La Taka diduga menjadi sasaran penganiayaan menggunakan senjata tajam oleh pria yang dikenalnya, Jumise, yang disebut-sebut dipicu persoalan kecemburuan.
Saat ditemukan, korban dalam posisi terlentang di area perkebunan yang berada di belakang rumah warga. Sejumlah luka bacok terlihat di beberapa bagian tubuhnya, mulai dari kepala sebelah kanan, lengan kanan, tangan kiri, hingga kedua paha.
Luka pada lengan kanan korban dilaporkan cukup parah, bahkan nyaris putus. Warga kemudian mengevakuasi korban menggunakan ambulans relawan ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda untuk mendapatkan penanganan medis.
Pamapta I Polresta Samarinda Ipda Sofian Adi Cahyono mengatakan, korban mengalami sejumlah luka akibat dugaan penganiayaan tersebut.
“Korban mengalami luka di kepala sebelah kanan, lengan kanan, paha sebelah kanan dan kiri, serta tangan sebelah kiri,” ujar Sofian saat memberikan keterangan di RSUD AWS.
Hingga Jumat sore, La Taka masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara itu, pria yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut telah diserahkan warga ke Mapolsek Sungai Pinang.
Jumise dan korban diketahui saling mengenal. Jarak rumah terduga pelaku dengan lokasi korban ditemukan diperkirakan hanya sekitar 100 meter.
Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang, Iptu Dedi Lantang, membenarkan bahwa Jumise telah diamankan. Saat ini, penyidik masih memeriksa yang bersangkutan untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian.
“Untuk pelaku sudah diamankan di Mapolsek Sungai Pinang. Saat ini pelaku tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata Dedi.
Menurutnya, dugaan kecemburuan yang disebut menjadi pemicu penganiayaan masih didalami. Polisi belum menyimpulkan motif pasti sebelum pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait selesai dilakukan.
Dalam penanganan perkara ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kejadian, yakni satu buah celurit, linggis, dan balok kayu.
“Kasus ini masih kami dalami,” pungkasnya.
Editor: Erwin
La Taka diduga menjadi sasaran penganiayaan menggunakan senjata tajam oleh pria yang dikenalnya, Jumise, yang disebut-sebut dipicu persoalan kecemburuan.
Saat ditemukan, korban dalam posisi terlentang di area perkebunan yang berada di belakang rumah warga. Sejumlah luka bacok terlihat di beberapa bagian tubuhnya, mulai dari kepala sebelah kanan, lengan kanan, tangan kiri, hingga kedua paha.
Luka pada lengan kanan korban dilaporkan cukup parah, bahkan nyaris putus. Warga kemudian mengevakuasi korban menggunakan ambulans relawan ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda untuk mendapatkan penanganan medis.
Pamapta I Polresta Samarinda Ipda Sofian Adi Cahyono mengatakan, korban mengalami sejumlah luka akibat dugaan penganiayaan tersebut.
“Korban mengalami luka di kepala sebelah kanan, lengan kanan, paha sebelah kanan dan kiri, serta tangan sebelah kiri,” ujar Sofian saat memberikan keterangan di RSUD AWS.
Hingga Jumat sore, La Taka masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara itu, pria yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut telah diserahkan warga ke Mapolsek Sungai Pinang.
Jumise dan korban diketahui saling mengenal. Jarak rumah terduga pelaku dengan lokasi korban ditemukan diperkirakan hanya sekitar 100 meter.
Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang, Iptu Dedi Lantang, membenarkan bahwa Jumise telah diamankan. Saat ini, penyidik masih memeriksa yang bersangkutan untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian.
“Untuk pelaku sudah diamankan di Mapolsek Sungai Pinang. Saat ini pelaku tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata Dedi.
Menurutnya, dugaan kecemburuan yang disebut menjadi pemicu penganiayaan masih didalami. Polisi belum menyimpulkan motif pasti sebelum pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait selesai dilakukan.
Dalam penanganan perkara ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kejadian, yakni satu buah celurit, linggis, dan balok kayu.
“Kasus ini masih kami dalami,” pungkasnya.