Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Polresta Samarinda terus mendalami dugaan kelalaian medis tertinggalnya kawat (guidewire) di jantung pasien RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda.
Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Polresta Samarinda terus mendalami dugaan kelalaian medis tertinggalnya kawat (guidewire) di jantung pasien RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda.
Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa enam orang saksi, termasuk dokter berinisial MF.
Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Rahmat Aribowo mengatakan, pemeriksaan masih difokuskan pada saksi-saksi yang berasal dari pihak rumah sakit.
“Untuk saat ini masih dalam proses penyelidikan. Kami masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dari pihak rumah sakit,” ujarnya, Senin (19/10/2026).
Ia menjelaskan, jumlah saksi yang telah dimintai keterangan terus bertambah. Jika sebelumnya penyidik memeriksa dua orang, kini ada empat saksi tambahan yang turut diperiksa untuk membantu mengungkap duduk perkara dugaan malpraktik tersebut.
Dengan penambahan itu, total terdapat enam orang yang telah menjalani pemeriksaan, termasuk dokter MF yang dilaporkan dalam perkara ini.
“Jadi totalnya sudah ada enam yang dilakukan pemeriksaan terkait dengan perkara dugaan malpraktik ini, termasuk dengan terlapor (MF),” jelasnya.
Meski telah memeriksa sejumlah pihak, penyidik belum beralih dari tahap pendalaman keterangan. Polisi masih menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi lain yang dinilai dapat memberikan informasi berkaitan dengan tindakan medis yang dipersoalkan.
“Agendanya masih pemeriksaan saksi-saksi lainnya, dari pihak rumah sakit,” tutupnya.
Sebelumnya, dugaan malpraktik tersebut sebelumnya dilaporkan tim kuasa hukum keluarga pasien ke Polresta Samarinda pada Rabu (7/10/2026).
Laporan itu berkaitan dengan dugaan kelalaian dalam pelaksanaan tindakan medis serta dugaan adanya unsur kesengajaan yang disampaikan pelapor. Keluarga pasien menempuh jalur hukum untuk meminta persoalan tersebut ditindaklanjuti aparat kepolisian.
Hingga kini, perkara masih berada pada tahap penyelidikan. Dugaan terhadap dokter MF belum dapat disimpulkan sebagai pelanggaran hukum sebelum proses penyelidikan dan pembuktian dilakukan oleh pihak berwenang.
Editor: Erwin
Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa enam orang saksi, termasuk dokter berinisial MF.
Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Rahmat Aribowo mengatakan, pemeriksaan masih difokuskan pada saksi-saksi yang berasal dari pihak rumah sakit.
“Untuk saat ini masih dalam proses penyelidikan. Kami masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dari pihak rumah sakit,” ujarnya, Senin (19/10/2026).
Ia menjelaskan, jumlah saksi yang telah dimintai keterangan terus bertambah. Jika sebelumnya penyidik memeriksa dua orang, kini ada empat saksi tambahan yang turut diperiksa untuk membantu mengungkap duduk perkara dugaan malpraktik tersebut.

Dengan penambahan itu, total terdapat enam orang yang telah menjalani pemeriksaan, termasuk dokter MF yang dilaporkan dalam perkara ini.
“Jadi totalnya sudah ada enam yang dilakukan pemeriksaan terkait dengan perkara dugaan malpraktik ini, termasuk dengan terlapor (MF),” jelasnya.
Meski telah memeriksa sejumlah pihak, penyidik belum beralih dari tahap pendalaman keterangan. Polisi masih menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi lain yang dinilai dapat memberikan informasi berkaitan dengan tindakan medis yang dipersoalkan.
“Agendanya masih pemeriksaan saksi-saksi lainnya, dari pihak rumah sakit,” tutupnya.
Sebelumnya, dugaan malpraktik tersebut sebelumnya dilaporkan tim kuasa hukum keluarga pasien ke Polresta Samarinda pada Rabu (7/10/2026).
Laporan itu berkaitan dengan dugaan kelalaian dalam pelaksanaan tindakan medis serta dugaan adanya unsur kesengajaan yang disampaikan pelapor. Keluarga pasien menempuh jalur hukum untuk meminta persoalan tersebut ditindaklanjuti aparat kepolisian.
Hingga kini, perkara masih berada pada tahap penyelidikan. Dugaan terhadap dokter MF belum dapat disimpulkan sebagai pelanggaran hukum sebelum proses penyelidikan dan pembuktian dilakukan oleh pihak berwenang.
Editor: Erwin








Pusat gempa berada di laut 61 km utara Labuan Bajo
19 Okt 2026, 17:10:56 WIB • Kedalaman 5 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG