Selasa, 30/06/2026

Festival Bekudung Betiung Resmi Ditutup, Dorong Agenda Budaya Berau Tembus Kharisma Event Nusantara

Selasa, 30/06/2026

Kehadiran Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji disambut langsung Oleh Kepala Adat Suku Dayak Ga'ai, Muksin dengan menyematkan gelang manik. (Indri/Korankaltim).

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Festival Bekudung Betiung Resmi Ditutup, Dorong Agenda Budaya Berau Tembus Kharisma Event Nusantara

Selasa, 30/06/2026

logo

Kehadiran Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji disambut langsung Oleh Kepala Adat Suku Dayak Ga'ai, Muksin dengan menyematkan gelang manik. (Indri/Korankaltim).

Penulis : Indri

KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Festival Adat Bekudung Betiung yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-263 Kampung Tumbit Dayak resmi ditutup dan berlangsung meriah di Balai Adat atau Rumah Sunta, Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau Selasa (30/6/2026) malam tadi . 

Kehadiran Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menjadi sorotan sekaligus mempertegas dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terhadap pelestarian budaya adat.

Kehadiran Seno didampingi Wakil Bupati Berau Gamalis, Camat Sambaliung Noor Alam, serta Kepala Kampung Tumbit Dayak Ahmad Jamlan disambut antusias masyarakat yang memadati Rumah Sunta untuk mengikuti rangkaian penutupan festival.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Jamlan berharap festival budaya tetap mendapat dukungan pemerintah meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Keberlangsungan festival menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya sekaligus mendorong pembangunan kampung.

"Kami berharap dukungan pemerintah provinsi tidak hanya untuk budaya, tetapi juga sektor pariwisata, pertanian, perkebunan, dan pengembangan sumber daya alam demi kemajuan Kampung Tumbit Dayak," kata Jamlan.

Harapan serupa disampaikan Kepala Adat Suku Dayak Ga'ai Kampung Tumbit Dayak, Muksin yang mengapresiasi kehadiran wagub dan wabup serta meminta dukungan agar Festival Bekudung Betiung dapat masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) sebagai agenda wisata budaya nasional.

Gamalis sendiri menilai kehadiran wagub menjadi bukti perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terhadap pelestarian budaya masyarakat adat di Berau, apalagi Berau memiliki tiga suku asli, salah satunya Suku Dayak, sehingga pelestarian budaya leluhur harus terus menjadi perhatian bersama.

"Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Berau. Kami berharap pemerintah provinsi dapat memperjuangkan Festival Bekudung Betiung agar masuk dalam Kharisma Event Nusantara," kata Gamalis.

Sedangkan Seno Aji mengapresiasi masyarakat Kampung Tumbit Dayak yang dinilai mampu menjaga dan mempertahankan nilai-nilai adat hingga saat ini. Menurutnya, budaya merupakan kekuatan yang harus terus dirawat sebagai identitas daerah. "Mari kita jaga Festival Bekudung Betiung agar tetap hadir untuk generasi penerus kita," pinta Seno.

Selain menekankan pentingnya pelestarian budaya, Seno Aji juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga situasi yang aman dan kondusif. Ia menilai suasana yang harmonis akan meningkatkan kepercayaan investor untuk berinvestasi di Kabupaten Berau, sekaligus mendorong perusahaan menyalurkan program tanggung jawab sosial (CSR) guna mendukung pengembangan seni, budaya, dan pelestarian adat istiadat.

"Sebab, budaya adalah jati diri daerah. Mari kita jaga dan wariskan kepada generasi mendatang," sebut Seno Aji usai menutup secara resmi festival Bekudung Betiung. 


Editor: Aspian Nur

Festival Bekudung Betiung Resmi Ditutup, Dorong Agenda Budaya Berau Tembus Kharisma Event Nusantara

Selasa, 30/06/2026

Kehadiran Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji disambut langsung Oleh Kepala Adat Suku Dayak Ga'ai, Muksin dengan menyematkan gelang manik. (Indri/Korankaltim).

Share

Berita Terkait