Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30 Wita, saat Sri berada di area parkir yang biasa digunakan pengunjung untuk memarkir kendaraan. Seorang pria tak dikenal tiba-tiba menghampirinya.
Pria tersebut memiliki ciri-ciri berbadan besar, bertubuh tinggi, berkulit gelap, berusia di atas 40 tahun, berambut bergaya mohawk, serta berpenampilan lusuh.
Pelaku diduga menggunakan modus berpura-pura lemas dan mengaku tidak sanggup berjalan. Ia kemudian meminta izin meminjam sepeda motor Sri dengan alasan hendak membeli es.
Sri mengaku seperti kehilangan kesadaran setelah pria tersebut menatap wajahnya. Dalam kondisi itu, ia langsung menyerahkan kunci sepeda motornya kepada pria tersebut.
“Dia bilang, Bu, bisakah pinjam motornya, saya mau beli es, gak kuat jalan.’ Nah, saya itu dilihati mukanya. Begitu dekat, saya pinjami dan dia bilang saya tunggu di situ saja,” ujar Sri kepada Korankaltim.com, Senin (26/10/2026).
Korban baru menyadari setelah menunggu hingga pukul 16.00 Wita, namun pelaku tak kunjung kembali. Dalam kondisi linglung, korban kemudian menghubungi anaknya dan mencoba melacak pergerakan pelaku melalui rekaman CCTV.
Nahas, saat anak korban mendatangi Dinas Perhubungan dan mengecek titik pemantauan di area Bukit Biru, kamera pengawas di lokasi kejadian dilaporkan sedang nonaktif dari pusat sehingga rekaman tidak dapat dibuka.
“Kami sempat ke Kantor Dishub Kukar untuk menanyakan CCTV itu, tapi katanya CCTV-nya tidak aktif,” kata Sri.
Diketahui, sepeda motor yang dibawa kabur oleh pelaku adalah motor matic warna putih dengan ciri khusus tidak memiliki spakbor depan.
Kendaraan tersebut merupakan motor pribadi milik atasan korban yang sehari-hari dipinjamkan kepadanya untuk keperluan bekerja.
Kata Sri, kasus ini telah dikoordinasikan bersama pemilik kendaraan dan telah dilaporkan ke pihak Polsek Tenggarong, untuk dilakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku.
“Saya harap pihak kepolisian dapat membantu pencarian motor yang hilang itu, karena satu satunya kendaraan saya untuk pergi bekerja,” harapnya.
Editor: Erwin
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30 Wita, saat Sri berada di area parkir yang biasa digunakan pengunjung untuk memarkir kendaraan. Seorang pria tak dikenal tiba-tiba menghampirinya.
Pria tersebut memiliki ciri-ciri berbadan besar, bertubuh tinggi, berkulit gelap, berusia di atas 40 tahun, berambut bergaya mohawk, serta berpenampilan lusuh.
Pelaku diduga menggunakan modus berpura-pura lemas dan mengaku tidak sanggup berjalan. Ia kemudian meminta izin meminjam sepeda motor Sri dengan alasan hendak membeli es.
Sri mengaku seperti kehilangan kesadaran setelah pria tersebut menatap wajahnya. Dalam kondisi itu, ia langsung menyerahkan kunci sepeda motornya kepada pria tersebut.
“Dia bilang, Bu, bisakah pinjam motornya, saya mau beli es, gak kuat jalan.’ Nah, saya itu dilihati mukanya. Begitu dekat, saya pinjami dan dia bilang saya tunggu di situ saja,” ujar Sri kepada Korankaltim.com, Senin (26/10/2026).
Korban baru menyadari setelah menunggu hingga pukul 16.00 Wita, namun pelaku tak kunjung kembali. Dalam kondisi linglung, korban kemudian menghubungi anaknya dan mencoba melacak pergerakan pelaku melalui rekaman CCTV.
Nahas, saat anak korban mendatangi Dinas Perhubungan dan mengecek titik pemantauan di area Bukit Biru, kamera pengawas di lokasi kejadian dilaporkan sedang nonaktif dari pusat sehingga rekaman tidak dapat dibuka.
“Kami sempat ke Kantor Dishub Kukar untuk menanyakan CCTV itu, tapi katanya CCTV-nya tidak aktif,” kata Sri.
Diketahui, sepeda motor yang dibawa kabur oleh pelaku adalah motor matic warna putih dengan ciri khusus tidak memiliki spakbor depan.
Kendaraan tersebut merupakan motor pribadi milik atasan korban yang sehari-hari dipinjamkan kepadanya untuk keperluan bekerja.
Kata Sri, kasus ini telah dikoordinasikan bersama pemilik kendaraan dan telah dilaporkan ke pihak Polsek Tenggarong, untuk dilakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku.
“Saya harap pihak kepolisian dapat membantu pencarian motor yang hilang itu, karena satu satunya kendaraan saya untuk pergi bekerja,” harapnya.