungan Pemkab Mahulu.
Melalui kegiatan ini, para pejabat diharapkan mampu menerapkan keterampilan coaching dalam pembinaan pegawai sekaligus membangun komunikasi yang baik, kedisiplinan, keteladanan dan semangat kerja sama.
Editor: Aspian Nur
Wakil Bupati Mahulu Suhuk yang mewakili Bupati Mahulu Angela Idang Belawan mengatakan, kemampuan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari penguasaan tugas dan kewenangan, tetapi juga dari kecakapan dalam mengembangkan potensi pegawai.
Hal tersebut disampaikannya saat membacakan sambutan Bupati Mahulu pada pembukaan Pelatihan Coaching Skill for Leaders Tahun 2026 di Ballroom Lantai Tiga Kantor Bupati, Senin (12/10/2026).
Keterampilan coaching penting dimiliki pemimpin birokrasi untuk membantu pegawai mengenali potensi diri, menganalisis persoalan, menemukan solusi, serta membangun kemandirian dan tanggung jawab dalam bekerja.
“Melalui pendekatan ini, pemimpin membantu pegawai mengenali potensi diri, menganalisis persoalan, menemukan solusi, serta membangun kemandirian dan tanggung jawab dalam bekerja,” kata Suhuk.
Kepemimpinan yang efektif harus mampu menyeimbangkan pembinaan dengan ketegasan. Target kerja perlu ditetapkan secara jelas, pelaksanaan tugas dijalankan dengan disiplin, dan setiap hasil pekerjaan harus dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan pola kepemimpinan tersebut, peningkatan kemampuan individu diharapkan dapat memperkuat kinerja tim dan meningkatkan efektivitas organisasi dalam menjalankan kebijakan pembangunan daerah.
Selain keterampilan kepemimpinan, aparatur sipil negara (ASN) juga dituntut terus beradaptasi dengan perubahan pola kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, dan pemanfaatan teknologi informasi.
Penguasaan teknologi perlu diterapkan untuk mendukung pekerjaan, meningkatkan efisiensi, mempercepat pelayanan, serta menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih tepat.
Karena itu pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman materi maupun perolehan sertifikat, tetapi menghasilkan perubahan nyata dalam praktik kepemimpinan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mahulu.
Peserta pelatihan terdiri atas unsur asisten, staf ahli bupati, kepala dinas dan badan, sekretaris perangkat daerah, kepala bagian, serta kepala bidang di lingkungan Pemkab Mahulu.
Melalui kegiatan ini, para pejabat diharapkan mampu menerapkan keterampilan coaching dalam pembinaan pegawai sekaligus membangun komunikasi yang baik, kedisiplinan, keteladanan dan semangat kerja sama.
Editor: Aspian Nur