Kekurangan tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran Rp429,425 juta. Upaya mencari dukungan itu dibahas dalam pertemuan Dispora bersama pelaku usaha di Ruang Rapat Diklat Kantor Bupati Kubar, Senin (12/10/2026). Perusahaan yang hadir berasal dari berbagai sektor, mulai dari pertambangan hingga perkebunan kelapa sawit.
Kepala Dispora Kubar Gamas Laden mengatakan, pertemuan tersebut bertujuan mengajak pelaku usaha berkolaborasi mendukung perjuangan atlet dan anggota kontingen Kubar di ajang olahraga tingkat provinsi.
“Kami mengadakan pertemuan dengan para pelaku usaha di Kubar dengan maksud dan tujuan mengajak mereka berkolaborasi dalam mendukung semangat dan perjuangan anak-anak kita yang akan berlaga di Porprov Paser nanti,” ujar Gamas kepada Korankaltim.com.
Menurutnya, dukungan perusahaan diperlukan karena anggaran pemerintah belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan perlengkapan kontingen. Berdasarkan paparan Dispora, anggaran yang tersedia baru mencakup 442 paket, sedangkan target kebutuhan kontingen mencapai 948 paket.
“Pemerintah mengalami efisiensi dan beberapa kali rasionalisasi, sehingga anggaran-anggaran itu berkurang. Karena itu, kami berharap pelaku usaha bisa mendukung,” katanya.
Dari total kekurangan 506 paket, sebanyak 245 paket diperuntukkan bagi atlet dengan estimasi anggaran Rp318,5 juta. Sementara itu, 261 paket lainnya untuk pelatih, manajer, dan ofisial dengan kebutuhan anggaran Rp110,925 juta. Jika dijumlahkan, estimasi kebutuhan anggaran yang belum terpenuhi mencapai Rp429,425 juta.
Adapun perlengkapan dalam training pack kontingen meliputi jaket training, celana training, sepatu, topi, kaos berkerah, kaos jersey, tas tanding, handuk kecil, handuk besar, dan tas kontingen.
Gamas mengakui tidak seluruh pelaku usaha yang diharapkan dapat menghadiri pertemuan tersebut. Meski demikian, ia berharap perusahaan yang hadir maupun yang belum sempat mengikuti pertemuan tetap dapat berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing.
Ia juga memahami pelaku usaha menghadapi tantangan tersendiri, termasuk kondisi usaha dan dampak musim kemarau. Karena itu, dukungan yang diberikan diharapkan dapat disesuaikan dengan kemampuan setiap perusahaan.
Sementara itu, Ketua KONI Kubar Alsiyus berharap perusahaan turut membantu karena kontingen yang bertanding membawa nama daerah. Ia mengatakan, proposal akan disampaikan kepada perusahaan yang tidak hadir agar mereka tetap memiliki kesempatan berpartisipasi.
“Kita ini membawa nama Kubar. Kebetulan di training pack kita ada kekurangan. Saya berharap perusahaan yang tidak sempat hadir juga tetap kami beri proposalnya supaya mereka bisa berpartisipasi dalam membantu bergotong royong mengatasi kekurangan yang kita alami ini,” ujar Alsiyus.
Ia mengakui jumlah perusahaan yang hadir belum sesuai harapan. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya berkecil hati. Alsiyus tetap optimistis perusahaan di Kubar memiliki kepedulian terhadap perkembangan olahraga daerah.
“Memang kalau kita lihat persentase yang hadir agak kurang, tapi kita tidak berkecil hati. Kita tetap optimistis mereka tentu memiliki kepedulian terhadap olahraga di Kubar,” katanya.
Alsiyus mengatakan, Kubar akan mengikuti 50 cabang olahraga (cabor) dari total 64 cabor yang ditetapkan pada Porprov VIII Kaltim 2026 di Kabupaten Paser. Ia berharap dukungan perusahaan dapat membantu kontingen memenuhi kebutuhan perlengkapan sehingga atlet bisa berpartisipasi dan tampil maksimal dalam kompetisi tersebut.
Editor: Erwin
Kekurangan tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran Rp429,425 juta. Upaya mencari dukungan itu dibahas dalam pertemuan Dispora bersama pelaku usaha di Ruang Rapat Diklat Kantor Bupati Kubar, Senin (12/10/2026). Perusahaan yang hadir berasal dari berbagai sektor, mulai dari pertambangan hingga perkebunan kelapa sawit.
Kepala Dispora Kubar Gamas Laden mengatakan, pertemuan tersebut bertujuan mengajak pelaku usaha berkolaborasi mendukung perjuangan atlet dan anggota kontingen Kubar di ajang olahraga tingkat provinsi.
“Kami mengadakan pertemuan dengan para pelaku usaha di Kubar dengan maksud dan tujuan mengajak mereka berkolaborasi dalam mendukung semangat dan perjuangan anak-anak kita yang akan berlaga di Porprov Paser nanti,” ujar Gamas kepada Korankaltim.com.
Menurutnya, dukungan perusahaan diperlukan karena anggaran pemerintah belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan perlengkapan kontingen. Berdasarkan paparan Dispora, anggaran yang tersedia baru mencakup 442 paket, sedangkan target kebutuhan kontingen mencapai 948 paket.
“Pemerintah mengalami efisiensi dan beberapa kali rasionalisasi, sehingga anggaran-anggaran itu berkurang. Karena itu, kami berharap pelaku usaha bisa mendukung,” katanya.
Dari total kekurangan 506 paket, sebanyak 245 paket diperuntukkan bagi atlet dengan estimasi anggaran Rp318,5 juta. Sementara itu, 261 paket lainnya untuk pelatih, manajer, dan ofisial dengan kebutuhan anggaran Rp110,925 juta. Jika dijumlahkan, estimasi kebutuhan anggaran yang belum terpenuhi mencapai Rp429,425 juta.
Adapun perlengkapan dalam training pack kontingen meliputi jaket training, celana training, sepatu, topi, kaos berkerah, kaos jersey, tas tanding, handuk kecil, handuk besar, dan tas kontingen.
Gamas mengakui tidak seluruh pelaku usaha yang diharapkan dapat menghadiri pertemuan tersebut. Meski demikian, ia berharap perusahaan yang hadir maupun yang belum sempat mengikuti pertemuan tetap dapat berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing.
Ia juga memahami pelaku usaha menghadapi tantangan tersendiri, termasuk kondisi usaha dan dampak musim kemarau. Karena itu, dukungan yang diberikan diharapkan dapat disesuaikan dengan kemampuan setiap perusahaan.
Sementara itu, Ketua KONI Kubar Alsiyus berharap perusahaan turut membantu karena kontingen yang bertanding membawa nama daerah. Ia mengatakan, proposal akan disampaikan kepada perusahaan yang tidak hadir agar mereka tetap memiliki kesempatan berpartisipasi.
“Kita ini membawa nama Kubar. Kebetulan di training pack kita ada kekurangan. Saya berharap perusahaan yang tidak sempat hadir juga tetap kami beri proposalnya supaya mereka bisa berpartisipasi dalam membantu bergotong royong mengatasi kekurangan yang kita alami ini,” ujar Alsiyus.
Ia mengakui jumlah perusahaan yang hadir belum sesuai harapan. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya berkecil hati. Alsiyus tetap optimistis perusahaan di Kubar memiliki kepedulian terhadap perkembangan olahraga daerah.