Wakil Bupati Mahulu, Suhuk mengatakan pelatihan yang diselenggarakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Mahulu tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan kepemimpinan, tetapi juga pengetahuan aparatur dalam memanfaatkan teknologi.
Menurutnya, peningkatan kapasitas kepemimpinan penting agar pejabat mampu memimpin bawahannya sekaligus menjadi teladan dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Harapan kita dengan pelaksanaan kegiatan ini boleh meningkatkan, pertama, kepemimpinan dalam memimpin bawahannya. Pemimpin itu juga harus bisa menjadi teladan bagi yang di bawahnya,” kata Suhuk.
Selain kepemimpinan, ia menekankan pentingnya peningkatan pengetahuan, khususnya dalam penggunaan teknologi.
Suhuk menilai perkembangan teknologi saat ini menuntut aparatur untuk terus meningkatkan kemampuan agar tidak tertinggal dalam mengikuti perubahan.
“Kedua, harapan kita dari pelatihan ini bisa meningkatkan pengetahuan, terutama dalam penggunaan teknologi,” ujarnya, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, penguasaan teknologi dapat membawa perubahan dalam pelaksanaan pekerjaan pemerintahan, terutama dalam pendataan dan penyusunan laporan.
Karena itu, pejabat eselon II dan III yang mengikuti pelatihan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan tersebut dan menerapkannya dalam pelaksanaan tugas di perangkat daerah masing-masing.
“Karena dari teknologi pun bisa membawa perubahan juga, khususnya dalam pendataan dan laporan,” katanya.
Suhuk berharap peningkatan kapasitas melalui pelatihan tersebut dapat berdampak pada kualitas kepemimpinan sekaligus mendukung pelaksanaan administrasi pemerintahan yang lebih efektif.
Editor: Erwin
Wakil Bupati Mahulu, Suhuk mengatakan pelatihan yang diselenggarakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Mahulu tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan kepemimpinan, tetapi juga pengetahuan aparatur dalam memanfaatkan teknologi.
Menurutnya, peningkatan kapasitas kepemimpinan penting agar pejabat mampu memimpin bawahannya sekaligus menjadi teladan dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Harapan kita dengan pelaksanaan kegiatan ini boleh meningkatkan, pertama, kepemimpinan dalam memimpin bawahannya. Pemimpin itu juga harus bisa menjadi teladan bagi yang di bawahnya,” kata Suhuk.
Selain kepemimpinan, ia menekankan pentingnya peningkatan pengetahuan, khususnya dalam penggunaan teknologi.
Suhuk menilai perkembangan teknologi saat ini menuntut aparatur untuk terus meningkatkan kemampuan agar tidak tertinggal dalam mengikuti perubahan.
“Kedua, harapan kita dari pelatihan ini bisa meningkatkan pengetahuan, terutama dalam penggunaan teknologi,” ujarnya, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, penguasaan teknologi dapat membawa perubahan dalam pelaksanaan pekerjaan pemerintahan, terutama dalam pendataan dan penyusunan laporan.
Karena itu, pejabat eselon II dan III yang mengikuti pelatihan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan tersebut dan menerapkannya dalam pelaksanaan tugas di perangkat daerah masing-masing.
“Karena dari teknologi pun bisa membawa perubahan juga, khususnya dalam pendataan dan laporan,” katanya.
Suhuk berharap peningkatan kapasitas melalui pelatihan tersebut dapat berdampak pada kualitas kepemimpinan sekaligus mendukung pelaksanaan administrasi pemerintahan yang lebih efektif.
Editor: Erwin