Rabu, 01/07/2026
Rabu, 01/07/2026
Bupati Mahakam Ulu, Angela Idang Belawan meninjau langsung peserta seleksi program brass saat pelaksanaan ujian di Disdikbud Mahulu. (Julika/Korankaltim.com)
Rabu, 01/07/2026

Bupati Mahakam Ulu, Angela Idang Belawan meninjau langsung peserta seleksi program brass saat pelaksanaan ujian di Disdikbud Mahulu. (Julika/Korankaltim.com)
Penulis: Julika Hengin
KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mulai menyiapkan perluasan program beasiswa hingga jenjang magister (S2) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Saat ini, pemerintah daerah tengah menyusun regulasi agar program tersebut dapat dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku.
Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan, mengatakan pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan daerah. Karena itu, pemerintah tidak ingin mahasiswa penerima beasiswa berhenti pada jenjang sarjana.
"Harapan kami tentu anak-anak bisa mendapatkan pendidikan yang setinggi-tingginya dan mengejar cita-cita mereka setinggi langit sehingga nanti membawa nama Mahulu. Di mana pun mereka berada dan apa pun pekerjaannya, mereka bisa mengharumkan nama Mahulu," ujarnya kepada awak media usai meninjau peserta tes yang mengikuti seleksi beasiswa di Disdikbud Mahulu, Rabu (1/7/2026).
Pemerintah sedang mengupayakan agar beasiswa dapat diperluas hingga jenjang S2. Namun, pelaksanaannya harus didahului dengan penyusunan regulasi yang matang agar tidak bertentangan dengan aturan maupun kebijakan belanja pemerintah.
"Harapan saya mereka tidak berhenti mengambil S1. Sekarang kami sedang menyusun regulasi yang tepat sehingga tidak membentur peraturan, agar anak-anak Mahakam Ulu yang memang berniat melanjutkan pendidikan hingga S2 bisa kita fasilitasi," katanya.
Sebagai langkah awal, pemerintah mulai mendata lulusan sarjana asal Mahulu yang berpotensi melanjutkan studi. "Sekarang saya mencoba mencari tahu teman-teman yang sudah lulus kuliah S1. Kita data dengan sebaik mungkin sehingga tidak ada yang tertinggal," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mahulu, Samson Batang, mengatakan seleksi beasiswa masih terus berjalan. Pada pelaksanaan tes hari itu, sebanyak 33 peserta mengikuti seleksi dari total 35 orang yang mendaftar. "Dari hasil tes itu nanti akan dipilih 10 orang," katanya.
Samson menjelaskan, tahun ini pemerintah membuka sejumlah pilihan perguruan tinggi tujuan beasiswa. Selain ke Politeknik Negeri Samarinda (Polnes), penerima beasiswa juga berkesempatan melanjutkan pendidikan di Universitas Hasanuddin, Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida), serta Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta.
Selain program sarjana, Disdikbud juga tengah menyiapkan beasiswa S2 bagi aparatur sipil negara (ASN). Beberapa perguruan tinggi yang menjadi tujuan antara lain Universitas Mulawarman untuk program Magister Ilmu Pemerintahan (MIP) dan program pascasarjana FKIP, serta peluang studi di Jepang.
Minat masyarakat terhadap program beasiswa tetap tinggi. Peminat untuk Polnes cukup banyak, sedangkan pendaftaran ke Universitas Hasanuddin masih berlangsung sehingga jumlah peserta masih terus bertambah.
Editor: Aspian Nur
Rabu, 01/07/2026
Bupati Mahakam Ulu, Angela Idang Belawan meninjau langsung peserta seleksi program brass saat pelaksanaan ujian di Disdikbud Mahulu. (Julika/Korankaltim.com)
TERPOPULER