Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Pintu kamar yang mengarah ke area pagar ditemukan tidak terkunci setelah balita berusia 3 tahun terjatuh dari lantai lima Hotel Mesra Samarinda.
Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Pintu kamar yang mengarah ke area pagar ditemukan tidak terkunci setelah balita berusia 3 tahun terjatuh dari lantai lima Hotel Mesra Samarinda.
Polisi kini mendalami kondisi kamar dan aspek keselamatan hotel dengan memeriksa kedua orang tua korban, petugas keamanan serta seorang karyawan hotel.
Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi mengatakan, pemeriksaan sejumlah saksi dilakukan untuk mengungkap kronologi kejadian yang berlangsung pada Rabu (14/10/2026) pagi tersebut.
“Termasuk kedua orang tuanya, saksi-saksi dari security hotel, serta salah satu karyawan hotel. Kami menanyakan masalah keselamatan atau peringatan-peringatan yang ada di hotel tersebut, khususnya yang ada di salah satu kamar yang menjadi TKP jatuhnya korban,” ujar Asriadi saat dikonfirmasi, Jumat (16/10/2026).
Menurutnya, kondisi pintu kamar yang mengarah ke area pagar menjadi salah satu aspek yang didalami penyidik. Pintu tersebut diketahui tidak terkunci saat diperiksa petugas.
“Yang untuk pintu, memang tidak terkunci,” katanya.
Meski demikian, polisi belum memastikan apakah pintu tersebut sudah terbuka sebelum kejadian atau bagaimana korban bisa mencapai area pagar hingga terjatuh. Temuan di lokasi masih perlu dicocokkan dengan keterangan para saksi untuk menyusun kronologi secara utuh.
Selain kondisi pintu, polisi turut menelusuri aspek keselamatan di sekitar area pagar hotel. Berdasarkan pemeriksaan awal, terdapat tanda peringatan yang mengimbau pengunjung agar tidak berada terlalu dekat dengan tepi pagar, termasuk larangan duduk di atasnya.
“Kalau dari tanda-tanda atau petunjuk maupun imbauan di dalam hotel itu sendiri, sementara ini kita lihat sudah cukup jelas. Karena memang tempatnya ketinggian dan di pagar itu juga sudah dicantumkan imbauan untuk tidak berada di pinggir pagar, bahkan untuk duduk di pagar,” ungkap Asriadi.
Di sisi lain, berdasarkan keterangan yang diterima kepolisian, kedua orang tua korban tengah sarapan di restoran hotel ketika kejadian berlangsung. Sementara itu, korban berada di kamar bersama adiknya yang masih lebih kecil.
“Ya, betul. Korban waktu itu bersama dengan adiknya di kamar, kemudian kedua orang tua sedang melaksanakan breakfast di restoran hotel,” tutupnya.
Editor: Erwin
Polisi kini mendalami kondisi kamar dan aspek keselamatan hotel dengan memeriksa kedua orang tua korban, petugas keamanan serta seorang karyawan hotel.
Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi mengatakan, pemeriksaan sejumlah saksi dilakukan untuk mengungkap kronologi kejadian yang berlangsung pada Rabu (14/10/2026) pagi tersebut.
“Termasuk kedua orang tuanya, saksi-saksi dari security hotel, serta salah satu karyawan hotel. Kami menanyakan masalah keselamatan atau peringatan-peringatan yang ada di hotel tersebut, khususnya yang ada di salah satu kamar yang menjadi TKP jatuhnya korban,” ujar Asriadi saat dikonfirmasi, Jumat (16/10/2026).
Menurutnya, kondisi pintu kamar yang mengarah ke area pagar menjadi salah satu aspek yang didalami penyidik. Pintu tersebut diketahui tidak terkunci saat diperiksa petugas.

“Yang untuk pintu, memang tidak terkunci,” katanya.
Meski demikian, polisi belum memastikan apakah pintu tersebut sudah terbuka sebelum kejadian atau bagaimana korban bisa mencapai area pagar hingga terjatuh. Temuan di lokasi masih perlu dicocokkan dengan keterangan para saksi untuk menyusun kronologi secara utuh.
Selain kondisi pintu, polisi turut menelusuri aspek keselamatan di sekitar area pagar hotel. Berdasarkan pemeriksaan awal, terdapat tanda peringatan yang mengimbau pengunjung agar tidak berada terlalu dekat dengan tepi pagar, termasuk larangan duduk di atasnya.
“Kalau dari tanda-tanda atau petunjuk maupun imbauan di dalam hotel itu sendiri, sementara ini kita lihat sudah cukup jelas. Karena memang tempatnya ketinggian dan di pagar itu juga sudah dicantumkan imbauan untuk tidak berada di pinggir pagar, bahkan untuk duduk di pagar,” ungkap Asriadi.

Di sisi lain, berdasarkan keterangan yang diterima kepolisian, kedua orang tua korban tengah sarapan di restoran hotel ketika kejadian berlangsung. Sementara itu, korban berada di kamar bersama adiknya yang masih lebih kecil.
“Ya, betul. Korban waktu itu bersama dengan adiknya di kamar, kemudian kedua orang tua sedang melaksanakan breakfast di restoran hotel,” tutupnya.
Editor: Erwin









Pusat gempa berada di darat 21 km Barat Daya Kota Bogor
16 Okt 2026, 10:21:55 WIB • Kedalaman 9 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG