Diketahui si jago merah berkobar di kantor pelayanan Samsat yang berada di Jalan Wahid Hasyim, Kecamatan Samarinda Utara, Selasa (20/10/2026) malam lalu. Api dilaporkan membakar ruang public complaint atau pengaduan masyarakat.
Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang Iptu Dedi Lantang mengatakan, gangguan listrik lebih dahulu terjadi sekitar pukul 16.00 WITA. Ketika itu, kegiatan pegawai mulai berkurang karena aktivitas pelayanan berangsur lengang.
Dua jam berselang, genset dihidupkan untuk menunjang kebutuhan listrik kantor. Namun tidak lama setelahnya kebakaran muncul dari satu ruangan.
“Sekitar jam empat sore listrik padam dan aktivitas juga sudah mulai lengang. Sekitar jam enam pegawai menyalakan genset. Kemungkinan setelah genset dinyalakan, terjadi kebakaran di ruang pengaduan,” ujar Dedi, Kamis (22/10/2026).
Meski terdapat jeda waktu antara pemadaman listrik, pengoperasian gensetbdan munculnya api, polisi belum menyimpulkan perangkat tersebut menjadi pemicu kebakaran. Seluruh informasi terkait kejadian masih perlu diperiksa untuk memastikan hubungan antara rangkaian peristiwa tersebut.
Proses pendalaman berikutnya akan ditangani tim Polresta Samarinda. Penanganan lanjutan diperlukan agar penyebab kebakaran tidak hanya didasarkan pada dugaan awal.
“Untuk penanganan selanjutnya akan dilakukan tim dari Polresta Samarinda,” katanya.
Api diketahui muncul sekitar pukul 18.55 WITA. Petugas pemadam kebakaran bersama relawan kemudian melakukan upaya pemadaman hingga kobaran berhasil dikendalikan dalam waktu kurang lebih 30 menit.
Sebelum kebakaran, kondisi kelistrikan di kawasan kantor tersebut dilaporkan tidak stabil. Tegangan sempat naik turun sebelum aliran listrik terputus. Situasi itu sempat memunculkan dugaan gangguan listrik sebagai pemicu, tetapi belum ada kesimpulan resmi mengenai sumber api.
Di sisi lain, pelayanan di kantor PPRD Samarinda juga telah mengalami kendala sejak siang hari akibat gangguan listrik dan server. Pengelola bahkan sempat mempertimbangkan penggunaan bus pelayanan di depan kantor apabila gedung belum dapat difungsikan.
Polisi masih menunggu pendalaman tim Polresta Samarinda untuk mengungkap penyebab kebakaran yang menghanguskan ruang pengaduan tersebut.
Editor: Aspian Nur
Diketahui si jago merah berkobar di kantor pelayanan Samsat yang berada di Jalan Wahid Hasyim, Kecamatan Samarinda Utara, Selasa (20/10/2026) malam lalu. Api dilaporkan membakar ruang public complaint atau pengaduan masyarakat.
Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang Iptu Dedi Lantang mengatakan, gangguan listrik lebih dahulu terjadi sekitar pukul 16.00 WITA. Ketika itu, kegiatan pegawai mulai berkurang karena aktivitas pelayanan berangsur lengang.
Dua jam berselang, genset dihidupkan untuk menunjang kebutuhan listrik kantor. Namun tidak lama setelahnya kebakaran muncul dari satu ruangan.
“Sekitar jam empat sore listrik padam dan aktivitas juga sudah mulai lengang. Sekitar jam enam pegawai menyalakan genset. Kemungkinan setelah genset dinyalakan, terjadi kebakaran di ruang pengaduan,” ujar Dedi, Kamis (22/10/2026).
Meski terdapat jeda waktu antara pemadaman listrik, pengoperasian gensetbdan munculnya api, polisi belum menyimpulkan perangkat tersebut menjadi pemicu kebakaran. Seluruh informasi terkait kejadian masih perlu diperiksa untuk memastikan hubungan antara rangkaian peristiwa tersebut.
Proses pendalaman berikutnya akan ditangani tim Polresta Samarinda. Penanganan lanjutan diperlukan agar penyebab kebakaran tidak hanya didasarkan pada dugaan awal.
“Untuk penanganan selanjutnya akan dilakukan tim dari Polresta Samarinda,” katanya.
Api diketahui muncul sekitar pukul 18.55 WITA. Petugas pemadam kebakaran bersama relawan kemudian melakukan upaya pemadaman hingga kobaran berhasil dikendalikan dalam waktu kurang lebih 30 menit.
Sebelum kebakaran, kondisi kelistrikan di kawasan kantor tersebut dilaporkan tidak stabil. Tegangan sempat naik turun sebelum aliran listrik terputus. Situasi itu sempat memunculkan dugaan gangguan listrik sebagai pemicu, tetapi belum ada kesimpulan resmi mengenai sumber api.
Di sisi lain, pelayanan di kantor PPRD Samarinda juga telah mengalami kendala sejak siang hari akibat gangguan listrik dan server. Pengelola bahkan sempat mempertimbangkan penggunaan bus pelayanan di depan kantor apabila gedung belum dapat difungsikan.
Polisi masih menunggu pendalaman tim Polresta Samarinda untuk mengungkap penyebab kebakaran yang menghanguskan ruang pengaduan tersebut.
Editor: Aspian Nur