Penulis: Julika Hengin
KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Ketersediaan bahan pangan, terutama beras, untuk mendukung pelaksanaan Hudoq Pekayang di Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), dipastikan masih aman menjelang kegiatan.
1 menit baca6 kali dibaca

Penulis: Julika Hengin
KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Ketersediaan bahan pangan, terutama beras, untuk mendukung pelaksanaan Hudoq Pekayang di Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), dipastikan masih aman menjelang kegiatan.
Camat Long Pahangai Thomas Ding mengatakan, berdasarkan pengecekan terhadap persediaan di toko-toko dan gudang panitia, stok beras untuk memenuhi kebutuhan selama kegiatan masih mencukupi.
“Untuk sementara sampai minggu ini masih aman. Terutama beras, kalau melihat stok di toko-toko, saat ini sudah lumayan aman,” ujarnya, Senin (12/10/2026).
Menurut Thomas, kebutuhan konsumsi selama Hudoq Pekayang telah diatur melalui pembagian tanggung jawab antara pemerintah kampung, pemerintah kabupaten, dan panitia pelaksana.
Anggaran kegiatan dialokasikan melalui anggaran desa dan mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Mahulu.
Sementara itu, kebutuhan konsumsi kontingen dari 13 kampung peserta ditanggung oleh masing-masing kampung.
Adapun tamu yang datang di luar kontingen peserta pada umumnya menanggung kebutuhan konsumsi masing-masing. Namun, pada 22 Oktober, panitia menyediakan konsumsi bagi masyarakat dan tamu yang hadir.
Thomas memastikan, panitia juga telah mengambil persediaan bahan pangan dari wilayah hilir untuk memenuhi kebutuhan selama kegiatan berlangsung.
“Kami sudah mengecek di gudang panitia dan stoknya sudah cukup,” katanya.
Selain memastikan kesiapan konsumsi, pelaksanaan Hudoq Pekayang tahun ini juga diarahkan untuk meningkatkan jumlah kunjungan ke Kecamatan Long Pahangai.
Promosi kegiatan telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia, khususnya Kalimantan Timur. Bahkan, informasi mengenai Hudoq Pekayang disebut telah menjangkau calon pengunjung dari luar negeri.
Tahun ini, pusat pelaksanaan kegiatan berada di Lempang Edoa. Pemerintah kecamatan menargetkan sekitar 3.000 pengunjung di luar kontingen dari 13 kampung dapat hadir dan meramaikan kegiatan tersebut.
Target itu diharapkan dapat meningkatkan kunjungan ke Long Pahangai sekaligus memperluas pengenalan Hudoq Pekayang sebagai agenda budaya tahunan Mahulu.
Dengan kesiapan stok pangan dan promosi yang terus dilakukan, pelaksanaan Hudoq Pekayang diharapkan dapat berlangsung lancar serta menarik lebih banyak pengunjung ke wilayah hulu Mahulu.
Editor: Erwin
Camat Long Pahangai Thomas Ding mengatakan, berdasarkan pengecekan terhadap persediaan di toko-toko dan gudang panitia, stok beras untuk memenuhi kebutuhan selama kegiatan masih mencukupi.
“Untuk sementara sampai minggu ini masih aman. Terutama beras, kalau melihat stok di toko-toko, saat ini sudah lumayan aman,” ujarnya, Senin (12/10/2026).
Menurut Thomas, kebutuhan konsumsi selama Hudoq Pekayang telah diatur melalui pembagian tanggung jawab antara pemerintah kampung, pemerintah kabupaten, dan panitia pelaksana.
Anggaran kegiatan dialokasikan melalui anggaran desa dan mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Mahulu.

Sementara itu, kebutuhan konsumsi kontingen dari 13 kampung peserta ditanggung oleh masing-masing kampung.
Adapun tamu yang datang di luar kontingen peserta pada umumnya menanggung kebutuhan konsumsi masing-masing. Namun, pada 22 Oktober, panitia menyediakan konsumsi bagi masyarakat dan tamu yang hadir.
Thomas memastikan, panitia juga telah mengambil persediaan bahan pangan dari wilayah hilir untuk memenuhi kebutuhan selama kegiatan berlangsung.
“Kami sudah mengecek di gudang panitia dan stoknya sudah cukup,” katanya.
Selain memastikan kesiapan konsumsi, pelaksanaan Hudoq Pekayang tahun ini juga diarahkan untuk meningkatkan jumlah kunjungan ke Kecamatan Long Pahangai.
Promosi kegiatan telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia, khususnya Kalimantan Timur. Bahkan, informasi mengenai Hudoq Pekayang disebut telah menjangkau calon pengunjung dari luar negeri.
Tahun ini, pusat pelaksanaan kegiatan berada di Lempang Edoa. Pemerintah kecamatan menargetkan sekitar 3.000 pengunjung di luar kontingen dari 13 kampung dapat hadir dan meramaikan kegiatan tersebut.
Target itu diharapkan dapat meningkatkan kunjungan ke Long Pahangai sekaligus memperluas pengenalan Hudoq Pekayang sebagai agenda budaya tahunan Mahulu.
Dengan kesiapan stok pangan dan promosi yang terus dilakukan, pelaksanaan Hudoq Pekayang diharapkan dapat berlangsung lancar serta menarik lebih banyak pengunjung ke wilayah hulu Mahulu.
Editor: Erwin








Pusat gempa berada di laut 121 km BaratDaya Lumajang, Jawa Timur
12 Okt 2026, 18:58:07 WIB • Kedalaman 21 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG