Selasa, 30/06/2026
Selasa, 30/06/2026
Ruang rawat inap yang ada di Puskesmas Induk Petung. (Dinda/korankaltim.com)
Selasa, 30/06/2026

Ruang rawat inap yang ada di Puskesmas Induk Petung. (Dinda/korankaltim.com)
Penulis: Dinda Ayu Dwi Meylani
KORANKALTIM.COM, PENAJAM – Fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai menjadi dambaan setiap masyarakat, tidak terkecuali di wilayah kerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Induk Petung.
Ditengah keterbatasan sarana dan prasarana yang ada, pihak Puskesmas kini menaruh harapan besar kepada pemerintah agar dapat membangun gedung rawat inap yang representatif.
Kepala UPT Puskesmas Induk Petung Aslam Said mengungkapkan, layanan rawat inap di instansinya sebenarnya tersedia, namun kapasitasnya masih sangat terbatas. "Sebenarnya ada, tapi kami hanya mampu untuk observasi saja sehari semalam atau 24 jam saja," ujar Aslam, Selasa (30/6/2026).
Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki oleh Puskesmas Petung saat ini sudah terbilang cukup dan siap bertugas, namun kesiapan tersebut tidak didukung oleh sarana prasarana penunjang rawat inap yang memadai.
"Kami berharap ke pemerintah untuk dibangunkan rawat inap, karena SDM kami cukup, tapi sarana prasarana untuk rawat inap itu sangat minim. Kami perlu ada bangunan untuk rawat inap khusus ya, biar masyarakat yang ada di wilayah Puskesmas Petung tidak perlu lagi dirujuk ke Rumah Sakit, tapi terlayani di puskesmas. Jadi, pelayanan kita mudah, cepat dan setara," harapnya.
Kondisi kapasitas kamar perawatan yang ada saat ini memiliki satu ruang observasi dan dua kamar tidur pasien.
"Satu kamar itu ranjangnya ada tiga, lumayan agak luas sih. Hanya memang ketika ada dua pasien atau tiga pasien, agak repot nih. Jadi memang tidak standarlah. Harapannya dibangunkan untuk rawat inap," terangnya.
Kendala lain yang dihadapi dalam rencana pengembangan ini adalah luas lahan puskesmas saat ini yang dinilai sudah tidak memadai untuk mendirikan bangunan baru. Menyiasati hal tersebut, Aslam membeberkan sebuah rencana solutif berupa wacana tukar guling lahan dengan pihak Kelurahan Petung.
Puskesmas Petung memiliki aset berupa lahan kosong bekas bangunan puskesmas lama yang terletak tepat di depan puskesmas saat ini, persis di pinggir jalan raya.
"Kami punya lahan yang kosong, puskesmas lama di depan puskesmas sekarang. Itu bisa ditukar dengan Kelurahan Petung. Jadi, Kelurahan Petung kita jadikan lokasi rawat inapnya, lokasi kami dialihkan ke kantor Kelurahan Petung. Itu kalau misalnya pemerintah mau," usulnya.
Untuk kebutuhan kantor kelurahan, lahan puskesmas lama tersebut sudah lebih dari cukup meski hanya diambil sebagian. Nantinya pihak puskesmas berencana menyatukan alokasi ruang Unit Gawat Darurat (UGD) dan ruang rawat inap di lokasi puskesmas lama tersebut.
Meski rencana ini dinilai sangat memungkinkan untuk mempercepat dan mengoptimalkan pelayanan kesehatan masyarakat, Aslam mengakui bahwa sejauh ini komunikasi yang terjalin dengan Dinas Kesehatan baru sebatas lisan.
Puskesmas Petung tidak tinggal diam. Dalam waktu dekat, mereka akan segera menyusun kajian dan permohonan resmi secara tertulis untuk diserahkan kepada kepala daerah.
"Kami membuat analisa Puskesmas Petung perlu ruangan sendiri untuk rawat inap. Kami pengin membuat analisa yang menjadi acuan kita untuk bermohon ke Pak Bupati melalui dengan Dinas Kesehatan, harapannya seperti itu. Biar masyarakatnya ini bisa kita layani tanpa merujuk," tutup Aslam.
Editor : Aspian Nur
Selasa, 30/06/2026
Ruang rawat inap yang ada di Puskesmas Induk Petung. (Dinda/korankaltim.com)
TERPOPULER