Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Meski sudah diberlakukan jalur satu arah, namun pengendara kendaraan terutama motor masih "mucil" saat melintas di Jalan Perniagaan kawasan Pasar Segiri, Kota Samarinda.
Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Meski sudah diberlakukan jalur satu arah, namun pengendara kendaraan terutama motor masih "mucil" saat melintas di Jalan Perniagaan kawasan Pasar Segiri, Kota Samarinda.
Itu terbukti dengan banyaknya pengedara motor yang melawan arus lalu lintas di kawasan itu, bahkan ada yang tak mengenakan helm dan terjaring razia oleh aparat kepolisian dari jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Samarinda saat digelar Operasi Patuh Mahakam 2026 hari ketiga, Rabu (28/10/2026) ini.
Dalam razia itu petugas menyisir kawasan tersebut untuk memantau kepatuhan pengendara terhadap aturan lalu lintas, terutama di jalur yang telah ditetapkan satu arah.
Didit, seorang pengendara motor yang terjaring razia mengaku tidak mengenakan helm ketika melintas di kawasan tersebut dengan alasan helm yang digunakan saat itu merupakan pinjaman.
“Tidak, jadi ini saya pinjam helm dulu,” ujar Didit saat ditanya awak media mengenai penggunaan helm.
Didit menjelaskan dirinya baru saja dari rumah sakit dan hendak pulang ke rumah di Jalan Lestari dan jarang melintas di kawasan tersebut. “Dari rumah sakit mau ke rumah di Lestari,” jelas Didit.
Pelanggaran yang dilakukan Didit menjadi satu diantara temuan pelanggaran lalu lintas. Satlantas Polresta Samarinda juga menyisir kawasan Pasar Segiri untuk menertibkan pengendara yang tidak mematuhi aturan lalu lintas.
Kanit Turwali Satlantas Polresta Samarinda Iptu Ismail Marzuki mengatakan, petugas menemukan sekitar 12 hingga 13 pengendara yang melakukan pelanggaran di sekitar Pasar Segiri. “Ini baru di dekat Pasar Segiri, kami dapati ada sekitar 12 sampai 13 pengendara,” kata Ismail.
Pelanggaran yang paling banyak ditemukan adalah melawan arus. Selain di Jalan Perniagaan, petugas juga memantau kawasan belakang Jalan Belatuk untuk mengawasi pengendara yang melanggar ketentuan arah lalu lintas.
“Yang banyak ditindak masih melawan arah, kemudian pengendara yang tidak menggunakan helm. Namun, masih banyak juga yang kami berikan teguran,” sebut Ismail.
Ismail mengimbau masyarakat Samarinda agar lebih disiplin dalam berkendara, termasuk mematuhi rambu dan menggunakan perlengkapan keselamatan.
“Kami mengimbau masyarakat Kota Samarinda agar tertib berlalu lintas, demi keselamatan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur
Itu terbukti dengan banyaknya pengedara motor yang melawan arus lalu lintas di kawasan itu, bahkan ada yang tak mengenakan helm dan terjaring razia oleh aparat kepolisian dari jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Samarinda saat digelar Operasi Patuh Mahakam 2026 hari ketiga, Rabu (28/10/2026) ini.
Dalam razia itu petugas menyisir kawasan tersebut untuk memantau kepatuhan pengendara terhadap aturan lalu lintas, terutama di jalur yang telah ditetapkan satu arah.
Didit, seorang pengendara motor yang terjaring razia mengaku tidak mengenakan helm ketika melintas di kawasan tersebut dengan alasan helm yang digunakan saat itu merupakan pinjaman.
“Tidak, jadi ini saya pinjam helm dulu,” ujar Didit saat ditanya awak media mengenai penggunaan helm.

Didit menjelaskan dirinya baru saja dari rumah sakit dan hendak pulang ke rumah di Jalan Lestari dan jarang melintas di kawasan tersebut. “Dari rumah sakit mau ke rumah di Lestari,” jelas Didit.
Pelanggaran yang dilakukan Didit menjadi satu diantara temuan pelanggaran lalu lintas. Satlantas Polresta Samarinda juga menyisir kawasan Pasar Segiri untuk menertibkan pengendara yang tidak mematuhi aturan lalu lintas.
Kanit Turwali Satlantas Polresta Samarinda Iptu Ismail Marzuki mengatakan, petugas menemukan sekitar 12 hingga 13 pengendara yang melakukan pelanggaran di sekitar Pasar Segiri. “Ini baru di dekat Pasar Segiri, kami dapati ada sekitar 12 sampai 13 pengendara,” kata Ismail.
Pelanggaran yang paling banyak ditemukan adalah melawan arus. Selain di Jalan Perniagaan, petugas juga memantau kawasan belakang Jalan Belatuk untuk mengawasi pengendara yang melanggar ketentuan arah lalu lintas.

“Yang banyak ditindak masih melawan arah, kemudian pengendara yang tidak menggunakan helm. Namun, masih banyak juga yang kami berikan teguran,” sebut Ismail.
Ismail mengimbau masyarakat Samarinda agar lebih disiplin dalam berkendara, termasuk mematuhi rambu dan menggunakan perlengkapan keselamatan.
“Kami mengimbau masyarakat Kota Samarinda agar tertib berlalu lintas, demi keselamatan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur











221 km BaratLaut PULAUKARATUNG-SULUT
28 Okt 2026, 08:11:54 WIB • Kedalaman 10 km
Tidak berpotensi tsunami
Sumber: BMKG
