Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Kebakaran lahan di Jalan Anggur, Gang SD, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda pada Rabu (13/10/2026) sekitar pukul 13.50 WITA, menyisakan peristiwa serius.
Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Kebakaran lahan di Jalan Anggur, Gang SD, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda pada Rabu (13/10/2026) sekitar pukul 13.50 WITA, menyisakan peristiwa serius.
Seorang pria bernama Lan Jemo ditemukan dalam kondisi terkapar dengan luka bakar pada bagian kaki di tengah lahan yang terbakar seluas sekitar 700 meter persegi. Korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Hingga kini, penyebab kebakaran maupun bagaimana korban bisa mengalami luka bakar masih dalam penyelidikan kepolisian.
Salah seorang saksi, Ihsan mengaku bergegas menuju lokasi setelah mendapat informasi dari warga mengenai adanya korban dalam kebakaran tersebut.
Saat tiba di lokasi, ia melihat korban sudah tidak mampu berdiri dan hanya terkapar. Kondisi kaki korban disebut telah mengalami luka bakar.
“Lihat kondisinya sudah tidak bisa berdiri, tadi hanya terkapar. Posisi kaki sudah terbakar,” ujar Ihsan saat ditemui di lokasi.
Ihsan menyebut, korban memiliki kebun di kawasan tersebut. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah korban sedang melakukan aktivitas pembakaran lahan sebelum kejadian.
“Yang saya tahu kebunnya beliau,” katanya.
Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi mengatakan, pihaknya masih mendalami rangkaian kejadian kebakaran yang menyebabkan seorang pria tersebut mengalami luka bakar.
Menurutnya, penyelidikan dilakukan untuk memastikan penyebab munculnya api sekaligus mengetahui bagaimana korban mengalami luka bakar.
“Ini masih dalam proses penyelidikan kita. Kita memastikan penyebab terjadinya kebakaran itu sendiri, baik terhadap lahan maupun terhadap korban itu,” ujar Asriadi.
Ia menegaskan, dugaan bahwa korban menjadi pihak yang melakukan pembakaran lahan belum dapat dipastikan. Polisi masih meminta keterangan sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.
“Ini masih kita dalami dengan saksi-saksi yang banyak ini. Mudah-mudahan nanti bisa memberikan keterangan yang valid, supaya kita bisa pastikan penyebab apinya,” katanya.
Ia menambahkan, korban merupakan warga yang tinggal di sekitar lokasi, tepatnya di RT 54. Meski demikian, polisi masih menyelidiki peran korban di kawasan tersebut, termasuk apakah ia merupakan pemilik lahan atau memiliki aktivitas lain di lokasi kebakaran.
Selain meminta keterangan saksi, polisi juga memasang garis polisi di sebuah rumah yang ikut terbakar di belakang lokasi kejadian. Tim identifikasi atau Inafis akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan kepemilikan rumah serta mencari barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
“Petugas BPBD, pemadam kebakaran, relawan, kepolisian, dan TNI masih membantu proses pemadaman api di lokasi. Sementara korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Kita masih menunggu perkembangan kondisi korban,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Seorang pria bernama Lan Jemo ditemukan dalam kondisi terkapar dengan luka bakar pada bagian kaki di tengah lahan yang terbakar seluas sekitar 700 meter persegi. Korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Hingga kini, penyebab kebakaran maupun bagaimana korban bisa mengalami luka bakar masih dalam penyelidikan kepolisian.
Salah seorang saksi, Ihsan mengaku bergegas menuju lokasi setelah mendapat informasi dari warga mengenai adanya korban dalam kebakaran tersebut.
Saat tiba di lokasi, ia melihat korban sudah tidak mampu berdiri dan hanya terkapar. Kondisi kaki korban disebut telah mengalami luka bakar.
“Lihat kondisinya sudah tidak bisa berdiri, tadi hanya terkapar. Posisi kaki sudah terbakar,” ujar Ihsan saat ditemui di lokasi.
Ihsan menyebut, korban memiliki kebun di kawasan tersebut. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah korban sedang melakukan aktivitas pembakaran lahan sebelum kejadian.
“Yang saya tahu kebunnya beliau,” katanya.
Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi mengatakan, pihaknya masih mendalami rangkaian kejadian kebakaran yang menyebabkan seorang pria tersebut mengalami luka bakar.
Menurutnya, penyelidikan dilakukan untuk memastikan penyebab munculnya api sekaligus mengetahui bagaimana korban mengalami luka bakar.
“Ini masih dalam proses penyelidikan kita. Kita memastikan penyebab terjadinya kebakaran itu sendiri, baik terhadap lahan maupun terhadap korban itu,” ujar Asriadi.
Ia menegaskan, dugaan bahwa korban menjadi pihak yang melakukan pembakaran lahan belum dapat dipastikan. Polisi masih meminta keterangan sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.
“Ini masih kita dalami dengan saksi-saksi yang banyak ini. Mudah-mudahan nanti bisa memberikan keterangan yang valid, supaya kita bisa pastikan penyebab apinya,” katanya.
Ia menambahkan, korban merupakan warga yang tinggal di sekitar lokasi, tepatnya di RT 54. Meski demikian, polisi masih menyelidiki peran korban di kawasan tersebut, termasuk apakah ia merupakan pemilik lahan atau memiliki aktivitas lain di lokasi kebakaran.
Selain meminta keterangan saksi, polisi juga memasang garis polisi di sebuah rumah yang ikut terbakar di belakang lokasi kejadian. Tim identifikasi atau Inafis akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan kepemilikan rumah serta mencari barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
“Petugas BPBD, pemadam kebakaran, relawan, kepolisian, dan TNI masih membantu proses pemadaman api di lokasi. Sementara korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Kita masih menunggu perkembangan kondisi korban,” pungkasnya.
Editor: Erwin






168 kali dibaca

Pusat gempa berada di laut 103 km selatan Pacitan
13 Okt 2026, 17:22:02 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG