Lokasi tersebut disebut kerap menjadi tempat bermain anak-anak, meski sebelumnya warga telah beberapa kali memberikan teguran.
Korban merupakan warga RT 02 Talang Sari. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, lokasi danau bekas tambang itu berada di kawasan konsesi KSU PUMA.
Ketua RT 08, Robi mengatakan anak-anak sering mendatangi kawasan tersebut, terutama saat akhir pekan dan masa liburan. Warga setempat sudah berulang kali menegur mereka agar tidak bermain di area bekas galian tambang.
“Sering, terutama saat Sabtu dan Minggu. Kami juga sering menegur mereka. Kalau sudah ditegur, biasanya mereka bersembunyi, tetapi nanti kembali lagi,” ujar Robi.
Ia mengungkapkan, sebelumnya pernah terdapat papan peringatan di lokasi tersebut. Namun, kondisinya kini sudah lapuk sehingga tidak lagi memadai sebagai tanda peringatan bahaya bagi warga yang datang ke kawasan itu.
“Dulunya ada papan peringatan, cuma sekarang sudah lapuk,” katanya.
Robi juga memastikan korban bukan warga di lingkungan RT 08. Ia menyebut kawasan tersebut merupakan bekas tambang, tetapi tidak mengetahui secara pasti riwayat aktivitas pertambangan di lokasi itu.
Sementara itu, Kapolsek Sungai Pinang AKP Aksaruddin Adam membenarkan peristiwa tenggelamnya seorang anak laki-laki di kawasan bekas galian tambang tersebut. Informasi awal yang diterima menyebutkan korban berada di lokasi bersama lima anak lainnya.
“Ada enam orang bocah bermain di lokasi ini. Salah satu dari mereka diinformasikan oleh teman-temannya hilang dan diduga tenggelam. Saat ini sedang dilakukan pencarian,” kata Aksaruddin.
Peristiwa itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 13.30 Wita. Setelah menerima laporan masyarakat, petugas bersama tim gabungan melakukan pencarian di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik tenggelamnya korban.
Kejadian ini menjadi perhatian terhadap keselamatan anak-anak di kawasan bekas tambang yang masih menyisakan genangan air. Papan peringatan yang memadai serta pengawasan terhadap aktivitas anak-anak diperlukan untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Editor: Erwin
Lokasi tersebut disebut kerap menjadi tempat bermain anak-anak, meski sebelumnya warga telah beberapa kali memberikan teguran.
Korban merupakan warga RT 02 Talang Sari. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, lokasi danau bekas tambang itu berada di kawasan konsesi KSU PUMA.
Ketua RT 08, Robi mengatakan anak-anak sering mendatangi kawasan tersebut, terutama saat akhir pekan dan masa liburan. Warga setempat sudah berulang kali menegur mereka agar tidak bermain di area bekas galian tambang.
“Sering, terutama saat Sabtu dan Minggu. Kami juga sering menegur mereka. Kalau sudah ditegur, biasanya mereka bersembunyi, tetapi nanti kembali lagi,” ujar Robi.
Ia mengungkapkan, sebelumnya pernah terdapat papan peringatan di lokasi tersebut. Namun, kondisinya kini sudah lapuk sehingga tidak lagi memadai sebagai tanda peringatan bahaya bagi warga yang datang ke kawasan itu.
“Dulunya ada papan peringatan, cuma sekarang sudah lapuk,” katanya.
Robi juga memastikan korban bukan warga di lingkungan RT 08. Ia menyebut kawasan tersebut merupakan bekas tambang, tetapi tidak mengetahui secara pasti riwayat aktivitas pertambangan di lokasi itu.
Sementara itu, Kapolsek Sungai Pinang AKP Aksaruddin Adam membenarkan peristiwa tenggelamnya seorang anak laki-laki di kawasan bekas galian tambang tersebut. Informasi awal yang diterima menyebutkan korban berada di lokasi bersama lima anak lainnya.
“Ada enam orang bocah bermain di lokasi ini. Salah satu dari mereka diinformasikan oleh teman-temannya hilang dan diduga tenggelam. Saat ini sedang dilakukan pencarian,” kata Aksaruddin.
Peristiwa itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 13.30 Wita. Setelah menerima laporan masyarakat, petugas bersama tim gabungan melakukan pencarian di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik tenggelamnya korban.
Kejadian ini menjadi perhatian terhadap keselamatan anak-anak di kawasan bekas tambang yang masih menyisakan genangan air. Papan peringatan yang memadai serta pengawasan terhadap aktivitas anak-anak diperlukan untuk mencegah kejadian serupa terulang.