Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di lokasi keramaian kembali memicu perhatian publik di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di lokasi keramaian kembali memicu perhatian publik di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Area parkir Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) di Kecamatan Tenggarong kini menjadi sorotan setelah terjadinya insiden pencurian sepeda motor milik salah satu pengunjung.
Peristiwa yang terjadi pada Kamis (22/10/2026) tersebut beruntung dapat ditangani dengan cepat. Sepeda motor korban berhasil ditemukan oleh jajaran Polsek Tenggarong bersama warga di kawasan Jalan Mangkuraja Satu, bahkan sebelum pemilik kendaraan sempat membuat laporan resmi ke kantor polisi.
Kanit Reskrim Polsek Tenggarong, IPTU Makmur, menjelaskan, insiden bermula saat korban memarkirkan kendaraannya di area Pujasera untuk bersantap makanan. Pelaku memanfaatkan kelengahan pemilik dan situasi area parkir terbuka yang ramai.
“Jadi sepeda motor korban ini kami temukan sekitar pukul 18.00 WITA, posisinya sudah dibawa, motornya memang menggunakan sistem keyless atau remote. Pelaku sempat berupaya membongkar cover lampu depan untuk menyalakan mesin, tapi gagal. Karena tidak bisa dihidupkan, motor itu disembunyikan ke area semak-semak di wilayah Mangkuraja satu,” kata IPTU Makmur, Minggu (25/10/2026).
Aksi mencurigakan tersebut disadari oleh warga sekitar yang langsung melaporkannya kepada tim patroli Polsek Tenggarong.
Petugas bersama warga bergerak cepat mengamankan barang bukti dan menyerahkannya kembali kepada pemilik. Sementara itu, sosok pelaku pencurian saat ini masih dalam proses penyelidikan dan pengejaran pihak kepolisian.
Insiden pencurian di area publik ini memantik perhatian serius dari kepolisian terkait sistem pengawasan dan tata kelola parkir di kawasan Pujasera.
Makmur menegaskan, pihak pengelola parkir harus menunjukkan komitmen dan tanggung jawab nyata terhadap keamanan kendaraan pengunjung, terlebih jika ada penarikan retribusi atau tarif parkir di lokasi tersebut.
“Kalau pengelola menarik uang jasa parkir dari masyarakat, tentu harus diikuti dengan penjaminan rasa aman. Jangan sampai hanya menarik dana, tetapi saat ada kejadian kelengahan seperti ini tidak ada pertanggungjawaban,” tegasnya.
Ketertiban dalam tata kelola parkir tidak hanya menyangkut pelayanan publik, tetapi juga transparansi kontribusi terhadap daerah. Hal ini penting agar penataan kawasan wisata kuliner di Tenggarong dapat berjalan aman dan profesional.
“Perlu ditertibkan dan diperjelas siapa pengelolanya, bagaimana sistem pengawasannya di lapangan, serta bagaimana pertanggungjawaban keuangannya ke daerah. Keamanan pengunjung harus jadi prioritas utama,” kata dia.
Upaya mengantisipasi kejadian serupa, Polsek Tenggarong mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak hanya mengandalkan kunci stang bawaan pabrik.
Warga diimbau memasang pengaman tambahan seperti gembok cakram atau kunci rahasia saat memarkirkan kendaraan di tempat umum.
Editor: Erwin
Area parkir Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) di Kecamatan Tenggarong kini menjadi sorotan setelah terjadinya insiden pencurian sepeda motor milik salah satu pengunjung.
Peristiwa yang terjadi pada Kamis (22/10/2026) tersebut beruntung dapat ditangani dengan cepat. Sepeda motor korban berhasil ditemukan oleh jajaran Polsek Tenggarong bersama warga di kawasan Jalan Mangkuraja Satu, bahkan sebelum pemilik kendaraan sempat membuat laporan resmi ke kantor polisi.
Kanit Reskrim Polsek Tenggarong, IPTU Makmur, menjelaskan, insiden bermula saat korban memarkirkan kendaraannya di area Pujasera untuk bersantap makanan. Pelaku memanfaatkan kelengahan pemilik dan situasi area parkir terbuka yang ramai.
“Jadi sepeda motor korban ini kami temukan sekitar pukul 18.00 WITA, posisinya sudah dibawa, motornya memang menggunakan sistem keyless atau remote. Pelaku sempat berupaya membongkar cover lampu depan untuk menyalakan mesin, tapi gagal. Karena tidak bisa dihidupkan, motor itu disembunyikan ke area semak-semak di wilayah Mangkuraja satu,” kata IPTU Makmur, Minggu (25/10/2026).

Aksi mencurigakan tersebut disadari oleh warga sekitar yang langsung melaporkannya kepada tim patroli Polsek Tenggarong.
Petugas bersama warga bergerak cepat mengamankan barang bukti dan menyerahkannya kembali kepada pemilik. Sementara itu, sosok pelaku pencurian saat ini masih dalam proses penyelidikan dan pengejaran pihak kepolisian.
Insiden pencurian di area publik ini memantik perhatian serius dari kepolisian terkait sistem pengawasan dan tata kelola parkir di kawasan Pujasera.
Makmur menegaskan, pihak pengelola parkir harus menunjukkan komitmen dan tanggung jawab nyata terhadap keamanan kendaraan pengunjung, terlebih jika ada penarikan retribusi atau tarif parkir di lokasi tersebut.

“Kalau pengelola menarik uang jasa parkir dari masyarakat, tentu harus diikuti dengan penjaminan rasa aman. Jangan sampai hanya menarik dana, tetapi saat ada kejadian kelengahan seperti ini tidak ada pertanggungjawaban,” tegasnya.
Ketertiban dalam tata kelola parkir tidak hanya menyangkut pelayanan publik, tetapi juga transparansi kontribusi terhadap daerah. Hal ini penting agar penataan kawasan wisata kuliner di Tenggarong dapat berjalan aman dan profesional.
“Perlu ditertibkan dan diperjelas siapa pengelolanya, bagaimana sistem pengawasannya di lapangan, serta bagaimana pertanggungjawaban keuangannya ke daerah. Keamanan pengunjung harus jadi prioritas utama,” kata dia.
Upaya mengantisipasi kejadian serupa, Polsek Tenggarong mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak hanya mengandalkan kunci stang bawaan pabrik.







Warga diimbau memasang pengaman tambahan seperti gembok cakram atau kunci rahasia saat memarkirkan kendaraan di tempat umum.
Editor: Erwin



Pusat gempa berada di darat 44 km barat Kab. Aceh Tamiang
25 Okt 2026, 14:40:01 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG