Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Seorang pria bernama La Jemo (60) yang mengalami luka bakar saat kebakaran lahan di Jalan Anggur, Samarinda Ulu, Selasa (13/10/2026), meninggal dunia pada Rabu (14/10/2026) pagi.
Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Seorang pria bernama La Jemo (60) yang mengalami luka bakar saat kebakaran lahan di Jalan Anggur, Samarinda Ulu, Selasa (13/10/2026), meninggal dunia pada Rabu (14/10/2026) pagi.
Korban mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan medis akibat luka bakar yang mencapai 60 persen pada tubuhnya.
Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi mengatakan, korban dinyatakan meninggal dunia oleh dokter setelah mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk menjalani proses pemakaman.
“Pagi hari ini kita sama-sama mendengarkan kabar bahwa korban yang mengalami luka bakar kemarin telah meninggal dunia akibat luka bakar yang cukup parah, dengan persentase mencapai 60 persen,” ujar Asriadi pada Rabu (14/10/2026).
Ia menambahkan, keluarga korban telah menerima kepergian La Jemo dengan ikhlas dan telah menerima jenazah untuk selanjutnya dimakamkan.
Di sisi lain, kepolisian masih mendalami penyebab kebakaran lahan yang mengakibatkan korban mengalami luka bakar hingga akhirnya meninggal dunia. Polisi belum dapat memastikan apakah api berasal dari pembakaran yang dilakukan korban sendiri atau ada pihak lain yang memicu kebakaran tersebut.
“Masih kami dalami terkait penyebab terjadinya kebakaran lahan sampai mengakibatkan korban mengalami luka bakar. Anggota masih berada di lapangan untuk meminta keterangan dari sejumlah saksi,” jelasnya.
Menurut Asriadi, keterangan yang berkembang di tengah masyarakat sejauh ini masih simpang siur. Karena itu, penyidik perlu mencocokkan informasi dari para saksi untuk memastikan kronologi dan penyebab kejadian tersebut.
Hingga Rabu, polisi telah memeriksa empat orang saksi untuk membantu proses penyelidikan. Mereka terdiri dari warga yang melihat atau mengetahui kejadian serta ketua RT setempat di wilayah RT 55.
“Sudah ada empat saksi yang kami periksa, mulai dari warga yang melihat maupun mengetahui kejadian hingga RT setempat,” tutupnya.
Editor: Erwin
Korban mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan medis akibat luka bakar yang mencapai 60 persen pada tubuhnya.
Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi mengatakan, korban dinyatakan meninggal dunia oleh dokter setelah mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk menjalani proses pemakaman.
“Pagi hari ini kita sama-sama mendengarkan kabar bahwa korban yang mengalami luka bakar kemarin telah meninggal dunia akibat luka bakar yang cukup parah, dengan persentase mencapai 60 persen,” ujar Asriadi pada Rabu (14/10/2026).
Ia menambahkan, keluarga korban telah menerima kepergian La Jemo dengan ikhlas dan telah menerima jenazah untuk selanjutnya dimakamkan.

Di sisi lain, kepolisian masih mendalami penyebab kebakaran lahan yang mengakibatkan korban mengalami luka bakar hingga akhirnya meninggal dunia. Polisi belum dapat memastikan apakah api berasal dari pembakaran yang dilakukan korban sendiri atau ada pihak lain yang memicu kebakaran tersebut.
“Masih kami dalami terkait penyebab terjadinya kebakaran lahan sampai mengakibatkan korban mengalami luka bakar. Anggota masih berada di lapangan untuk meminta keterangan dari sejumlah saksi,” jelasnya.
Menurut Asriadi, keterangan yang berkembang di tengah masyarakat sejauh ini masih simpang siur. Karena itu, penyidik perlu mencocokkan informasi dari para saksi untuk memastikan kronologi dan penyebab kejadian tersebut.
Hingga Rabu, polisi telah memeriksa empat orang saksi untuk membantu proses penyelidikan. Mereka terdiri dari warga yang melihat atau mengetahui kejadian serta ketua RT setempat di wilayah RT 55.

“Sudah ada empat saksi yang kami periksa, mulai dari warga yang melihat maupun mengetahui kejadian hingga RT setempat,” tutupnya.
Editor: Erwin









Pusat gempa berada di laut 53 km utara Ruteng, Manggarai
14 Okt 2026, 17:30:57 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG